Apa yang membuat seorang trader dapat sukses dalam trading dan menghasilkan keuntungan secara konsisten dalam pasar saham?

 

Ternyata yang membuat mereka behasil secara konsisten bukan kemampuan untuk memilih saham, bahkan jika Anda bisa memiliki win rate 50 – 60% saja, maka itu sudah sangat bagus dan bisa membuat Anda menjadi seorang trader yang bisa profit secara konsisten.

 

Selain itu Anda juga harus memiliki risk management yang kuat atau memiliki money management yang bagus. Seorang trader sukses sangat konsisten di dalam mengelola risiko. Memangnya kenapa sih kita harus mengelola risiko?

 

Karena kunci sukses seorang trader adalah pengelolaan risiko. Kalau saya mau jujur – juran sama Anda sebenarnya menjadi trader yang berhasil itu membosankan. Tapi menjadi trader yang untung sekali – sekali saja itu menyenangkan. Kenapa?

 

Karena Anda bisa merasakan sensasi seperti sedang naik roller coaster, mungkin Anda akan bisa untung dalam waktu yang relatif singkat namun setelah itu bisa rugi bahkan lebih besar lagi.

 

Ternyata secara tidak sadar banyak orang yang menikmati situasi seperti ini, padahal dengan cara seperti itu portofolio Anda akan dapat hancur dengan sangat mudah. Mengapa bisa demikian? Karena yang mereka lakukan adalah spekulasi.

 

Padahal rahasia sukses seorang trader saham adalah dengan mau mengelola risiko. Lalu mengapa Anda harus mengelola risiko?

 

Seandainya jika Anda mengalami kerugian, kalau Anda mengalami kerugian sebesar 5% maka supaya Anda bisa balik modal Anda butuh keutungan sebesar 5,25%. Kalau Anda rugi 10% Anda harus bisa menghasilkan keuntungan 11%. Kalau Anda rugi sebesar 20%, Anda harus bisa menghasilkan keuntungan sebesar 25% untuk bisa balik modal.

 

Bagaimana jika Anda rugi 40%, maka Anda butuh 67% keuntungan untuk bisa kembali balik modal lagi seperti pada tabel di bawah ini:

 

 

LOSSBEP
5%5.26%
10%11%
20%25%
30%43%
40%67%
50%100%
60%150%

 

Mengapa kita perlu memberi perhatian pada bagaimana cara kita mengelola risiko,bagaimana cara kita membatasi kerugian? Karena Anda harus membayar harga yang lebih mahal ketika Anda membuat kerugian yang lebih besar.

 

Mereka yang menghindari kerugian – kerugian kecil pada akhirnya akan menghadapi kerugian yang lebih besar.

 

Banyak orang yang ketika trading, ketika beli dan jual saham, mereka beli saham ketika naik sedikit langsung dijual, namun ketika rugi sedikit ditahan – tahan, disayang – sayang sehingga kerugiannya semakin lama semakin membesar.

 

Sampai pada akhirnya mereka berpikir, kenapa ya ketika ruginya sedikit tidak saya jual saja?

 

Mentor saya Mark Minervini mengatakan, “There is no shame in losing money on a stock trade, but to hold on to a loss and let it get bigger, or even worse, to buy more is amateurish and self destructive”.

 

Terkadang sebagai seorang trader banyak sekali orang yang menghindari kenyataan bahwa dalam trading rugi itu sudah pasti ada, menghindari kenyataan bahwa kita beberapa kali pasti harus ada cut loss, namun kebanyakan orang malah sukanya mencatat untung – untungnya saja, transaksi yang rugi justru malah tidak mau dilihat atau dicatat dan bahkan malas untuk mempersiapkan kondisi yang terburuk.

 

Kalau sampai terjadi kerugian apa yang harus dilakukan? Yang harus dilakukan ya cut loss, batasi kerugian Anda, lindungi modal Anda.

 

Lalu bagaimana cara mengelola risiko?

 

Dalam mengelola risiko prinsipnya sederhana saja, yaitu “gain > losses”. Artinya keuntungan kita harus lebih besar daripada kerugian kita. Rasionya minimal harus 2:1. Lalu bagaimana caranya supaya kita bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar daripada kerugiannya?

 

Tentunya Anda harus bisa melakukan analisis yang benar, lalu kemudian trading berdasarkan probability, jika probability untuk terun lebih besar daripada naik maka kita tidak akan masuk.

 

Perhatikan winning trades Anda, jumlah dari winning trades Anda harus lebih besar daripada losing trades, jadi dalam 10 transaksi usahakan winning trades Anda paling tidak 6 trade, sedangkan 4 kali loss. Paling jelek 1:1 tidak boleh di bawah 1:1.

 

Selain itu perhatikan persentase keuntungan per trade, pastikan keuntungan dalam setiap transaksi average gain kita harus lebih besar daripada persentase kerugian. Lalu apakah boleh kalau keuntungannya tidak sampai ratusan persen atau puluhan persen? Boleh – boleh saja keuntungan 10 sampai 15 persen, yang penting konsisten.

 

Bagaimana menjaga winning rate kita agar tetap 2:1?

 

Kalau Anda punya wining rate 50% dan losing rate 50%, sedangkan rata – rata Anda untung dalam setiap transaksi sebesar 10% dan rata – rata kerugian sebesar 5%. Maka cara Anda untuk menghitung win rate Anda adalah:

 

(winning rate * average gains) / (losing rate * average loss)

(50% * 10%) / (50%*5%)

2 : 1

 

Artinya kalau Anda hanya bisa untung 5 kali dari 10 kali transaksi, maka dengan kemampuan Anda yang masih pemula dengan rata – rata keuntungan 10%, Anda tetap bisa maju dan menjadi trader yang berhasil. Caranya adalah dengan Anda membatasi kerugian Anda tidak boleh lebih dari 5%.

 

Pelajari Selengkapnya

 

Pelajari selengkapnya cara trading agar mendapatkan profit yang maksimal melalui:

– Pelajari melalui online class Trading for Living dengan klik url berikut ini : www.onlineclass.ellen-may.com

– Dapatkan rekomendasi trading saham dan edukasi setiap hari melalui Premium Access

(www.premiumaccess.id)

– Be a professional Super Trader ™ dalam workshop 3 hari Super Trader ™ bersama Ellen May @pakarsaham (www.supertrader.id)

 

We make money, we change lives better!

 

Salam profit!

Team Ellen May Institute