Sebelum Anda mulai trading/investasi saham, ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan terlebih dahulu, salah satunya adalah membuka rekening saham. Tanpa adanya rekening saham, Anda tidak bisa melakukan transaksi beli dan jual saham.

 

Pertanyaannya sekuritas kan ada banyak, bagaimana cara memilih sekuritas supaya trading Anda menjadi lebih maksimal? Hal apa saja yang perlu diperhatikan? Kriterianya apa saja? Yuk simak baca sampai habis.

1. Fitur Online Trading yang Lengkap :
Mengapa Fitur Online Trading yang lengkap? Karena sebagai investor, kita membutuhkan informasi fundamental seperti EPS, rasio ROE dll. Selain itu, tentunya dibutuhkan fasilitas charting yang realtime yang memudahkan trader untuk mengambil keputusan dalam memilih saham untuk trading short term/medium term. Fitur automatic order juga akan membantu trader yang sibuk supaya portfolio terjaga sesuai dengan rencananya.

2. Memberi Layanan Edukasi

Sebuah sekuritas yang bagus tentu peduli dengan kemajuan dari nasabahnya, salah satu caranya dengan memberikan layanan edukasi bahkan secara free. Layanan ini akan membantu trader dan investor tidak hanya bisa melakukan aksi beli dan jual saham, namun belajar menganalisa baik secara teknikal atau fundamental dalam memilih sahamnya.

 

3. Sebaiknya Ada Offline Trading

Untuk trader dan investor yang sibuk, gunakanlah fitur offline tradingnya. Apa itu offline trading? Offline trading berarti sekuritas yang ada bantuan brokernya. Ketika Anda dan brokernya sudah kenal, Anda bisa komunikasi dengan lebih efektif dalam membeli/menjual sahamnya.

 

Broker bisa membantu dalam melakukan pembelian saham apa, di harga berapa dan dalam nominal berapa. Dengan adanya broker, kita tidak perlu repot menghitung berapa lot yang akan dibeli, harganya berapa, portfolio kita bagaimana. Saham akan otomatis terbeli sesuai dengan rencana kita.

 

Ketika berhadapan dengan pialang/broker, kita juga perlu perhatikan apakah broker ini mau Anda maju / sekedar beli dan jual saham saja. Broker juga kerap kali memberikan rekomendasi saham, namun sebagai trader dan investor, kita harus cek terlebih dahulu dan sesuaikan dengan pengertian Anda. 1 Hal penting yang Anda harus ingat, ketika Anda ragu, janganlah melakukan transaksi. Mengapa demikian? Karena jika Anda tidak melakukan transaksi apa-apa, Anda tidak akan rugi apa-apa juga. Namun, ketika Anda melakukan transaksi dalam keadaan ragu, biasanya lebih banyak ruginya karena bingung dengan strateginya.

 

4. Komisi Transaksi dan Bunga T+

Biasanya komisi transaksi kecil, bunga T +nya besar. Sekuritas ada yang berfokus pada investor retail dan institusi. Apa perbedaannya? Tentu, ketika berfokus pada investor retail, adanya layanan yang dibutuhkan investor retail, seperti online trading.

5. MKBD Besar

MKBD (Modal Kerja Bersih Disesuaikan) : Total Modal yang Dikelola. MKBD yang besar menunjukkan sekuritas tersebut kuat dan dipercaya.

Lalu, apakah itu Online Trading? Apa fungsinya?

Dari Online Trading, Anda bisa melihat informasi dari harga saham yang sedang berjalan atau biasa disebut running trade. Akan tetapi jangan berfokus pada running trade. Mengapa? Karena Anda akan terhipnotis oleh gerakan harga saham di market. Ada yang hijau naik dari 1%, 2%, 5%, 10%. Gerakan saham seperti ini kerap kali mempengaruhi emosi kita dan bisa membuat kita membeli sebuah saham. Membeli dengan cara seperti ini tentunya akan berbahaya.

Dari running trade, Anda juga bisa melihat informasi dari setiap saham mulai dari Bid dan Offernya. Ibarat sistem lelang, bid adalah antrian beli dan offer adalah antrian jual. Semakin banyak orang yang melakukan bid, saham ini semakin diminati dan likuiditas akan semakin besar.

 

Saham likuid menunjukkan banyaknya permintaan dan penawaran sebuah saham. Selain itu, Anda juga bisa melihat harga rata-rata, harga pembukaan, harga penutupan, volume transaksi dll.

Cara membeli dan menjual saham tentu mirip seperti online trading. Anda harus tentukan mau beli saham apa, di harga berapa, dan jumlah uang berapa.

Mulai Dari Modal Berapa?

 

Pertanyaan ini sering kali ditanyakan oleh banyak orang. Ketika berbicara sebuah angka, maka bisa jadi angka itu akan termasuk besar untuk 1 orang dan bisa jadi angka itu termasuk kecil untuk orang yang lain. Hal ini sifatnya subjektif. Lalu sebaiknya mulai dari modal berapa?

Mulailah dari senyaman dan serelanya Anda jika saja uang ini sampai rugi/hilang dan Anda anggap uang ini sebagai uang sekolah Anda. Jangan ambil uang dari kebutuhan pokok Anda dan dari dana cadangan. Start small! Mengapa demikian? Supaya kualitas hidup Anda tidak terganggu dan Anda tetap bisa happy ketika sahamnya naik, maupun bisa tidur dengan nyenyak ketika sahamnya rugi. Nominal ini penting karena akan mempengaruhi psikologi trading Anda. Always start small!