Saham Paling Top di 2017 dan Peluangnya di 2018

Tahun 2017 yang lalu merupakan tahun berkah bagi Anda yang berinvestasi sejak dari awal tahun 2017.

Bagaimana tidak, di pasar Amerika, indeks Dow Jones bertumbuh 24.38 % sepanjang tahun 2017.

Demikian pula dengan Indonesia, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) bertumbuh 20.13 % sejak hari pertama perdagangan di 2017 yang dibuka di level 5290 hingga di penghujung tahun 2017 yang ditutup di level 6355.

Apa sebenarnya yang mendorong indeks bergerak signifikan di 2017 dan apakah sentiment tersebut masih akan berpengaruh untuk 2018?

Saham-saham apa saja yang menjadi pendongkrak IHSG untuk melaju ke level tertingginya? Dan masih bolehkah saham tersebut dibeli di 2018 ini? Apakah saham tersebut masih akan menjadi primadona di 2018?

Pendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan di 2017 & 2018

Bicara tentang naiknya IHSG, tentunya tidak terlepas dari berbagai faktor, antara lain faktor global, faktor nasional, dan juga faktor mikro dari saham-saham penggerak indeks itu sendiri.

Dari global, Jerome Powell sebagai pemimpin Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang menggantikan Janet Yellen diperkirakan masih akan melanjutkan kebijakannya yang pro ekonomi dan masih akan menaikkan suku bunga Amerika sepanjang tahun 2018 ini.

Pemangkasan pajak di Amerika juga berpotensi memberikan tekanan terhadap bursa Indonesia. Sementara itu, disisi lain China terus meningkatkan jumlah konsumsi dan mengurangi produksi barang komoditasnya, seperti batubara dan logam, sehingga akan bisa mendorong kenaikan saham-saham tambang di Indonesia.

Dari dalam negeri, kenaikan rating oleh Fitch pada akhir tahun 2017 kemarin berhasil membawa IHSG menembus rekor all time high-nya di level 6445. Namun, kenaikan IHSG yang terlalu cepat berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek ini.
Apa saja sektor dan saham pendongkrak IHSG di 2017?

Kenaikan IHSG tidak terlepas dari pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar, yang seringkali disebut dengan saham blue chips, yang memiliki peran besar / weight lebih besar dalam penghitungan IHSG.

Pergerakan IHSG di 2017 ini sangatlah menarik.

Bagaimana tidak, seperti yang terlihat dalam chart berikut ini, bahwa investor asing keluar dari IHSG sejak pertengahan 2017 hingga akhir 2017 dan mengalihkan investasinya ke obligasi pemerintah, yang pada waktu itu memang dianggap memberikan imbal hasil cukup besar dan dianggap safe heaven, dengan bond yield 10 tahun di angka 6.47 %.

Dua sektor utama yang menjadi pendongkrak IHSG adalah sektor Perbankan / Financial, dan sektor Consumer Goods (barang konsumsi).

Sektor perbankan sendiri menyumbang weight sekitar 14.28 % bagi penghitungan IHSG. Sementara itu, sektor Consumer Goods menyumbang weight sekitar 9.81 % bagi pergerakan IHSG.

Saham apa dari kedua sektor ini yang melaju signifikan? Masihkah akan melaju di 2018? Masihkah boleh dibeli?

Dari sektor perbankan sendiri, saat ini kami melihat ada 4 saham yang sangat menarik di 2017 dan masih akan melanjutkan trend naiknya di 2018, yaitu BBNI, BBRI, BBCA dan BMRI

Meski demikian, ada beberapa resiko di tahun 2018 yang perlu diwaspadai pada sekitar akhir kuartal 1 2018 (sekitar bulan April – Mei), dan memasuki pertengahan tahun, di mana investor besar cenderung melakukan rebalancing, profit taking, dan bahkan bisa mengalihkan investasinya ke instrument lain seperti obligasi.

Nah berikut ini adalah top 10 saham big caps yang cemerlang di 2017:

Kode SahamNama PerusahaanSektorKinerja YTD
BDMNBank Danamon IndonesiaFinance89%
BBNIBank Negara IndonesiaFinance80%
UNTRUnited TractorsRetail68%
BBRIBank Rakyat IndonesiaFinance50%
TPIAChandra Asri PetrochemicalBasic Industry48%
INTPIndocement Tunggal PerkasaBasic Industry43%
UNVRUnilever IndonesiaConsumer Goods39%
BBCABank Central AsiaFinance36%
BMRIBank MandiriFinance36%
GGRMGudang GaramConsumer Goods32%

Performa Trading 2017

Bagaimana dengan trader, terutama di Premium Access ?
Bagaimana kinerja saham-saham yang direkomendasi Premium Access dibandingkan dengan kinerja IHSG dan saham-saham berkapitalisasi besar?

Kami bersyukur bahwa saat ini, Premium Access berhasil memberi kinerja yang jauh lebih tinggi dari performa IHSG 2017.

Meski memasuki bulan November 2017 kemarin pasar mengalami volatilitas yang cukup besar, sehingga mengakibatkan banyak saham kena pembatasan risiko / stop loss, dan banyak juga member yang sempat mengeluhkan karena pasar sangat volatile dan sering kena stop loss… kami tetap menyarankan untuk disiplin pada Key Action Strategy yang sudah kami berikan melalui Premium Access.

Dan pada akhir tahun, kami sangat senang bahwa secara overall portfolio kami di Gold Premium Access bisa memberi kinerja positif yang melebihi return IHSG.

Sejak bulan Agustus 2017 yaitu ketika Gold Premium Access dirilis, hingga tutup tahun 2017, setelah mengurangi total keuntungan sebesar 651.39%dengan total kerugian karena stop loss sebesar 388.3%, Gold Premium Access berhasil membukukan net profit sebesar 263.09% untuk saham-saham yang sudah terjual.

Sementara itu, untuk saham-saham yang masih tersimpan manis dalam portfolio (karena belum waktunya dijual), pada akhir tahun 2017, Gold Premium Access berhasil mencetak keuntungan sebesar 213.97%.

Untuk detil transaksi Premium Access, akan kami perlihatkan pada acara Market Outlook 2018 pada tanggal 19 Januari 2018 mendatang.

Pertanyaannya, saham apa saja sih yang berhasil mendongkrak kinerja trading dalam Premium Access?
Meski boleh kami akui, bahwa keberhasilan kami dalam trading bukan terletak pada soal profit, namun keahlian dalam membatasi kerugian, berikut ini kami tampilkan top 10 saham-saham yang sempat nangkring dalam portofolio Gold Premium Access 2017 dan berhasil mendongkrak portofolio ke level profit ratusan persen.

Top 10 Saham Gold Premium Access Tahun 2017

SAHAMPROFIT
RIMO221%
TOPS213%
INDY146%
INKP125%
MARK124%
NKIL62%
TKIM61%
BBTN51%
BKSL47%
MEDC44%

Anda ingin belajar dan dibimbing untuk dapat return lebih dari IHSG? Yuk bergabung sebagai member dalam Gold Premium Access di bit.ly/goldpremiumaccess

Peluang di 2018

Apa saja saham yang bakalan moncer di 2018 baik saham big caps, maupun saham untuk trading, sehingga bisa rocketing seperti Gold Premium Access??

Untuk investasi, jika Anda suka saham-saham berkapitalisasi besar dari IHSG, dari beberapa saham yang memberi kinerja positif buat IHSG, ada 3 yang secara fundamental masih akan positif di tahun 2018, terutama untuk investasi, antara lain:

1. BDMN: Bank Danamon sedang dalam proses diakuisisi oleh Mitsubishi UFK Financial Group (MUFG), dimana MUFG merupakan salah satu grup perbankan terbesara di dunia. Selain itu, harga akuisisi BDMN oleh MUFG ini termasuk tinggi yaitu di harga 8000. Padahal harga BDMN sendiri baru di kisaran 5800-6000 sebelum diumumkan.

2. UNTR: United Tractors bukan hanya bergerak di lini penjualan alat-alat berat, namun juga mempunya bisnis di batubara. Kenaikan harga batubara tahun lalu, membuat perusahaan meningkatkan jumlah produksi batubaranya. Kenaikan harga batubara tersebut juga memberikan dampak pada kenaikan penjualan alat-alat berat (bisnis utama perusahaan) hingga 108% YoY dari 309 unit menjadi 409 unit.

3. GGRM: Menjelang awal tahun 2018 nanti, pemerintah akan mulai menerapkan beberapa kebijakan terkait industri rokok Indonesia, salah satunya ialah terkait kenaikan pajak rokok yang akan semakin rendah.

Biasanya tarif cukai rokok naik antara 10-11% per tahun, maka pada tahun 2018 nanti pajak rokok hanya akan berada dikisaran 7-9%. Hal ini tentunya akan semakin menguntungkan bagi GGRM, apalagi pemerintah juga akan semakin mempermudah proses perpajakan rokok di Indonesia nanti.

Bagaimana dengan peluang trading untuk mendapat profit lebih besar dari IHSG?

Yang namanya trading, kita tidak batasi pada saham big caps ataupun small caps.
Apa pun yang menjadi peluang dan masuk kriteria trading kami, pasti akan kami pilih untuk trading. Demikian pula sebaliknya.

Jadi, untuk trading, butuh kecepatan dalam menganalisis dan butuh kecepatan untuk mengambil keputusan. Pilihan sahamnya pun bisa berubah cepat jika saham yang dipilih turun menyentuh level pembatasan resiko.

Sejak bulan Agustus 2017 yaitu ketika Gold Premium Access dirilis, hingga tutup tahun 2017, setelah mengurangi total keuntungan sebesar 651% dengan total kerugian karena stop loss sebesar 388%, Gold Premium Access berhasil membukukan net profit sebesar 263% untuk saham-saham yang sudah terjual.

Sementara itu, untuk saham-saham yang masih tersimpan manis dalam portfolio (karena belum waktunya dijual), pada akhir tahun 2017, Gold Premium Access berhasil mencetak keuntungan sebesar 213.97%.

Jadi, sebaiknya Anda segera bergabung sebagai member Gold Premium Access 2017 di bit.ly/goldpremiumaccess , karena sebagai member Anda akan mendapatkan banyak sekali fasilitas, tidak hanya update saham harian, namun juga gathering GRATIS (non member berbayar), seperti yang Anda akan dapatkan pada Market Outlook 19 Januari 2018 mendatang.

Please follow and like us:

You might also like More from author

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.