Nabung Saham : Cara Menabung Bijak Yang Bikin Kaya

Sejak kecil, baik di sekolah maupun di rumah, kita selalu diajarkan untuk menabung. Budaya menabung adalah budaya yang baik karena dengan menabung kita tidak menghamburkan semua penghasilan kita dan memiliki simpanan.

Kalau dulu kita gemar nabung di celengan, sekarang kita sudah mengenal bank dan kemudahan yang diberikan bank atas akses terhadap uang kita. Oleh karena itu, kita mulai menabung di bank.

Kita menabung karena ingin kaya. Namun apakah menabung bisa bikin kita kaya? Mari kita simak ulasan berikut.

Menabung di Bank

 

Anda pasti punya tabungan dan rekening bank. Selain lebih aman, menabung di bank juga memberikan kita bunga. Oleh karena itu, kita suka menyimpan uang kita di bank.

Mari kita simak kisah Andi yang juga suka menabung di bank. Andi adalah seorang karyawan swasta yang suka menabung di bank. Dari penghasilannya setiap bulan, ia menyisihkan Rp 10 juta untuk ditabung di bank.

Andi mulai menabung di awal tahun 2017 sebesar Rp 10 juta setiap bulannya dengan rata-rata imbal hasil 5,2% per tahun.

Sepuluh tahun kemudian hingga Oktober 2017 ini, jumlah uang yang ditabung Andi adalah Rp 1,3 milyar.

Anda bisa lihat simulasi lengkapnya di bit.ly/simulasinabungEMI

Dalam sepuluh tahun menabung di bank Andi mendapat bunga Rp 365.762.984,41. Angka ini lumayan besar untuk sebuah investasi mudah karena hanya beli rutin dan ditinggalkan saja.

Namun kalau kita perhatikan persentase inflasi negara Indonesia adalah 5,94%

Inflasi adalah persentase kenaikan harga-harga barang atau jasa secara umum.

Artinya nilai uang di tahun 2017 tidak sebesar sepuluh tahun yang lalu. Jika di tahun 2007 harga seporsi nasi goreng Rp 8000,00 saat ini di tahun 2017 harga seporsi nasi goreng bisa mencapa Rp 15.000 atau dua kali lipatnya!

Mari kita kembali ke tabungan Andi di bank.

Dengan bunga 5,2% dan inflasi rata-rata 5,94% berarti dengan menabung di bank, Andi hanya menyelamatkan hartanya dari inflasi saja.

Dapat kita simpulkan, menabung di bank tidak bisa membuat kita kaya.

Jadi adakah cara menabung yang low risk dan mudah namun bisa memberikan imbal hasil yang luar biasa juga?

Nabung Saham

 

Dari sekian banyak strategi investasi, Dollar Cost Averaging (DCA) atau “nabung saham” merupakan strategi yang paling mudah. Hal ini dikarenakan, Anda tidak memerlukan perhitungan yang rumit. Jadi cocok bagi orang yang masih awam dalam investasi atau baru kenal saham.

Strategy nabung saham sebenarnya sama dengan menabung di bank.  Anda membeli saham tertentu, dengan jumlah yang sama dan juga dengan periode tertentu. Misalnya saya membeli saham BBRI sebesar Rp 1 juta setiap tanggal 1 setiap bulannya.

Jadi, pada 1 February 2017 saya membeli saham BBRI sebesar satu juta rupiah. Bulan berikutnya, saya membeli kembali saham BBRI di tanggal 1 dengan modal yang sama yaitu satu juta rupiah.

Anda bisa pelajari strategy ini lebih lengkap di bit.ly/strategynabungsaham

Benarkah semudah itu? Ya, semudah itu!

Mari kita perhatikan simulasi kedua. Jika sepuluh tahun lalu, Andi menabung bukan menabung di bank dan malah nabung di saham KLBF, ini yang terjadi.

Andi beli saham KLBF sebesar Rp 10 juta setiap bulannya di tanggal 1. Artinya pada awal January 2007, Andi beli sepuluh juta saham BBRI. Bulan berikutnya, Andi kembali membeli saham KLBF sebesar Rp 10 jutta.

Andi membeli saham KLBF pada harga yang berbeda setiap bulannya.

Anda bisa lihat simulasi lengkapnya di bit.ly/simulasinabungEMI

Sejak tahun 2007 sampai sekarang, saham KLBF terus bertumbuh dan total pertumbuhan dalam 10 tahun adalah 574,6%.

Andi memiliki modal yang sama yaitu Rp 1,3 milyar.

Rata-rata dari harga beli Andi di saham KLBF selama sepuluh tahun adalah Rp 913. Saat ini KLBF diperdagangkan di angka Rp 1700. Oleh karena itu, Andi sekarang punya selisih keuntungan harga beli dengan harga sekarang 86%!

Artinya investasi Andi sudah berbunga Rp 1.118.000.000,00. Yang tadinya modal tabungan Andi Rp 1,3 milyar sekarang menjadi Rp 2.418.000.000,00!

Bayangkan betapa hebatnya hasil investasi Andi hanya dengan rutin beli saham KLBF setiap bulannya!

Kesimpulannya, ada cara menabung yang lebih menguntungkan dari hanya menabung di bank. Anda bisa nabung di saham menggunakan strategy Dollar Cost Averaging atau nabung saham.

Namun, strategy ini juga memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan menabung di bank.

“Risiko berbanding terbalik dengan pemahaman Anda akan investasi.

Semakin Anda menguasai strateginya, maka semakin berkurang risiko yang akan Anda hadapi.”

-Ellen May

Resiko datang dari tidak mengetahui apa yang Anda lakukan. Oleh karena itu, untuk meminimalisir reisko, Anda perlu belajar dulu.

Agar Anda bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal seperti Andi, Anda harus pelajari lebih lengkap strategy nabung saham ini. Hal ini dikarenakan tidak semua saham bisa ditabung.

Sebagai contoh, saham AALI sejak awal 2007 hanya tumbuh 16,2% selama sepuluh tahun. Jika Anda menabung saham ini, harga rata-rata Anda mungkin di atas harga pasar sekarang yang artinya dalam sepuluh tahun, Anda masih merugi.

Namun, Anda tidak perlu takut atau bingung. Anda bisa lihat list saham-saham yang potensial untuk ditabung beserta simulasi keuntungan nabung saham tersebut. Semuanya dijelaskan dengan mudah dan praktis  dalam buku “Nabung Saham Sekarang”. Sehingga pada saat Anda selesai baca bukunya, Anda bisa langsung praktek nabung saham. Beli di bit.ly/bukunabungsaham

 

Related Article:

Menjawab pertanyaan dan kebutuhan Anda dalam trading dan berinvestasi bit.ly/agendaedukasiPA

Strategy Praktis Investasi Saham bit.ly/strategyinvestasi

Cara Jitu Nabung Saham  bit.ly/strategynabungsaham

Please follow and like us:

You might also like More from author

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.