Omaha, Nebraska- 4 Mei 2018
By Ellen May

Awal Mei 2019 saya mengikuti annual meeting Berkshire Hathaway dan berada dalam 1 ruangan dengan 2 orang terkaya di dunia, Warren Buffett dan Bill Gates. Sebuah pengalaman yang luar biasa. Sekitar lebih dari 30000 peserta yang merupakan pemegang saham Berkshire Hathaway hadir dari seluruh dunia untuk belajar dari The Oracle of Omaha secara langsung. Bisa dibilang ini kado ultah yang Tuhan berikan buat saya, yang super amazing. Thanks to my friends yang sudah ajakin saya ke sini 🙂 I am really2 grateful.

Di sepanjang acara, saya melihat dan mendengar bagaimana Warren Buffett (88) dan Charlie Munger (95) begitu antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para shareholders.

Sungguh menakjubkan melihat pemandangan tersebut. 2 lansia yang di usianya sudah sangat renta, sanggup duduk berjam2 dari pagi hingga sore, menjawab pertanyaan demi pertanyaan dengan sukacita dan sesekali bergurau. Mereka masih sangat fasih dengan hitungan2 analisis fundamental, dan mengingat angka dengan sangat baik sekali.

Apa yang menggerakkan kedua orang ini?

Mengapa nggak retired aja, dan minta orang lain mengambil alih posisi mereka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut? Toh di situ hadir investment manager Berkshire Hathaway, dan juga para direktur dan top managers dari anak2 perusahaan Berkshire.

Kenapa? Nggak capek?

Seiring dengan berjalannya waktu, saya pun mendapatkan jawabannya dari sebuah pertanyaan yang dilontarkan di event tersebut.

Ketika ditanya apa hal yang paling penting dalam hidupnya, Buffett mengatakan,”It’s the two things you can’t buy: time and love.”

Buffett bersama partnernya, Charlie Munger, terus membangun kekayaan dan menjadi pebisnis legendaris dunia. Namun meski sempat menjadi orang terkaya di dunia, Buffet mengatakan bahwa material goods were never the goal.

Sangat menarik.

Buffett mengatakan bahwa ia sangat sangat sangat beruntung bahwa ia bisa bekerja dengan bebas dan mengatur jam kerjanya pada level yang sangat ekstrim. Demikian pula dengan Charlie Munger.

Hal ini sangatlah bertolak belakang dengan apa yang dibayangkan dan diinginkan oleh kebanyakan orang yang ingin menjadi entrepreneur / self employed. Banyak orang membenci pekerjaannya ketika ia masih bekerja menjadi karyawan / eksekutif di sebuah perusahaan. Mereka ingin financial freedom dan ingin time freedom.

Namun sebenarnya, yang mereka bayangkan tentang time freedom adalah waktu lebih buat enak-enak, punya waktu lebih buat berleha-leha. Mereka berpikir bahwa dengan bekerja sendiri mereka akan mendapat banyak waktu luang!

Well… the real entrepreneur, the real successful peope, do the opposite!

Sejauh saya belajar, saya tidak pernah melihat orang super sukses yang senang bersantai-santai. They love to work and even at weekends and holidays! They really know how to delay the instant gratification. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Sebut saja Jeff Bezos, ia membangun Amazon dengan penuh kerja keras, dia bekerja setiap waktu, even weekend.

Lah kalau begitu, kita nggak boleh bersantai? Kita nggak boleh punya waktu buat keluarga? Kita ngga boleh istirahat?

Well… Anda tahu, bukan itu yang saya maksud 🙂

Kembali lagi, apa yang menjadi value orang-orang tersukses itu, justru seringkali bukan hanya uang. Beyond money! They do really value time & love.

Charlie Munger, partner setia Warren Buffett mengatakan,”That’s why we really wanted to have money, so we could do what we damned pleased.”

Yes! Orang sukses, cape di awal, untuk mendapatkan kesenangan yang lebih besar!

Buffett menambahkan bahwa ia dan Munger sangat beruntung bisa melakukan apa yang mereka cintai, “We are very, very lucky to be in jobs where physical ability doesn’t make any difference. We’ve got the perfect jobs for a couple of guys with aging bodies,”

Dan ia menutup dengan sebuah pernyataan yang sangat menginspirasi, “I could do anything that money could buy, pretty much, and I’m having more fun doing what I do.”

Buffett, bisa membeli apapun juga dan ia tetap tinggal di rumahnya yang sederhana di Omaha, Nebraska, kota yang jauh dari kata glamor dan hiruk pikuk.

Ia bisa melakukan apa pun juga dengan hartanya, dan baik Buffett maupun Bill Gates, masih hidup dengan gayanya yang santai dan simple.

Mengapa banyak orang tidak bahagia dengan apa yang mereka kerjakan meskipun mereka mendapat banyak uang? Mengapa orang terus mengeluh dengan situasi baik ia bekerja dengan orang lain ataupun bekerja sendiri? Mengapa orang menyalahkan keadaan dan tidak mau mengambil tanggungjawab atas dirinya sendiri, seperti menyalahkan bos, pemerintah, perusahaan, orang tua, dll?

Karena banyak orang, terlalu takut untuk mempunyai mimpi, dan kalaupun ia punya mimpi, ia terlalu malas untuk bersakit-sakit dahulu mewujudkan mimpinya.

Don’t let the fear of losing be greater than the excitement of winning (Robert Kiyosaki).

Jadi, apa mimpimu?