Beberapa dari Anda mungkin berpikir money management dalam trading hanya untuk trader dengan portofolio raksasa. Tahukah Anda bahwa sebenarnya money management itu wajib dikuasai oleh setiap trader terlepas apakah uangnya kecil atau besar.

Menjadi seorang trader itu mirip seperti menjadi seorang jenderal dan uang Anda adalah pasukan yang Anda miliki, sebagai jenderal yang baik JANGAN buang-buang pasukan seenaknya. Dalam mengatur portofolio dengan size yang kecil, Anda harus pintar pintar memilih kemana pasukan Anda harus dikerahkan.

Sebelum memulai trading, sebenarnya sebaiknya Anda pelajari caranya terlebih dahulu. Ibarat sebelum si jenderal berperang, dia akan pergi ke sekolah militer terlebih dahulu. Kenapa? Karena sebanyak apapun modal Anda, tanpa disertai pengetahuan yang benar cepat atau lambat akan habis juga. Mau portofolio Rp 5M atau Rp 5 juta, tanpa ilmu yang bener lama-lama akan habis juga. Jangan Anda pikir dengan portofolio Rp 5M maka daya tahan modal Anda lebih kuat. Karena sebenarnya jumlah modal hanyalah ilusi, pada akhirnya yang berbicara adalah skill dan pengalaman.

Diversification for small money

Pertama-tama adalah berapa jumlah uang yang masuk dalam kategori “small”. Rp 100 juta bagi beberapa orang itu adalah big money, tapi bagi yang lain belum tentu loh. Nah sekarang, coba Anda pikirkan baik-baik berapa small money Anda?

Katakanlah small money Anda bernilai Rp 10 juta, berarti tanamkan dalam otak Anda bahwa ini adalah pasukan Anda. Kemudian uang Rp 10 juta ini, silahkan Anda bagi porsinya ke beberapa jumlah saham. Kalau dengan uang Rp 10 juta, Anda bisa membagi ke 3 atau 2 jenis saham saja dan jangan membagi ke terlalu banyak saham. Kenapa? Karena nanti hasilnya ga akan nendang.

Sekarang, katakanlah saham A yang Anda beli naik 10%, keuntungan Anda pada saham A adalah Rp 500.000 (5% portofolio) kalau keduanya naik 10% maka total return portofolio Anda adalah 10% (Rp 1 juta).


Sekarang coba Anda bayangkan Anda membeli 10 jenis saham

Jika saham A naik 20% pun, Anda hanya untung Rp 200 ribu (2% portofolio). Belum lagi di antara 10 saham ini ada yang cut loss. Anda perlu mengejar keuntungan dalam percentage yang lebih besar. Secara praktis untuk Anda mengejar keuntungan di atas 20% waktu yang diperlukan adalah 2 bulan ke atas.

Jika Anda menggunakan uang yang kecil sebenarnya untungnya akan lebih “nendang” jika Anda menerapkan strategi buy and hold jangka menengah atau sering disebut juga strategi trend following. Dengan menggunakan strategi trend following, Anda berpotensi memperoleh profit puluhan hingga ratusan persen per transaksi dengan risiko <8% (lebih kecil dari 8%).

Sedangkan dengan portofolio yang besar, Anda menerapkan strategi swing trading saja sebenarnya profitnya sudah akan cukup “nendang”. Apalagi kalau Anda menerapkan strategi trend following pada portofolio Anda yang besar, keuntungannya akan berlipat-lipat.

Defense Strategy for Small Money

“Attack wins you games, defense wins you titles.” Sir Alex Ferguson

Dalam trading saham juga berlaku demikian, bukan metode paling canggih dan mutakhir yang menang. Kalau urusan metode sebenarnya Anda bisa pake metode yang Anda pelajari di workshop Super Performance Trader atau mengikuti rekomendasi dari Gold Premium Access. Selebihnya tinggal money management dan psikologi trading.

Jika money management Anda berantakan, itu akan berdampak pada psikologi Anda sebagai seorang trader. Anda HARUS melindungi uang Anda dan juga psikologis Anda. Jika mereka goyah, secanggih apapun metode yang Anda gunakan tidak akan bisa menghantarkan Anda menjadi trader yang profitable.

Money management adalah defence strategy Anda dalam mengelola uang kecil. Dengan uang kecil, kita tidak mau terseret-seret dalam loss. Jangan sekali-sekali Anda berpikir untuk hold kerugian Anda. Bagi Anda yang masih baru dalam trading saham, bisa jadi Anda bingung apa yang harus Anda lakukan jika saham Anda turun. Bisa jadi mereka panic dan keluar terlalu cepat atau bisa jadi mereka biarkan turun sehingga seharusnya cut loss malah dibiarkan turun lebih dalam.

Di dalam Gold Premium Access, kita akan memberitahu pada Anda apa yang harus Anda lakukan jika saham Anda turun. Jadi, sebelum Anda beli, kita sudah beritahu pada harga berapa sebaiknya untuk saham tersebut Anda cut loss untuk menghindar kerugian yang lebih dalam. Karena, tidak mungkin semua saham yang Anda beli akan untung semua, maka rencana pembatasan risiko ini sangat penting.

Jadi, sebenarnya Anda tidak perlu takut jika mendengar saham teman Anda rugi hingga 50%, karena Anda tidak akan mungkin mengalami hal tersebut! Kuncinya simple sekali, jika tidak mau sampai rugi 50%, ya berarti sebelum 50% Anda cut loss. Mungkin di 6-10% Anda melakukan cut loss sehingga Anda tidak perlu mengalami portofolio yang “nyangkut”. Jika Anda konsisten dalam melakukan pembatasan risiko 6%-10% dan profit taking yang besar, seperti puluhan sampai ratusan persen melalui Gold Premium Access. Maka, Anda pada akhirnya akan menerima keuntungan. Ini adalah cara Anda “bertahan hidup” dalam dunia trading, dengan membatasi kerugian dan memaksimalkan keuntungan.

Trading juga seperti marathon, bukan pelari tercepat yang menang, tapi yang paling mampu bertahan sampai garis finish. Anda harus pintar-pintar mengatur “nafas” (modal) Anda dalam trading. Tidak usah terburu-buru terlalu cepat ingin profit besar, santai saja dan nikmati prosesnya, Anda PASTI akan sampai ke tujuan dengan selamat.