MSCI Rebalancing Indeks, Apa dan Bagaimana Efeknya terhadap Traders?

Pada bulan Mei dan November, MSCI biasanya mulai akan melakukan rebalancing terhadap saham-saham yang masuk ke dalam indeks tersebut.

Apa sih MSCI itu?

Indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) merupakan indeks yang dibuat oleh Morgan Stanley untuk mengukur performa pasar di area tertentu. Indeks ini juga mencerminkan peluang beli yang aktual bagi investor global dengan memperhitungkan faktor pembatasan dari bursa lokal suatu negara mengenai kepemilikan saham oleh pihak asing.

Dengan kata lain, saham-saham yang masuk ke dalam indeks MSCI ini merupakan saham-saham liquid dengan jumlah kepemilikan asing yang besar dibandingkan dengan saham-saham lainnya.

Lalu, saham-saham apa sajakah yang masuk ke dalam MSCI Indonesia Index saat ini?

 

Hari ini, hanya ada satu saham Blue Chip yang berhasil masuk ke jajaran MSCI Indonesia Global Index, yaitu BBTN. Sedangkan saham-saham yang dikeluarkan dari indeks ini ialah LPKR, SMRA dan MNCN.

Kemudian untuk saham yang berhasil masuk ke jajaran MSCI Indonesia smallcap Index antara lain, INDY, IIKP, LPKR, MNCN, BKSL, TOTL dan SMRA. Sedangkan saham-saham yang dikeluarkan dari indeks ini ialah BBTN, GIAA, SMCB, LPPF, SMBR, SSIA dan AISA.

Jika Anda perhatikan, ada beberapa saham yang dikeluarkan dari global indeks dan masuk ke small caps indeks seperti MNCN, LPKR dan SMRA.

Meskipun masih berada dalam indeks MSCI, namun dikeluarkannnya saham tersebut menunjukkan adanya penurunan minat yang cukup signifikan dari investor asing terhadap ketiga saham tersebut. Sehingga tidak heran, jika ketiga saham tersebut saat ini mengalami koreksi yang cukup besar antara 6%-12%.

Sementara itu, semenjak BBTN masuk ke dalam indeks MSCI, saham tersebut menguat hingga 2,40% ke level 2980.

Saham-saham yang berhasil masuk ke dalam Indeks MSCI Indonesia hari ini tentunya akan memberikan efek positif, serta menambah daya tarik bagi saham-saham tersebut. Pasalnya, MSCI menjadi salah satu acuan investor global untuk masuk ke saham Indonesia.

Nah, bagaimana aksi kita sebagai trader?

Sebagai seorang trader, alat yang kita gunakan untuk trading adalah chart. Jadi, apakah sudah saatnya jual dan beli sebuah saham kembali lagi kepada chartnya. Apabila chart dan indikator sudah menunjukkan momentum yang tepat barulah kita beli saham tersebut.

Saat ini artikel ini ditulis saham MNCN telah menyentuh level terendah 1385. Oleh karena itu, kami tidak menyarankan untuk berspekulasi masuk ke saham ini.

Bagaimana dengan saham BBTN yang hari ini berhasil menguat 2,4%?

Tetap kembali lagi ke chartnya yah. Saat ini BBTN trend besarnya sudah memasuki trend turun. Oleh karena itu, saat ini sikap kita adalah wait and see dulu.

Dapatkan update lengkap rekomendasi saham BBTN serta saham-saham potensial lainya hanya di bit.ly/goldpremiumaccess

 

Please follow and like us:

You might also like More from author

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.