Harga baja global saat ini semakin panas, setelah Amerika menetapkan beberapa negara yang akan turut dikenakan tarif impor baja. Ditengah lonjakan harga baja ini, GDST dan JPRS akhirnya memutuskan untuk melakukan merger. Kira-kira bagaimana efeknya? Simak selengkapnya berikut ini.

Tarif Impor Baja Amerika, Berkah Atau Musibah?

Keputusan Amerika untuk menerapkan tarif impor baja terhadap beberapa negara, terutama China sepertinya memberikan berkah tersendiri untuk produsen baja dari Indonesia. Keputusan Amerika untuk melakukan pembatasan impor baja dari China akhirnya memberikan peluang bagi Indonesia untuk memperluas pangsa ekspor bajanya.

Apalagi baru-baru ini Amerika, kembali memberlakukan tarif besar pada eksportir baja utama ke negaranya, termasuk Kanada, Mexico, dan Uni Eropa. Hal ini membuat harga baja langsung melonjak tajam hingga 7,33% ke level US$4,260/ton. Kenaikan harga baja ini tentunya akan berdampak positif untuk saham baja di Indonesia seperti ISSP, BAJA, dan GDST.

Bagaimanakah kabar selengkapnya? Simak selengkapnya di saham.link/superstocksnap