ADHI Terpukul, Bagaimana Saham Konstruksi Lainnya?

Setelah sempat menguat dari level terendahnya di angka Rp 1930/lembar saham pada bulan September, hingga Rp 2300 / lembar saham pada bulan November 2017 ini, pada perdagangan kemarin (23 November 2017) saham ADHI merosot -7.8%, ditutup di level Rp 2010 / lembar saham.

Apa sebenarnya yang terjadi pada saham ini, dan bagaimana prospeknya dalam jangka pendek dan jangka panjang?

Penyebab kejatuhan ADHI

Anjloknya saham ADHI disinyalir akibat beredarnya surat dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara tertanggal 20 November 2017 di kalangan pelaku pasar. Dalam surat tersebut tertulis kementerian BUMN mengusulkan bahwa PT KAI tak menjadi penyelenggara pendanaan / investor dari pembangunan prasarana LRT Jabodetabek. Itu berarti, PT KAI tidak akan menjadi sumber dana untuk proyek ADHI, melainkan hanya sebagai operator LRT saja.

Seperti yang kita ketahui, ADHI memiliki arus kas yang cukup lemah jika dibandingkan perusahaan sektor konstruksi lainnya. Hal ini terutama dikarenakan jumlah kas ADHI yang sangat minim, hanya sebesar Rp436 miliar hingga kuartal ke-3, sangat kecil dibandingkan dengan utang lancar perseroan yang mencapai angka Rp14 triliun.

Tidak heran jika ADHI kehilangan salah satu sumber pendanaan yang dibutuhkan untuk membangun proyek LRT-nya, maka saham ADHI pun akan langsung turun.

Secara teknikal saham ADHI membentuk pola head and shoulders kecil dan breakdown support 2180, ADHI sempat kita rekomendasikan untuk sell. Namun jika Anda belum sempat keluar, Anda bisa memanfaatkan teknikal rebound, kami melihat ada potensi teknikal rebound di support 1980-2000.

Namun kami belum merekomendasikan untuk buyback sekarang, karena kami melihat saham ADHI masih akan terkonsolidasi di area 2000-2180.

Prospek fundamental jangka panjang

Namun, dalam jangka panjang ADHI masih memiliki potensi yang cukup besar. Proyek pembangunan light rail transit (LRT) di kawasan Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) berpotensi menggenjot kinerja laba bersih PT Adhi Karya Tbk. Hal ini lantaran perseroan memiliki pendapatan yang cukup besar, mencapai Rp 7,79 triliun hingga September 2017. Jumlah ini berkontribusi 89% dari seluruh pendapatan ADHI.

Terkait proyek pembangunan LRT Jabodebek, ADHI menargetkan proses keberlangsungan proyek tersebut bisa mencapai 35% di akhir tahun ini. Menyongsong tahun 2018, proyek ADHI lainnya, yaitu transit oriented development (TOD) akan berperan besar bagi kinerja ADHI dalam jangka panjang.

Saat ini, ADHI memiliki landbank seluas 49 ha di sekitar lintasan LRT Jabodebek. Lahan tersebut diproyeksikan untuk pembangunan kawasan TOD, dengan perkiraan kontribusi sebanyak 40% dari total pendapatan yang diperoleh ADHI hingga 2019.

Jadi, bisa Anda bayangkan seberapa besar peningkatan kinerja yang akan terjadi pada ADHI apabila kedua mega proyek miliknya itu selesai pada beberapa tahun yang akan datang.

Bagaimana dengan saham sektor konstruksi lainnya? Layakkah dibeli atau ditahan? Masihkah akan naik atau justru turun dan harus dibuang?

Prospek saham konstruksi lain selain ADHI (WSKT, WIKA, dan PTPP)

Berbicara soal saham sektor konstruksi kita juga harus tahu mengenai seberapa besar kontrak proyek yang berhasil diperoleh oleh perusahaan konstruksi tersebut. Kenapa? Karena jumlah proyek ini juga akan menentukan akan seperti apa perkembangan perusahaan kedepannya.

Hingga kuartal III/2017, perusahaan-perusahaan konstruksi di Indonesia telah berhasil membukukan total kontrak baru sebesar Rp 126,41 triliun. Kontrak ini terdiri dari PTPP Rp24,05 triliun, ADHI Rp28,6 triliun, WIKA Rp30,76 triliun, dan WSKT dengan perolehan terbesar mencapai Rp43 triliun.

Dari perolehan tersebut, tentunya kita bisa melihat bahwa ternyata WSKT memiliki prospek yang paling bagus diantara seluruh saham konstruksi lainnya. Selain dari segi proyek baru, WSKT juga menjadi perusahaan terbaik di sektor konstruksi, dengan peningkatan dan jumlah penyelesaian proyek tertinggi dari seluruh emiten konstruksi.

WIKA

Secara teknikal saham WIKA sebenarnya sudah tembus support 1940, namun kami melihat ada support MA50 di level 1900. Dan saat ini masih terkonsolidasi dengan support 1900 dan resisten 2060. Saat ini kami lebih cenderung merekomendasikan untuk hold, proteksi jika harga <1900, maksimal proteksi 1820.

WSKT

Secara teknikal saham WSKT masih terkonsolidasi dengan support 2100 dan resisten 2250. Saat ini kami lebih cenderung merekomendasikan untuk hold, proteksi jika harga <2100, maskimal proteksi 2010.

PTPP

Secara teknikal saham PTPP masih cenderung terkonsolidasi dengan support 2720 dan resisten 2960. Saat ini kami lebih cenderung merekomendasikan untuk hold, proteksi jika harga <2720, maksimal proteksi 2610.

Prospek tahun 2018 terkait anggaran pemerintah

Program pemerintah yang sangat mendukung pembangunan konstruksi dan infrastruktur di Indonesia juga merupakan salah satu hal penting yang menjadikan sektor konstruksi akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam jangka panjang nanti.

Dana yang dianggarkan untuk proyek infrastruktur pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp 410,7 triliun. Angka tersebut naik 2,39% dari tahun lalu senilai Rp 401,1 triliun.

Jumlah anggaran yang APBN yang terus diperbesar untuk sektor konstruksi ini tentunya akan menjadi sentimen yang sangat positif untuk sektor konstruksi. Hal ini terutama dikarenakan banyaknya proyek, namun terbatasnya jumlah dana yang dimiliki oleh emiten sektor konstruksi.

Dengan disetujuinya APBN 2018 ini, kekhawatiran tersebut sudah terjawab. APBN 2018 ini tidak hanya akan menyakitkan para investor, tapi juga akan memberikan kepastian untuk para emiten konstruksi tersebut. Namun, tantangan yang memberatkan pelaku pasar adalah seberapa jauh anggaran tersebut bisa terpenuhi untuk menopang pergerakan saham-saham konstruksi tersebut.

Namun, Anda tentunya penasaran bukan bagaimana strategi yang tepat untuk membeli saham-saham konstruksi tersebut yang saat ini masih berada dalam tahap akumulasi? Dapatkan key action strategy dan juga info lebih lanjut mengenai setiap saham potensial di bursa, hanya di bit.ly/goldpremiumaccess

Salam profit,

Please follow and like us:

You might also like More from author

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.