Hari ini, sektor infrastruktur dan konstruksi menjadi sorotan, lantaran akan segera dijatuhkannya sanksi atas kecelakaan yang sering terjadi. Lantas, masihkah ada harapan bagi kedua sektor ini untuk menguat? Simak pembahasannya berikut ini.
Hari ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akhirnya telah memberikan rekomendasi sanksi yang akan dikenakan terhadap 3 emiten yakni, ADHI, WSKT dan WIKA terkait kecelakaan kerja yang terjadi beberapa waktu lalu.
Dalam rekomendasi sanksi tersebut, menteri PUPR membaginya menjadi 6 poin penting. Poin pertama mencakup rekomendasi mengenai langkah-langkah yang akan diambil Kementerian BUMN atas hasil audit Komite Keselamatan Konstruksi, baik dari sejumlah investigasi kecelakaan proyek maupun pascapenghentian pekerjaan konstruksi layang.
Sementara itu, butir kedua sampai kelima mengenai rekomendasi pemberian sanksi kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Hutama Karya (Persero). dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), masing-masing sesuai dengan dampak yang ditimbulkan.
Menteri PUPR juga menyatakan pihaknya merekomendasikan kepada Menteri BUMN agar dibentuk unit khusus yang bertanggung jawab pada pengawasan kualitas, keamanan, kesehatan, dan lingkungan. Pembentukan unit ini diharapkan bisa menjadi mekanisme pengawasan pada proyek-proyek selanjutnya.
Sanksi ini tentunya akan berdampak negatif untuk pergerakan saham konstruksi dalam jangka pendek. Namun, untuk kedepannya, sanksi ini justru bisa berdampak positif, karena akan meningkatkan kualitas proyek dan kinerja emiten konstruksi akan semakin meningkat.
Oleh karena itu, view kami untuk sektor konstruksi saat ini masih positif.
Sementara itu, di sektor infrastruktur mendapat tekanan akibat aturan ganjil-genap di pintu tol Bekasi Barat dan Timur, yang menurunkan lalu lintas hingga 35%. Saham yang paling berdampak akibat peraturan ini ialah JSMR yang merupakan pengelola sebagian besar ruas tol tersebut.

Secara teknikal, saham JSMR saat ini juga telah breakdown support, dan masih berpotensi melanjutkan penurunannya. Bagi Anda yang ingin beli saham ini, sebaiknya hindari dulu dan tunggu hingga ada sinyal penguatan atau pembalikan arah dari saham ini.
Pergerakan IHSG hari ini kembali berada di zona merah. Apakah ini menandakan saatnya untuk memborong saham atau justru wait and see dulu? Dapatkan strateginya hanya di premiumaccess.id/web
Salam profit