Hal yang terpenting ketika Anda masuk ke dalam pasar saham adalah pahami dulu strategi apa yang akan digunakan. Anda harus tahu dari awal strategi seperti apa yang akan digunakan?

 

Bagus banget jika pada saat ini Anda belum buka account atau baru akan buka account dan sekarang Anda sedang belajar terlebih dahulu. Anda sebagai seorang trader maupun investor itu ibarat seorang dokter bedah. Anda adalah dokter bedah bagi keuangan Anda sendiri.

 

Sungguh berbahaya sekali jika Anda sebagai seorang dokter yang sekedar bedah – bedah aja. Seorang dokter perlu belajar, kontraktor yang bangun rumah juga perlu belajar, apapun profesinya, perlu belajar. Makanya saya akan ucapkan selamat jika Anda mau menyisihkan waktu Anda untuk belajar terlebih dahulu.

 

Kemudian strategi apa yang bisa Anda pelajari? Apa sih bedanya trading dan juga investasi saham?

 

Investasi Saham

 

Jangka waktu panjang

Dalam investasi saham, diperlukan jangka waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan trading. Buat saya, investasi saham itu minimal 5 tahun. Kenapa? Karena kalau dibawah 5 tahun itu, siklusnya masih belum maksimal.

 

Beli bisnis, bukan saham

Mindset untuk investor saham ini adalah membeli bisnis bukan membeli saham. Anda bisa contoh mindset seorang Warren Buffett ketika membeli sebuah saham. Jadi Warren Buffett menganggap ketika membeli saham, jangan menganggap Anda sedang membeli sebuah saham, tapi anggaplah Anda sedang mengakuisisi sebuah perusahaan. Sehingga salah satu yang perlu Anda perhatikan adalah bisnis model.

 

Bisnis model dari perusahaan yang Anda beli haruslah sederhana dan mudah dimengerti.

 

Bisnis model yang dipilih sebaiknya adalah bisnis model yang tidak mudah terdisrupsi. Contohnya adalah blue bird dan taxi express adalah bisnis model yang gampang terdisrupsi. Mereka terdisrupsi oleh taxi online.

 

Untuk long term investing pilihnya bisnis model yang sifatnya basic dan dibutuhkan oleh semua kalangan masyarakat, seperti misalnya produk dari Unilever (UNVR). Sektornya adalah consumer goods.

 

 

Analisis Fundamental

Kemudian dalam investasi jangka panjang, Anda menggunakan analisis fundamental. Analisis fundamental tidak melulu berbicara tentang angka. Banyak orang ketika mendengar kata analisis fundamental, yang dipikirkan cuma satu, yaitu valuasi. Padahal valuasi adalah sebagian kecil dari analisis fundamental.

 

Analisis fundamental mencakup 2 hal utama, yaitu kualitas perusahaan dan kuantitas.

 

Kualitas perusahaan ini yang perlu diperhatikan adalah bisnis model dan management dari perusahaan.

 

Untuk kuantitas, yang perlu Anda perhatikan dari sebuah perusahaan adalah profitability atau kemampuan perusahaan menghasilkan laba.

 

Setelah itu barulah kita berbicara tentang valuasi. Tapi, yang akan kita pelajari saat ini bukanlah tentang ini, melainkan sebuah strategi yang lebih simple yang bisa langsung Anda praktekkan dan cuannya bisa lebih banyak.

 

Profitnya bisa ratusan% hingga ribuan % dalam hitungan beberapa tahun

Waktu itu saya beli saham Ciputra (CTRA) dan hold hingga menghasilkan keuntungan 1600% dalam waktu 5 tahun.

 

Begitulah investasi saham, hanya beli dan kemudian tinggalkan saja. Dalam hitungan tahunan profitnya bisa gulung menggulung. Asal, perusahaan yang Anda beli adalah perusahaan yang bagus dan kuat.

 

Kalau Anda beli perusahaan yang jelek, bisa-bisa uang yang Anda investasikan setelah beberapa tahun malah bisa gulung tikar alias bangkrut dan uang Anda hilang.

 

Trading Saham

Kalau Anda lebih memilih untuk jual beli saham dalam jangka pendek dan Anda memilih untuk jadi pedagang, maka mindsetnya betul-betul sangat berbeda dengan investor saham.

 

Bayangkan jika dari awal Anda sama sekali tidak mengerti Anda mau jadi tipe yang apa, maka bingung. Ketika bingung maka akan sangat berbahaya sekali untuk Anda. Ketika Anda bingung, Anda tanya sana sini malah makin bingung karena orang yang Anda tanya bisa jadi memiliki pandangan yang sangat berbeda.

 

Jangka pendek (days – months)

Jangka waktu dari beli dan jual bisa dalam beberapa hari hingga beberapa bulan. Lebih cepat dibandingkan investasi.

 

Analisis Teknikal

Dalam trading saham, berbeda dengan investasi saham. Jika dalam investasi saham, kita menggunakan analisa teknikal, yaitu analisa grafik harga saham.

Didalam trading sendiri terbagi menjadi 2, yaitu swing trading dan Super Trader™ yang nanti akan Anda pelajari.

 

Super Trader™

Di dalam swing trading, potensial profit nya paling berkisar 10%-20% saja. Profit dari Super Trader™ ini lebih baik karena menawarkan potensi profit puluhan hingga ratusan persen dalam waktu beberapa bulan.

 

Selain itu, trading menggunakan strategi ini juga lebih santai sehingga Anda bisa trading sambil tetap melakukan kesibukan keseharian Anda. Dengan menggunkana strategi ini sangat memungkin jika Anda ingin trading for living.

 

Apa itu trading for living? Trading for Living artinya memunuhi kebutuhan hidup dari hasil trading Anda. Bagaimana sih caranya agar bisa trading for living? Apa yang harus diperhatikan?

 

  1. Hitung biaya hidup

Coba Anda hitung, berapa biaya hidup Anda selama ini? Perbulan Anda spend uang berapa untuk kebutuhan-kebutuhan Anda?

 

Biaya hidup ini kemudian menjadi target yang harus Anda hasilkan dalam trading Anda. Trading itu sama sekali tidak bisa dipaksa dan Anda tidak bisa memaksakan Anda harus untung sekian. Bagaimana jika dalam kondisi tersebut harga saham cenderung turun? Tentu sama sekali tidak bisa dipaksa bukan?

 

Biaya hidup yang Anda hitung bisa ditambahkan dengan kebutuhan Anda untuk menabung dan investasi lagi, atau kebutuhan di masa depan seperti misalnya tahun depan anak Anda akan masuk sekolah dan butuh biaya tambahan. Masukkanlah itu semua dalam perhitungan Anda.

 

  1. Hitung average gain/skill

Kemudian, hitunglah berapa yang bisa Anda hasilkan dalam trading Anda. Berapa hasilnya? Apakah sudah bisa konsisten?

 

Jika sudah mampu konsisten maka Anda sudah berapa dalam step kedua ini.

 

  1. Siapkan modal

Yang selanjutnya adalah siapkan modal Anda. Bandingkan itu dengan kemampuan trading Anda sehingga Anda tahu berapa yang harus Anda siapkan untuk bisa trading for living.

 

Contoh

Biaya hidup Rp 20 juta

Average gain 30% per 3 bulan

Berapa modal yang dibutuhkan?, Rp 200.000.000