Pada hari ini, kenaikan di sektor Agriculture berhasil membuat IHSG bertahan di zona hijau, dengan penguatan hingga 0,10%. Kenaikan sektor ini mendominasi pergerakan sektoral secara keseluruhan, dengan penguatan terbesar di alami oleh SIMP, GZCO, LSIP dan AALI.

Lalu, apakah sebenarnya penyebab dibalik kenaikan saham-saham CPO sore ini? Akankah kenaikannya terus berlanjut? Simak pembahasannya berikut ini.

Saham-saham emiten CPO hari ini merilis laporan keuangan Full Year 2017, dan langsung mendominasi pergerakan IHSG.

Misalnya AALI, untuk tahun 2017, perseroa berhasil membukukan pendapatan hingga  sebesar Rp 17,31 triliun, atau naik 22,55% bila dibandingkan dengan pendapatan tahun 2016 sebesar Rp 14,12 triliun.

Kemudian LSIP juga berhasil membukukan laporan yang cukup bagus, dengan kenaikan yang cukup signifikan di segmen penjualan hingga Rp4,73 Triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp3,84 triliun.

Lalu, apakah kenaikan sektor CPO hanya dipengaruhi oleh rilisnya laporan keuangan saja?

Tentu saja tidak, setelah tertekan selama beberapa hari terakhir, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) akhirnya mulai menunjukkan penguatan. Harga CPO kontrak pengiriman Mei 2018 tercatat menguat 0,32% ke level RM 2.497 per metrik ton dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Kenaikan harga CPO ini terutama ditopang oleh data penurunan produksi minyak sawit Malaysia yang mendorong pulihnya harga komoditas minyak nabati ini. Berdasarkan data dari Southern Palm Oil Millers Association (SPPOMA), produksi minyak sawit Malaysia untuk periode 1-20 Februari 2018 turun sebesar 22,6% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.

Tidak hanya itu saja, embargo minyak sawit yang dilakukan Eropa dan India, akhirnya membuat pemerintah Indonesia memutuskan untuk memulai penjajakan negara baru untuk mengembangkan ekspor di sektor CPO, seperti Spanyol, Italia, Malaysia dan Korea Selatan.

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) awal tahun ini juga dikabarkan baru saja memenangkan Indonesia dan mencabut pengenaan bea masuk anti-dumping yang dilakukan UE. Hal ini tentu saja akan menjadi kabar gembira untuk para emiten CPO di Indonesia. Sebab, dengan dicabutnya kebijakan anti dumping tersebut, maka para eksportir CPO bisa menjual CPO lebih mahal dan mendongkrak kenaikan harga CPO.

Saat ini, beberapa saham CPO telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, misalnya AALI (3,98%), GZCO (8,57%), LSIP (7,19%) dan SIMP (17,14%). Apakah kenaikan ini masih bisa berlanjut?

Tentu saja. Malahan, kenaikan ini bisa jadi merupakan tanda awal kebangkitan saham CPO yang sudah tertidur cukup lama. Jadi, bagi Anda yang menyukai sektor perkebunan, Anda mulai bisa melirik beberapa saham dengan fundamental yang bagus seperti AALI dan LSIP. Trade your stock and enjoy your profit.

Salam profit,