Banyak orang yang takut dengan trading atau investasi saham dan tidak jarang juga banyak yang bilang jangan trading saham, trading saham itu judi risikonya besar. susah untungnya dan pasti rugi.

Mengapa bisa banyak orang yang beranggapan demikian?

Kebanyakan dari orang yang berkata seperti itu adalah karena mereka tidak tahu bagaimana caranya trading dan investasi di pasar saham.

Padahal trading atau investasi di pasar saham itu bukan judi, ada caranya dan ada strateginya yang bisa Anda pelajari agar trading atau investasi di pasar saham tidak menjadi judi.

Lalu ada strategi apa saja dalam trading dan investasi saham? Strategi mana yang terbaik?

Strategi 1: Nabung Saham

Nabung saham adalah strategi investasi paling mudah dan paling cpcok untuk pemula, karena selain rendah risiko strategi nabung saham dapat memberikan return yang tidak kalah dengan tabungan deposito.

Mengapa sih kita perlu nabung saham?

Prinsipnya mirip dengan menyimpan uang di bank, namun dengan menabung saham Anda akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga saham pada saat terjadi kenaikan harga saham. Selaing itu Anda juga akan mendapatkan keuntungan berupa dividen jika Anda menabung saham.

Apa itu dividen?

Dividen adalah keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang sahamnya.

Setelah Anda mengetahui manfaat dari menabung saham, sekarang mungkin Anda bertanya – tanya bagaimana caranya nabung saham?

Langkah pertama sebelum Anda melakukan nabung saham adalah menentukan jumlah uang yang akan Anda tabung berapa. Setelah Anda menentukan jumlah uang yang akan ditabung, pilihlah saham – saham berfundamental bagus dari saham – saham blue chips. Seperti saham UNVR, BBRI atau BBCA

Setelah Anda menetukan jumlah uang yang akan ditabung dan sahamnya apa, belilah saham tersebut seara rutin dengan nominal uang yang sama. Contoh Anda menyiapkan modal 10 juta rupiah, maka Anda harus beli saham BBCA sebanyak 10 juta secara rutin setiap awal bulan.

Strategi 2: Value Investing

Strategi value investing sedikit lebih advance dibanding dengan strategi nabung saham, karena dibutuhkan analisis yang lebih mendalam, yaitu analisis nilai wajar dari suatu saham.

Strategi value investing adalah investasi saham yang berfokus pada value atau mencari saham yang nilainya di bawah dari nilai pasar atau nilai wajar, sehingga dinilai cukup murah.

Apa yang membedakan strategi ini dengan strategi nabung saham?

Strategi value investing dan stratgi nabung saham sama – sama strategi investasi, yang membedakan adalah dari cara belinya, jika strategi nabung saham Anda bisa membeli saham nyicil setiap bulan secara rutin tanpa memperhatikan apakah harga sedang naik atau turun, strategi value investing Anda membeli saham dalam jumlah yang besar ketika harga sedang berada di bottom atau ketika harga saham sudah murah secara value.

Karena strategi value investing membeli saham dalam jumlah yang besar ketika harga saham sudah murah secara value, maka Anda akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan nabung saham yang belinya sediki – sedikit.

Selain itu dibutuhkan juga analisis yang lebih mendalam untuk mengetahui apakah saat ini harga saham sedang murah secara value atau tidak dengan cara melakukan analisis kuantitatif melihat rasio – rasio keungan seperti PER atau PBV.

Lalu apa risiko strategi value investing? Risiko dari strategi value investing adalah value trap.

Apa itu value trap?

Value trap adalah fokus terhadap valuasi harga saham, hanya fokus mencari saham yang value nya murah tapi harganya tidak naik atau lama naiknya, atau dengan kata lain tertipu dengan value sehingga lupa dengan kinerja perusahaan, sehingga bukan dapat saham murah malah yang didapat saham murahan.

Strategi 3: Growth Investing

Strategi ketiga adalah strategi growth investing. Berbeda dengan value investing yang mencari saham dengan nilai wajar di bawah nilai pasar, strategi growth investing justru mencari saham yang terus bertumbuh sekalipun nilai wajarnya mahal atau di atas nilai pasar. Karena perusahaan yang berkembang biasanya harga saham akan naik dan value nya menjadi mahal, sehingga sulit untuk mendapatkan saham yang memiliki value murah.

Growth Investor berfokus mencari keuntungan dari kenaikan harga saham bukan dari dividen saham karena pada umumnya, perusahaan yang sedang bertumbuh masih membutuhkan dana untuk melakukan ekspansi dan meningkatkan produktivitasnya. Selain itu, perusahaan yang bertumbuh ini harus memiliki proyeksi pertumbuhan pendapatan yang kuat selama 5 tahun mendatang.

Minimal 15% pertumbuhan laba adalah standart dari perusahaan yang bertumbuh. Kekurangan dari growth investing adalah resiko yang lebih besar yang setimpal dengan potensi keuntungan yang diraih dalam jangka waktu yang relatif lebih singkat.

Strategi 4: Super Trader ™

Sekarang kita sampai pada strategi ke empat, strategi yang memberikan return terbesar, dalam rentang waktu yang relatife singkat. Strategi apa itu? Tentunya strategi Super Trader ™.

Apa itu strategi Super Trader ™?

Strategi Super Trader ™ adalah strategi trading dengan cara membuka dan menutup transaksi dalam rentang waktu rata-rata lebih dari 3 bulan sampai 6 bulan.

Berbeda dengan strategi investasi, strategi ini tidak membutuhkan waktu yang lama dan memberikan keutungan yang lebih besar. Super Trader ™ trading dengan cara yang berbeda dengan strategi trading lainnya yang hanya memanfaatkan pantulan-pantulan jangka pendek.

Super Trader ™ membeli saham-saham yang memberi konfirmasi harga akan naik dan berada di dalam trend bullish atau uptrend.

Maka dari itu Anda perlu mempelajari bagaimana cara membaca trend dan siklus yang ada di pasar saham untuk menemukan saham – saham yang masuk ke dalam kategori saham Super Trader™.

Selain itu strategi ini memiliki kemiripan dengan strategi investasi, kemiripannya adalah strategi ini sangat memungkinkan untuk trader yang sibuk, tidak punya banyak waktu untuk memantau saham, tapi bisa dapat untung hingga puluhan dan ratusan persen.

Strategi ini cocok untuk pemula karena memberikan keleluasaan untuk stop loss lebih lebar. Hal ini memberi ruang bagi trader untuk “melakukan kesalahan” dan belajar.

Karena trading tak harus memantau chart atau running trade setiap hari, tekanan psikologis pun semakin berkurang, dan trading pun bisa jadi semakin objektif.

Berikut ini adalah salah satu contoh strategi Super Trader™ yang memberikan keuntungan 150% hanya dalam waktu 3 bulan saja.