Coba sekarang Anda bayangkan, Anda baru saja membeli saham X. Kemudian saham tersebut Anda tinggal selama 2 minggu entah karena urusan dinas, atau liburan, atau apapun alasannya. Kemudian Anda kaget, saham tersebut malah turun 20% dari posisi Anda beli. Anda harus melihat porto Anda menjadi merah membara. Kemudian Anda berpikir, apakah harus di cut loss?

Menjadi seorang trader, menghadapi loss adalah hal yang pasti. Seperti menjadi seorang petinju, mengalami luka-luka adalah hal yang pasti. Tidak ada satu metode pun di dunia ini yang bisa menjamin Anda untuk tidak mengalami loss dan menjadi seorang trader sakti, tidak ada yang namanya holy grail dalam dunia trading.

Lantas, apakah dalam trading Anda dan saya benar-benar PASTI akan mengalami kerugian?

Jawabannya adalah IYA!

Tapi bukan berarti Anda harus takut.

Saya mengerti, ketika portofolio Anda -20% rasanya sakit sekali jika harus di cut loss. Rasanya sayang banget mau di cut dan ada rasa cemas dalam hati bahwa takutnya waktu saya cut harganya malah naik.

Sebelum kita cari solusinya, sekarang mari kita kaji ulang beberapa alasan seseorang bisa loss pada saham.

  1. Tidak tahu arah mau kemana

Alasan pertama adalah kebanyakan trader tidak menguasai analisis teknikal dengan benar sehingga mereka tidak mengetahui arah harga mau kemana. Pada saat Anda buka monitor dan melakukan analisa, Anda sudah HARUS tahu kemana harga akan bergerak. Setidaknya arahnya Anda harus benar terlebih dahulu sehingga Anda bisa beli.

Arah harga akan kemana hanya bisa Anda jawab dengan menguasai analisis teknikal dengan baik. Tidak dengan feeling-feeling yang tidak jelas datangnya dari mana. Saya yakin, 100% saya yakin belajar analisis teknikal untuk mengetahui arah harga itu bisa Anda kuasai dalam waktu beberapa bulan, tidak lama! Asal Anda memang mau sempatkan waktu 20-30 menit per hari untuk latihan. Jika Anda tahu kemana arah angin akan bergerak maka selebihnya tinggal menyesuaikan layar kapal Anda saja.

  1. Tidak siap

Kemudian kalau Anda tahu arahnya akan naik, apakah Anda langsung saja melakukan pembelian? Jika ya, apakah Anda sudah siap jika saham Anda malah turun mengenai level proteksi?

Sebelum Anda klik tombol BUY yang berwarna hijau itu, dalam otak Anda sudah harus bisa menjawab kalau-kalau ini kena level proteksi, apakah sudah siap? Sudah siap berarti Anda TAHU UANG ANDA JADI BERAPA setelah kena level proteksi.

Anda harus mampu menjawab YA sebelum Anda klik buy tersebut. Kenapa?

Karena kalau Anda tidak siap, pada saat harga nanti turun dan belum mengenai level proteksi Anda sudah buru-buru cut loss dan kemudian harga berbalik naik. Atau waktu harga baru naik 5% Anda sudah buru-buru profit taking sehingga tidak optimal.

;

Siap disini berarti Anda “tidak peduli” harga mau naik atau turun, toh yang penting stop loss sudah terpasang untuk melindungi modal Anda kalau-kalau harga tidak bekerja sesuai yang diharapkan.

  1. Guessing

Anda menebak harga atau Anda melakukan praktek guessing game. “Ah coba dikit lah kayaknya emang mau naik ini.”

Kalau sudah tahu mau coba-coba berarti Anda harus commit dong kalau ternyata dia gagal?

Sebisa mungkin Anda jangan menebak harga mau kemana. “Trade what you see, not what you think.”

Ini penting sekali, semua trader berhasil sangat tahu akan prinsip ini. Bukan yang kita pikirkan yang penting, tapi apa yang memang terlihat dari chart. Harga kalau memang akan naik, dia akan menunjukkan ciri-ciri tertentu, yang itu semua bisa Anda pelajari di workshop Super Performance Trader dengan komplit.

Jika tidak ada ciri-ciri tersebut, gimana?

Ya jangan trade

Tapi feeling saya ini akan naik, boleh beli?

Hadeeuuhhh…. Silahkan Anda jawab sendiri ya..hehehe..

Setidaknya itulah 3 alasan seseorang mengalami kerugian. Lantas bagaimana kalau sudah terlanjur?

“Saya mau tobat deh, lain kali ga akan lagi deh”

Kira-kira begitu gumam Anda dalam hati.

Tatkala Anda sebenarnya mengikuti trading plan dengan benar, tapi Anda lupa memasang stop loss karena mungkin Anda memang sedang traveling atau sedang dalam pekerjaan dinas. Kemudian, Anda mengalami penyesalan karena hal tersebut. Anda merasa tidak enak dan ingin waktu diputar kembali.

Bisakah demikian?

Tentu saja kita tidak bisa memutar ulang waktu kembali yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki diri agar hal tersebut tidak terulang kembali.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar Anda recover dari loss Anda

  1. Ampuni diri sendiri

Ampunilah diri Anda sendiri dan sadari bahwa Anda adalah manusia, sama seperti semua orang yang tidak sempurna dan kadang melakukan kesalahan. Terimalah bahwa kali ini Anda melakukan kesalahan.

Terima saja bahwa kali ini Anda mengalami kekalahan dan harus mengambil beberapa step mundur.

Bisa saja saat itu memang pasar sedang tidak mendukung, banyak saham mengalami false breakout, harga sudah lari kemudian malah berbalik arah dan Anda mau tidak mau harus cut. Mungkin saat itu Anda sedang confident dan membeli terlalu banyak.

Ampuni diri Anda, Anda tidak bisa memperbaiki masa lalu, Anda tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Tapi, Anda bisa mengubah masa depan Anda. Bukan berarti Anda loss kali ini riwayat trading Anda tamat, Anda hanya loss sementara. Tanamkan itu dalam benak Anda, ini hanya sementara dan ini akan berlalu!

Bayangkan diri Anda suatu hari nanti berhasil luar biasa dari trading, Anda mampu sharingkan pengalaman Anda ketika menghadapi loss tersebut kepada junior-junior Anda bukan?

  1. Take a Rest!

Anda harus istirahat sejenak dari trading. Tutup chart itu, mute broker Anda dan lupakan sejenak. Lakukan hal lain yang menyenangkan Anda, seperti berlibur, memasak makanan enak, atau main futsal, dsb. Intinya Anda harus mengalihkan focus Anda dari loss menjadi hal yang menyenangkan.

Hidup ini seperti chart, ada polanya. Kalau Anda terlalu berfokus pada loss, maka pola frekuensi otak Anda menitikberatkan pada loss. Maka tidak heran, jika Anda paksakan trading, tradingan Anda makin loss! Anda harus focus pada hal-hal yang menyenangkan bagi Anda karena focus pada hal yang baik akan mendatangkan hal yang baik bagi Anda.

Jika Anda sedang mengalami loss beruntun, langsung berhenti ! Karena saat itu, bisa saja nasib Anda sedang di bawah, polanya sedang dibawah. Anda harus rusak pola itu dengan melakukan hal yang bertolak belakang secara ekstrim positif.

Hal ini juga bermanfaat agar pikiran Anda lebih fresh dan siap menghadapi pasar.

  1. Keep on Having Faith

Tetaplah memiliki iman bahwa semua pada akhirnya akan baik-baik saja. Metode apapun yang Anda kuasai, itu semua bisa bekerja! Ya! Semuanya akan bekerja.

Tapi sama seperti semua metode, ada kalanya metode tersebut bisa stuck dan tidak bekerja. Ibarat manusia, dia ada porsi gagalnya dan porsi berhasilnya. Itu harus dilalui, selama Anda memakai metode tersebut, ingat baik-baik, kalau perlu Anda capture saat-saat Anda berhasil meraih profit tersebut. Screenshot portofolio Anda ketika hijau subur dan panen profit tersebut. Ketika saat-saat down terjadi, buka kembali screenshot tersebut bahwa Anda pernah untung loh dengan metode ini.

Yang perlu Anda lakukan adalah setia dengan metode tersebut, JANGAN GONTA-GANTI METODE! Kalau Anda ganti metode, hasilnya adalah Anda tidak akan betul-betul memahami metode tersebut dengan mendalam dan pada akhirnya percuma saja.

Dengan melakukan ketiga hal tersebut saya yakin Anda mampu recover dengan baik pada saat-saat yang buruk terjadi. Ingatlah bahwa semua trader sukses juga pernah mengalami momen kerugian beruntun yang seperti Anda pernah alami. Dengan mempu mengampuni diri sendiri, stop sebentar, dan tetap memegang teguh pada metode Anda, maka Anda akan mampu melewati masa-masa sulit tersebut dengan baik.

Salam Profit!

DAFTAR PREMIUM ACCESS MEMBERSHIP