Suatu ketika … Anda sedang membeli sebuah saham. Dan… karena Anda sedang sibuk, meeting plus ada jadwal liburan bersama keluarga… Anda tidak sempat memantau pergerakan saham. Tiba-tiba saham Anda sudah merah membara… mengalami kerugian besar. Lebih dari 10% dari level beli… dan bahkan hingga 20%. Auch!

Pernahkah Anda mengalami kejadian di mana setelah beli saham, tidak terpantau, dan tahu2 rugi besar!  Karena alasan apapun… tiba-tiba saja, dan tanpa Anda sadari! Apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi kejadian tersebut? Apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengantisipasi agar kejadian tersebut tidak terulang lagi?

Yang namanya jadi trader, menghadapi kerugian adalah hal yang wajar. Sama seperti seorang pedagang. Seorang pedagang seringkali harus mengeluarkan sejumlah biaya untuk hal-hal operasional. Sama lah seperti trader.

Buat trader, kerugian adalah satu hal yang wajar. Mengapa? Karena dalam trading saham tidak ada CERTAINTY. Alias tidak ada sesuatu yang pasti.

Banyak trader mencari solusi / strategi pasti, yang disebut dengan HOLY GRAIL.

Namun, bagi professional trader, yang Namanya HOLY GRAIL (strategi ampuh), sebenarnya just the matter of managing the probabilities.

Maksudnya bagaimana? Bagi seorang trader professional, kerugian itu wajar. Oleh karena itulah, seorang trader professional merencanakan dulu sejak awal. Saham apa yang akan dipilih, dan kapan timing beli jualnya. Kalau potensi untuk untung lebih kecil daripada potensi kerugian… biasanya trader professional tidak akan beli.

Kembali ke topik utama. Bagaimana cara menghindari kerugian? Dan bagaimana cara mengatasinya, jika sampai mengalami kerugian besar?

Kalau sudah rugi besar, seringkali trader pemula merasa sakit hati sekali jika harus menjual di posisi rugi.

Rasanya sayang banget mau dijual rugi dan ada rasa cemas dalam hati bahwa nanti jangan-jangan habis dijual rugi, malah harganya naik lagi.

Sebelum kita bahas solusi mengatasi saham rugi, sekarang mari kita kaji ulang 2 alasan utama mengapa seseorang bisa mengalami kerugian pada saham… dan bagaimana cara mengantisipasinya.

  • Tidak bisa membaca arah pergerakan saham

Alasan pertama adalah kebanyakan trader mengalami kerugian adalah karena salah pilih saham. Hal ini bisa terjadi karena mereka tidak mengerti mana saham yang sedang dalam trend harga naik, atau trend turun… atau justru malah dalam kondisi no trend.

Banyak trader main tebak-tebakan saja ketika akan membeli sebuah saham.

 “Ah coba dikit lah kayaknya emang mau naik ini.”

Sebisa mungkin Anda jangan menebak harga mau kemana. “Trade what you see, not what you think.”

Jangan main tebak-tebakan. Sebelum membeli saham, pastikan Anda tahu alasan apa yang membuat Anda membeli saham ini atau itu.

Seperti yang tadi sudah kita pelajari, bahwa HOLY GRAIL bagi trader adalah menghitung probability imbal hasil dan risiko.

Nah salah satu cara menentukan probability imbal hasil dan risiko adalah dengan mengenali trend pergerakan harga.

Trend pergerakan harga saat ini sangat membantu kita menentukan probabilitas imbal hasil dan risiko.

Jika trend harga saham naik, maka probabilitas untung lebih besar daripada ketika trend harga turun.

Dalam kondisi no trend, probabilitas untung dan rugi fifty2, alias 50:50.

Dalam kondisi trend turun, maka probabilitas rugi lebih besar daripada untung, dalam trading saham.

Nah dari sini saja, Anda sudah tau… bagaimana caranya untung di pasar saham? Pilihlah trend harga naik!

Untuk menguasai pengenalan trend ini, Anda bisa pelajari ilmu analisis grafik harga saham, yang disebut dengna analisis teknikal sederhana.

Mau pelajari ilmu analisis teknikal basic? Yuk belajar bersama kami di PremiumAccess.id . Anda bisa tanya jawab langsung dengan coaches untuk belajar apa pun tentang saham.

  • Tidak membuat perencanaan

Kalau sudah bisa membaca arah harga saham… apa yang sebaiknya dilakukan setelah itu?

Sebelum Anda klik tombol BUY yang berwarna hijau itu, sebaiknya Anda sudah harus bisa menjawab, jika saja saham ini justru turun, malah rugi, dan bukannya naik sesuai dengan perkiraan Anda… apakah sudah siap?

Ngg… mungkin saja sekarang Anda sedang garuk-garuk kepala dan berkata dalam hati… iya ya, saya belum hitung itu!

Langkah kedua setelah Anda memperkirakan arah pergerakan saham, adalah dengan mempersiapkan diri, terhadap resiko yang bisa terjadi.

Hitung dulu… jika sampai turun, Anda siap untuk menjual rugi dengan maksimal kerugian berapa banyak? Di level harga berapa Anda mau jual?

Apa tandanya Anda siap untuk trading? Anda siap membeli sebuah saham, ketika Anda sudah tahu UANG ANDA JADI BERAPA jika rugi dan kena level proteksi / pembatasan risiko.

Jadi, kesimpulannya, Anda harus sudah membuat perencanaan untuk scenario untung, dan juga untuk scenario rugi… apa yang Anda lakukan, terutama jika rugi.

Setelah Anda siapkan level proteksi… just be objective… dan bersikaplah sedikit “cuek” dan jangan terpengaruh fluktuasi harga.

“Cuek” disini berarti Anda “tidak peduli” harga mau naik atau turun, toh yang penting level pembatasan risiko / proteksi sudah terpasang untuk melindungi modal Anda kalau-kalau harga tidak bekerja sesuai yang diharapkan.

Jika Anda sudah membereskan 2 hal tersebut di atas, niscaya… Anda tidak akan lagi mengalami kerugian besar.

Tobat… jangan tomat alias tobat kumat 😊

Oke deh… saya mau tobat.

Tapi… bagaimana dengan “masa lalu” saya, alias saham-saham yang sudah terlanjur rugi besar itu?

Bagaimana mengatasi saham yang sudah rugi besar tersebut?

Setidaknya ada 3 hal penting yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi portfolio saham yang memerah alias rugi.

  1. Hapus masa lalu

Mungkin Anda berpikir. Ah seandainya waktu itu saya sudah mengerti ilmu ini… saya akan batasi kerugian sedini mungkin dan tidak ninggal-ninggal saham yang saya beli tanpa memasang sabuk pengaman, alias level stop loss.

Namun … Kita tidak bisa memutar ulang waktu kembali yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki diri agar hal tersebut tidak terulang kembali.

Yang pelru Anda lakukan sekarang adalah : periksa kembali saham-saham yang Anda beli. Apakah secara teknikal ada potensi untuk naik?

Jika trend turun sangat parah… sudahlah… cut loss saja… jangan buat kesalahan kedua.

Ini ibarat membersihkan rumah dari sampah yang membuat rumah jadi tak sehat.

Aduh sakit… emosional sekali rasanya. Mungkin Anda juga sempat menyalahkan diri sendiri. Kenapa saya melakukan ini?

Ampunilah diri Anda sendiri dan sadari bahwa Anda adalah manusia, sama seperti semua orang yang tidak sempurna dan kadang melakukan kesalahan. Terimalah bahwa kali ini Anda melakukan kesalahan.

Terima saja bahwa kali ini Anda mengalami kekalahan dan harus mengambil beberapa step mundur.

Bisa jadi, Anda memang saat itu membeli saham ketika trend harga saham sedang turun. Anggap saja ini pelajaran berharga.

Ampuni diri Anda, Anda tidak bisa memperbaiki masa lalu, Anda tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Tapi, Anda bisa mengubah masa depan Anda. Bukan berarti Anda rugi kali ini riwayat trading Anda tamat, Anda hanya rugi saat ini… dan dapat pelajaran besar untuk untung ke depan. Tanamkan itu dalam benak Anda, ini hanya sementara dan ini akan berlalu!

Bayangkan diri Anda suatu hari nanti berhasil luar biasa dari trading, Anda mampu sharingkan pengalaman Anda dalam mengatasi kerugian tersebut kepada teman-teman Anda yang baru belajar Anda bukan?

  1. Take a rest

Take a break! Setelah Anda mengalami kerugian besar, Anda akan merasa sangat emosional. Pada masa ini… jangan trading dulu. Belajar dan menyimak update dari PremiumAccess.id boleh. Namun sebaiknya don’t take action… jangan beli saham dulu!

Anda harus istirahat sejenak dari trading. Tutup grafik saham Anda… katakana pada broker Anda bahwa Anda akan beristirahat sejenak sampai Anda menghubungi broker Anda kembali. Minta ia untuk tidak menyuruh Anda beli ini / itu. Mohon pengertiannya….

Lakukan hal lain yang menyenangkan Anda, seperti berlibur, memasak makanan enak, atau berolahraga, dsb. Intinya Anda harus mengalihkan fokus Anda dari sakit hati karena rugi besar, menjadi hal yang menyenangkan.

Dan … yang terpenting, JANGAN AVOIDING.

Lakukan evaluasi ulang, apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki semua kesalahan tersebut?

  1. Mulai lembaran hidup baru

Mulai lembaran baru Anda dengan 2 langkah awal, yang tadi disebutkan sebelum ini, yaitu : memahami trend harga saham, dan juga membuat perencanaan.

Keep on having faith!

Persisten… dan konsisten… pada 2 langkah tersebut. Maka saya yakin… bukan cuma untung, tapi Anda bisa sukses dalam waktu lama sebagai trader saham.

Step up!

Banyak orang menyayangkan uangnya untuk belajar. Namun… kenyataannya, mereka membuang lebih banyak uang untuk mengalami kerugian yang luar biasa di pasar saham… dan menjadikan pasar saham sebagai arena perjudian. Kalau sudah rugi banyak… salahin sahamnya!

Sayang sekali… padahal jika mulai dengan hati-hati, investasi untuk ilmu dulu, maka keuntungan yang didapat akan jauh lebih besar bila dibanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk belajar, dan pastinya lebih konsisten.

Susul keberhasilan teman-teman Anda, para super trader! Simak kisah mereka dan ikuti jejak mereka belajar di workshop Super Performance Trader di www.supertrader.id