Setelah kemarin Moody’s menaikkan peringkat investasi Indonesia, hari ini Moody’s kembali menaikkan peringkat berbagai emiten di Indonesia, terutama lembaga keuangan. Namun, melihat perang Suriah yang semakin mengancam, masih mampukah IHSG menguat? Akan kemanakah IHSG saat ini Bergerak? Simak ulasan selengkapnya, berikut ini.

Moody’s Kembali Beraksi

Setelah kemarin menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi Baa2, kali ini Moody’s mulai mengupgrade level beberapa emiten di Indonesia, terutama emiten lembaga keuangan. Dalam keterangan resmi Moody’s Jumat pekan kemarin, lembaga pemeringkat internasional tersebut telah meningkatkan peringkat utang tujuh bank dan dua perusahaan pembiayaan menjadi Baa2.

Ketujuh bank yang diperingkat tersebut, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

Selain emiten keuangan, Moody’s juga mengupgrade peringkat 5 emiten BUMN menjadi Baa2, diantaranya PT PLN, PT Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II).

Kenaikan peringkat ini bisa dibilang suatu prestasi besar di tengah masih berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global yang mempengaruhi perkembangan ekonomi di kawasan. Namun harus diingat, bahwa sentimen dari Moody’s ini kemungkinan hanya akan menjadi sentimen jangka pendek saja, mengingat Indonesia sudah mendapat kenaikan peringkat dari S&P dan Fitch rating pada tahun yang sama.

Ancaman Besar Dari Suriah

Setelah perang dagang, ekonomi dunia kini dihantui konflik Suriah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya dengan Rusia. Meningkatnya konflik di Suriah ini hampir dapat dipastikan akan memiliki konsekuensi luas untuk jangka panjang, terutama bagi Indonesia.

Perang Suriah akan menjadi salah satu masalah paling serius di luar agenda resmi para pemimpin dunia yang akan berkumpul dalam pertemuan IMF-Bank Dunia di Washington pekan ini.

Efek memanasnya perang Suriah ini akan mengancam prospek ekonomi dunia. Padahal dari kebijakan proteksionisme Amerika dan kemungkinan pendekatan serupa di Inggris pasca Brexit saja, sudah dapat menyebabkan pertumbuhan global melambat hingga -0,5%. Jika ditambah lagi dengan konflik Suriah ini, maka bisa jadi, ekonomi global akan kembali mengalami crash seperti tahun 2008 silam.

Apakah dampak perang Suriah ini dapat berlanjut hingga mengakibatkan crash IHSG di tahun 2018?

Bisa jadi, lantaran jika perang Suriah ini terus berlanjut, maka hal ini akan dapat memberikan gejolak yang sangat dalam terhadap ekonomi global. Bahkan, Rusia sendiri tengah bersiap untuk menghadapi ancaman World War 3 dengan Amerika, jika konflik tersebut semakin parah.

Lalu, bagaimanakah arah IHSG ditengah sentimen positif dan negatif saat ini?

Hingga penutupan siang para 16 April 2018, IHSG masih bergerak stagnan, dengan kenaikan hanya sebesar 0,03% dan masih berpotensi untuk terkoreksi.

Untuk lebih jelasnya Anda dapat melihat chart IHSG berikut ini.

Melihat pergerakan IHSG saat ini, kami melihat bahwa IHSG lebih berpotensi untuk terkoreksi ke level 6250. Jika level support tersebut ditembus, maka IHSG akan kembali menguji support kuatnya di 6100.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Masih adakah saham potensial ditengah penurunan IHSG saat ini? Temukan jawabannya hanya di premiumaccess.id

Dapatkan  juga peluang – peluang trading, serta petunjuk lengkap trading melalui www.PremiumAccess.id/web dan pelajari cara trading melalui workshop Super Performance Trader. Jangan tunggu rugi besar baru mau belajar. Investasikan uang Anda dengan bijak, supaya uang itu bisa beranak lebih banyak lagi, dengan ikuti workshop Super Performance Trader dan daftar melalui supertrader.id

Salam profit,

Ellen May Institute