Akhir-akhir ini, para investor mulai tertarik terhadap saham-saham di sektor properti dan konstruksi yang mulai kembali bergerak usai mengalami koleksi yang cukup dalam pada tahun ini. Kira-kira, kenapa saham-saham tersebut kembali bergerak? Lalu, bagaimana rekomendasinya?

Saham properti dan Konstruksi Mulai Menggeliat

Sejak pekan kemarin, saham-saham properti dan konstruksi mulai kembali bergerak dengan penguatan di kisaran 2-10%.

Kira-kira apa penyebabnya?

Hal ini ternyata dimulai setelah adanya rencana kebijakan terbaru dari pemerintah untuk menaikkan menaikkan batas kenaikan pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) properti mewah dari Rp 20 miliar menjadi Rp 30 miliar, dan juga akan menurunkan PPh pasal 22 untuk pembelian hunian tersebut dari 5% menjadi 1%.

Seandainya PPnBM properti dihapuskan tentu menjadi suatu hal yang positif bagi perusahaan dan industri properti, karena industri properti merupakan industri yang mempunyai dampak multiplier effect yang tinggi terhadap perekonomian nasional.

Tidak hanya itu saja, rencana pemerintah untuk menurunkan PPh dari 5% menjadi 1 %  juga menambah gairah konsumen untuk membeli produk-produk hunian. Sehingga, tidak heran saham-saham disektor properti saat ini mulai bergerak.

Tidak hanya di sektor properti, sentimen positif pun juga mulai bermunculan di sektor konstruksi. Sentimen terbaru saat ini ialah wacana finalisasi pembentukan holding BUMN dan juga kepastian akan kembali dilanjutkannya mega proyek ADHI dan WIKA.

Setelah sekian lama berencana membentuk holding BUMN, pemerintah akhirnya akan segera mem-finalisasikan rencana tersebut.

Perlu Anda ketahui, holding BUMN Infrastruktur tersebut akan terdiri dari enam perusahaan dengan PT Hutama Karya (Persero) sebagai lead holding, dan didukung anggota holding yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Yodya Karya (Persero) dan PT Indra Karya (Persero).

Adanya pembentukan holding ini bisa memberikan berbagai manfaat yang sangat bagus untuk saham konstruksi, seperti join financing, strong balance sheet, dan juga skema bisnis yang lebih terintegrasi.

Sehingga, wajar saja jika efek dari finalisasi holding BUMN tersebut bisa berdampak positif untuk saham-saham konstruksi.

Terlebih lagi, saham-saham konstruksi seperti ADHI, WIKA, WSKT, dan PTPP akan segera menerima pembayaran pada akhir tahun nanti. Hal ini tentunya akan mem-boosting kinerja perseroan yang selama ini masih tertekan di bagian cash flow.

Hingga kuartal III-2018, saham-saham konstruksi saat ini masih mencetak kinerja yang cukup bagus. WIKA misalnya, berhasil mengantongi laba sebesar Rp860,45 miliar pada akhir kuartal III/2018, naik 26,05% dari raihan Rp682,63 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

ADHI berhasil mengantongi laba sebesar Rp335,53 miliar, naik 63,62% dari periode yang sama tahun lalu Rp205,07 miliar. Laba bersih WSKT pada kuartal III-2018 tercatat sebesar Rp 3,72 triliun, naik 43,62% dari periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan PTPP hanya berhasil mencetak laba senilai Rp874,67 miliar. Pencapaian tersebut turun 11,65% secara tahunan. Meski begitu, kami melihat kinerja perusahaa-perusahaan konstruksi tersebut masih akan terus meningkat hingga akhir tahun nanti, terutama dengan adanya pembayaran proyek.

Lalu, apa saja saham – saham sektor property dan konstruksi yang potensial?

Untuk sektor properti, beberapa saham yang kami rekomendasikan diantaranya:

BEST, BKSL, WSKT, WIKA, PPRO, WSBP

Anda bisa simak di www.PremiumAccess.id/web dan pelajari cara trading melalui workshop Super Performance Trader. Jangan tunggu rugi besar baru mau belajar. Investasikan uang Anda dengan bijak, supaya uang itu bisa beranak lebih banyak lagi, dengan ikuti workshop Super Performance Trader dan daftar melalui www.supertrader.id

 

Pelajari Selengkapnya

 

Pelajari selengkapnya cara trading agar mendapatkan profit yang maksimal melalui:

– Pelajari melalui online class Trading for Living dengan klik url berikut ini : www.onlineclass.ellen-may.com

– Dapatkan rekomendasi trading saham dan edukasi setiap hari melalui Premium Access

(www.premiumaccess.id)

– Be a professional Super Trader ™ dalam workshop 3 hari Super Trader ™ bersama Ellen May @pakarsaham (www.supertrader.id)

 

Salam profit,

Ellen May Institute