Punya wacana untuk memulai berinvestasi, saya menganjurkan untuk berinvestasi di saham saja. Karena banyak keuntungan yang didapatkan ketika kita berinvestasi saham loh gaes. Contohnya, dividen dan capital gain.

Apa itu capital gain? Adalah keuntungan yang diperoleh trader atau investor saham yang diperoleh dari selisih antara harga beli dan harga jual saham. Keuntungan berupa capital gain inilah yang biasanya menjadi tujuan dari banyak pelaku pasar yang melakukan transaksi jual beli saham jangka pendek (trading).

Sementara dividen, laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham karena mengalami keuntungan besar. Lain halnya ketika perusahaan merugi, justru tidak akan membagikan dividen. Namun, tidak semua perusahaan membagikan dividen dengan tujuan untuk mengembangkan usahanya.

Dari penjelasan di atas, terdapat 10 perusahaan yang kerap membagikan dividen. Dan rata-rata perusahaan tersebut merupakan perusahaan besar yang punya nama, diantaranya:

  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) pada 4 April tahun lalu, telah memberikan dividen tunai sebesar Rp3.465 per lembar saham. Dan merupakan perusahaan yang memberikan dividen terbesar kepada investor.
  • PT Gudang Garam Tbk (GGRM), perusahaan terbesar kedua yang tiap tahunnya memberikan dividen tinggi sebesar Rp2.600 per lembar saham.
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) telah membagikan dividen tunainya kepada investor sebesar Rp915 per lembar saham pada 16 November 2018.
  • PT Bukit Asam Tbk (PTBA) telah memberikan dividen tunai sebesar Rp318,52 per lembar saham pada 19 April 2018 lalu.
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang tahun ini tepatnya 30 April 2019, akan memberikan dividen tunai sebesar Rp255 per lembar saham.
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Tbk (BMRI) pada 29 Maret 2018, telah memberikan dividen sebesar Rp199,03 per lembar saham.
  • PT Astra International Tbk (ASII) membagikan dividen tunainya sebesar Rp190 per lembar saham kepada investor pada 5 Oktober 2018.
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membagikan dividen tunainya sebesar Rp183,5 per lembar saham pada 6 November 2018.
  • PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang sudah membagikan dividen tunainya sebesar Rp107,3 per lembar saham kepada investor pada 8 Mei 2018.
  • Dan terakhir, ada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada 2 April 2018 lalu, telah memberikan dividen sebesar Rp106,75 per lembar saham.

Bagaimana rumus penghitungan dividen?

Diberlakukannya aturan baru pada 6 Januari 2014, terdapat penghitungan yang baru berapa total dividen yang didapatkan oleh investor. Namun, tergantung dari banyaknya lot saham yang dibeli. Misalkan, membeli lembaran saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) sebanyak 5 lot. Satu lotnya saja sebanyak 100 lembar saham. Dan dividen tunai yang ditawarkan Rp2.600 maka yang didapatkan oleh investor sebesar Rp1,3 juta.

Lalu bagaimana cara mendapatkan dividen?

Seorang investor berhak memperoleh dividen jika memiliki saham tersebut melewati hari cum date dividen atau istilah lainnya hingga pasar tutup pada pukul 15.50 untuk pre-closing dan 16.20 untuk post closing. Cum date adalah tanggal pencatatan terakhir siapa saja yang berhak menerima dividen.

Jika investor menjual saham keesokan harinya pada saat ex-date dividen, investor juga berhak menerima dividen. Bagi investor yang masih menyimpan lembar saham pada ex-date tetap berhak mendapat dividen. Intinya, investor saham berhak mendapat dividen jika dia masih memiliki saham tersebut pada saat hari cum date dividen dan juga membeli bertepatan pada saat cum date.

Namun, jika investor menjual sahamnya sebelum atau bertepatan pada saat cum date dividen, tidak berhak menerima keuntungan dari laba perusahaan yang dipilih. Setelah mengetahui keuntungan berinvestasi saham, masih mau nih mempertimbangkannya?

Oh iya kalau Anda ingin trading tapi bingung mau beli saham apa, Premium Access akan memberikan rekomendasi saham dan juga edukasi saham dan bimbingan trading terutama bagi Anda yang masih pemula dan ingin berhasil dari trading saham. Join now at premiumaccess.id

 

Ellen May Institute,

Salam profit!