Meskipun diwanti-wanti akan segera akuisisi dengan pertagas, hal itu ternyata tidak berhasil menutupi kerugian yang dialami perusahaan di tahun 2017 kemarin. Sebenarnya apakah penyebab penurunan laba saham PGAS ini? Lalu, apakah ini berarti kenaikan PGAS akan terhenti sampai disini? Simak ulasannya berikut ini.

Belum lama ini, PGAS akhirnya merilis laporan keuangan full year 2017. Dalam laporan tersebut, pendapatan PGAS hanya bertumbuh sebesar 1,19% menjadi USD2,97 miliar dari USD2,93 miliar. Tidak hanya itu, bukannya meningkat laba bersih perseroan malah tergerus hingga 50,96% YoY menjadi USD143,15 juta atau setara Rp1,92 triliun, padahal laba tahun sebelumnya mencapai lebih dari Rp 2 triliun.

Sebenarnya apa penyebab turunnya performa saham PGAS ini?

Ada 2 hal utama yang menyebabkan penurunan laba PGAS, diantaranya :

  1. Rugi selisih kurs yang terus meningkat seiring pelemahan rupiah, dari –US$5,12 juta meningkat menjadi –US$7,4 juta.
  2. Harga gas alam yang masih cenderung turun dan stagnan di kisaran US$2,72 MMBtu dan bahkan sempat menyentuh level terendah 2 bulan pada 12 Januari di US$2,55 MMBtu.

Dengan adanya penurunan laba yang cukup signifikan ini, para investor bisa merespon negatif terhadap hasil kinerja PGAS, dan berpotensi membuat harga saham ini turun.

Meskipun begitu, pergerakan saham PGAS saat ini masih ditopang oleh adanya proses pembentukan Holding Migas dan  integrasi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dengan Pertamina Gas (Pertagas) yang diprediksi akan selesai pada akhir Maret 2018 nanti.

Adanya pembentukan subholding gas Pertamina ini diharapkan akan menghilangkan dualisme dan tumpang tindih investasi di sektor gas yang selama ini selalu membayangi pergerakan saham PGAS.

 

Secara teknikal saat ini saham PGAS masih dalam masa konsolidasi, dan berpotensi melemah hingga ke level 2310. Ada 2 kemungkinan yang akan terjadi untuk saham ini:

  1. Jika berhasil bertahan, maka PGAS berpotensi kembali menguat, dengan resistance di 2720.
  2. Jika level 2310 ini berhasil ditembus, maka saham PGAS akan memulai trend bearish-nya dan berpotensi terus menurun.

Namun, kami memperkirakan bahwa efek akuisisi pertagas oleh PGAS ini akan memiliki dampak positif yang cukup signifikan terhadap saham PGAS. Oleh karena itu, untuk saat ini Anda sebaiknya wait and see dulu, dan tunggu hingga proses akuisisi ini rampung.

Selain PGAS, masih banyak saham-saham di sektor lain yang berpotensi memberikan Anda keuntungan hingga ratusan persen.

Ingin tahu saham-saham apa sajakah itu? Dapatkan rekomendasinya dengan join di premiumaccess.id/web

Salam profit,