Mengapa kita lebih memilih strategi Super Trader™ daripada strategi value investing? Apa yang membuat strategi ini special buat kita?

Mungkin Anda masih bertanya-tanya apa itu strategi Super Trader™ atau strategi value investing. Mari kita bahas satu persatu mengenai kedua strategi ini.

Apa itu strategi value investing? Strategi value investing adalah investasi saham yang berfokus pada value atau mencari saham yang nilainya di bawah dari nilai pasar atau nilai wajar, sehingga dinilai cukup murah.

Namun seringkali banyak value investor yang terjebak hanya mencari saham yang murah-murah saja, sehingga saham yang didapat tidak jarang adalah saham yang murahan.

Apa maksudnya murahan? Maksudnya adalah mungkin secara valuasi harga sedang murah, namun harganya tidak naik-naik.

Lalu bagaimana dengan strategi Super Trader™? Strategi ini adalah strategi trading yang berfokus pada saham-saham yang berpotensi akan meroket naik, strategi inilah yang membuat portofolio Super Trader™ memiliki kinerja di atas kinerja pasar.

Kembali lagi ke pertanyaan kita di awal. Kenapa kita lebih suka menggunakan strategi Super Trader™ daripada value investing?

Why Super Trader™?

Why we use Super Trader ™ strategy and not Value Invest?

1. Value doesn’t moves stock prices. People do!

Yes… People do by placing buy orders!

Tindakan dari para pelaku pasar lah yang menggerakkan harga saham naik dan turun. Terutama big money alias pelaku pasar dengan modal besar, seperti halnya institusi dan asset management.

Yes… yang harus ita lakukan adalah melihat demand dari sebuah saham. Jika demand besar, otomatis harga saham akan naik. Kita menganalisis demand dan supply ini dengan strategi Super Trader ™.

Strategi Super Trader™ bukan berarti juga trading jual beli dalam jangka waktu pendek, beli pagi jual sore atau beli hari ini jual besok.

Lalu kapan jualnya?

Prinsip Super Trader™ adalah, salama harga masih bisa naik kenapa harus dijual…

Berbeda dengan value investing.

Prinsip dari valuasi yang murah ini sendiri sebenarnya adalah secara psikologi market artinya sedang pesimis atau bisa dibilang, saham tersebut sedang kurang diminati oleh market.

Sedangkan ketika harga saham terus naik artinya pasar sedang optimis terhadap saham tersebut. Demand nya besar.

Mengutip perkataan dari investor legendaris Sir John Templeton yang mengatakan “Bull markets are born in pessimism, grow on skepticism, mature on optimism and die on euphoria”

Dari sini saja kita bisa melihat yang menggerakan saham itu bukan value, melainkan permintaan dan penawaran yang terbentuk di pasar.

Seperti yang kita bilang sebelumnya bahwa value tidak menggerakan harga, maka yang harus Anda perhatikan adalah permintaan dan penawaran dari sebuah saham. Jika demand besar maka harga saham akan naik, begitu juga sebaliknya

 

2. Value Investing speculating? Kok bisa?

Lalu bukankah valuasi yang murah dapat mendorong orang untuk membeli saham?

Ya… memang persepsi saham murah akan mendorong beberapa orang untuk membelinya.

Kita tidak mengatakan bahwa strategi value investing jelek atau tidak bagus. Strategi value investing juga bisa memberikan keuntungan yang besar, hanya saja membutuhkan waktu yang panjang, biasanya memakan waktu bertahun-tahun, bahkan bisa lebih dari 10 tahun.

Ya kalau untung. Tapi… what if… saham yang Anda pilih untuk value investing nggak naik-naik? Dan malah turun…? Setahun kemudian Anda baru sadar kalau saham Anda nggak naik-naik… atau mungkin 2 tahun kemudian.

When you waste time, you waste money.

Akan tetapi pada saham bervaluasi murah belum tentu akan langsung naik, malah ada beberapa kejadian harga lanjut turun seperti contoh berikut ini.

Contohnya apa?

Ini adalah contoh dari saham CROX , perusahaan sepatu / sandal CROCS.

Baru-baru ini dihebohkan berita bahwa Crocs akan menutup semua pabriknya. Masih ingatkah Anda beberapa tahun terdahulu. Ketika sandal Crocs begitu dianggap keren dan happening banget. Sekitar tahun 2006, PE nya berkisar 60 kali dan merupakan PE termahalnya. Meski demikian, saham CROX terus melaju hingga berlipat 4 kali.

Sementara itu, di akhir tahun 2007, PE ratio saham CROX jatuh ke level termurah. Dan bukannya naik, saham ini semakin anjlok dan merosot 90%.

Jadi… jangan hanya cari yang murah, nanti jadinya murahan.

Cari yang earningnya / labanya bertumbuh dan ada momentum alias ada demand tinggi.

Kalaupun Anda ingin value investing, jangan sekedar lihat value… tapi lihatlah earningsnya. Nomor 1, earnings!

 

3. Mencari Saham Murah di Sektornya. Bijakkah?

Salah satu strategi dalam value investing adalah membandingkan saham-saham yang valuasinya murah dibandingkan dengans saham yang lain yang ada di satu sektor yang sama. Misalkan perusahaan semen, Anda bisa bandingkan saham SMGR, INTP dan SMBR.

Kemudian dipilih perusahaan yang memiliki valuasi atau p/e ratio yang paling murah. Setelah kita pelajari, mereka para investor legendaris dunia dan kita praktikan, ternyata risiko ini juga berisiko juga buat kita, karena apa?

Jawabannya karena dengan menerapkan strategi seperti ini, dengan memilih saham-saham yang p/e ratio nya yang paling rendah dalam satu sektor artinya kita berisiko memilih saham yang laggard (baca: lelet) daripada saham yang leading pada sektor tersebut.

Padahal kalau Anda ingin saham naik cepat, Anda harus memilih saham yang leading, yang memimpin saham-saham satu sektor lainnya. Sedangkan laggard itu adalah saham yang geraknya lambat.

Nah kalau gitu mungkin Anda berpikir, apa kita beli saham yang valuasinya mahal saja? Jawabannya tentu tidak.

Mari kita berpikir out of the box, lagi-lagi kita memilih saham bukan berdasarkan value, akan tetapi berdasarkan supply dan demand yang terjadi di pasar, tanpa perlu memperhatikan faktor fundamental seperti value tetap bisa untung. Itulah cara Super Trader™ yang akan Anda pelajari secara lebih lengkap dalam Workshop Super Trader.

Nah kalau Anda ingin menggunakan fundamental bagaimana? Anda tetap bisa melihat fundamental dengan menggunakan strategi growth investing karena caranya hamper mirip dengan cara Super Trader™. Anda bisa menggunakan rasio profitabilitas, karena untuk apa perusahaan murah tapi tidak bisa menghasilkan keuntungan?

Jadi strategi Super Trader™ is not just about stockpicking. It’s the holy grail of making money in stock market. It’s a legendary trader and investor lifestyle.

Kalau Anda ingin belajar jadi Super Trader™ Anda bisa join workshop Super Trader™, dengan daftar di www.supertrader.id

Untuk mendapatkan rekomendasi saham Super Trader™ Anda bisa join www.premiumaccess.id

We make money, we change lives better.

Salam profit!