Banyak orang bertanya kepada saya, bagaimana caranya menjadi seorang trader yang berhasil? Seperti apa sih trader yang berhasil itu?

Perlu Anda ketahui bahwa trader yang berhasil adalah trader yang berhasil menghasilkan keuntungan yang konsisten dari trading, tidak hanya itu trader yang berhasil adalah trader yang berani membatasi kerugian. Satu hal lain yang terpenting dari super trader adalah, ketika untung pun tidak hanya untung – untungan kemudian besok rugi lagi, kalau seperti ini Namanya bukan trader yang berhasil tapi lucky trader namanya.

Lalu bagaimana cara menjadi trader yang berhasil? Dan bagaimana perjalanan seorang pemula sampai akhirnya menjadi seorang trader yang benar – benar sudah autopilot, ketika melihat grafik harga saham sudah mengerti apa yang harus dilakukan tanpa banyak mikir dan bertanya?

Ada 4 langkah untuk menjadi trader yang berhasil yang perlu Anda ketahui. Yuk baca sampai habis artikel “4 Level Trader Sukses”

Level 1: Unconscious Incompetence

Seorang trader pemula biasanya akan mencari sesuatu yang sifatnya instan, level pertama disebut dengan unconscious incompetence dan ini merupakan level paling awal yang dilalui oleh trader pemula. Secara Bahasa Unconscious artinya tidak sadar, sedangkan incompetence artinya tidak bisa. Nah seorang trader pemula biasanya mereka tidak sadar bahwa mereka belum bisa trading atau tidak tahu bagaimana cara trading yang benar.

Hasilnya dia merasa bahwa dirinya sudah pintar, saya sudah bisa kok trading, saya tidak butuh belajar sudah bisa untung. Padahal itu hanya kebetulan saja, karena kalau market lagi bullish semua orang juga bisa untung.

Karena mereka tidak sadar bahwa mereka tidak bisa, mereka merasa tidak perlu belajar dan ciri – cirinya biasanya profit menakjubkan di awal hingga satu sampai tiga kali trading, biasanya trader seperti ini masuk ketika pasar saham sedang bullish. Tapi tak lama setelah itu, keuntungannya mulai tersapu karena mengalami kerugian demi kerugian.

Trader di level unconscious incompetence tidak sadar bahwa dia tidak bisa trading dan dia tetap mengira bahwa dia bisa trading meskipun semua fakta berkata sebaliknya dan ciri – ciri lain trader di level 1 ini adalah tidak mempunyai sistem yang komplit, biasanya dikuasai oleh emosi, bisa marah pada market dan menyalahkan keadaan. Pada akhirya 90% dari trader level 1 ini akan kapok trading dan menarik diri dari aktivitas trading.

Hanya sedikit trader yang kemudian step up naik ke level yang ke 2, trader pada level 2 ini disebut dengan trader di level conscious incompetence

Level 2: Conscious Incompetence

Secara Bahasa conscious artinya sadar sedangkan incompetence artinya tidak bisa. Jadi trader di level 2 ini sadar bahwa dirinya tidak bisa trading. Karena mereka sadar mereka tidak bisa trading, maka yang dilakukan adalah mereka mulai belajar dan yang mereka cari adalah jurus jitu dalam trading.

Dan trader pada level ini mereka sadar betul bahwa ada yang salah karena tidak bisa tradings, sehingga mereka mencoba – coba berbagai macam strategi yang pada akhirnya malah membuat si trader ini terjebak dalam kebingungan.

Seperti halnya trader di level 1, trader di level 2 ini ada beberapa yang kemudian putus asa dan berhenti trading karena kebingungan. Mengapa bisa demikian?

Maka dari itu perlu Anda ketahui bahwa dalam proses belajar seringkali trader level 2 ini menyerap semua informasi yang ia terima dan informasi ini sebenarnya seperti puzzle yang masih belum tersusun rapih. Sehingga informasi yang didapat tidak sempurna dan membingungkan.

Hanya beberapa saja trader yang berhasil naik ke level 3.

Level 3: Conscious Competence

Conscious competence artinya bisa secara sadar. Ciri – cirinya adalah trader di level ini mulai mengalami momen “aha!”, mulai mendapatkan pencerahan, mulai mendapatkan solusi – solusi atas kesalahan yang pernah dilakukan.

Trader di level 3 ini akhirnya dia menyadari bahwa pokok permasalahan bukan pada strategi, bahkan terlalu banyak strategi yang mungkin ia sudah pelajari. Akhirnya trader di level 3 ini akan memilih strategi yang sederhana namun powerful.

Trader di level 3 ini juga menyadari bahwa risk management , mindset dan psikologi trading yang tidak diatur dengan benar inilah yang menyebabkan kegagalan dalam trading. Perlu Anda ketahui juga bahwa tidak ada satu pun yang mampu memprediksi pasar secara akurat

Seperti namanya conscious competence, mereka bisa secara sadar dalam melakukan trading, mempersiapkan trading plan dengan matang dan sangat berhati – hati.

Sama seperti ketika Anda belajar nyetir mobil pertama kali, Anda pasti akan mengukur apakah posisi mobil saat ini sudah pas, jangan sampai mobil Anda menyenggol atau bahkan menabrak mobil orang lain sehingga Anda akan lebih berhati – hati ketika baru pertama kali belajar.

Hal ini sama seperti trader di level 3. Lalu bagaimana dengan trader di level 4?

Level 4: Unconscious Competence

Trader di level 4 bisa tanpa harus berpikir terlalu lama ketika trading, sama halnya ketika Anda sudah mahir menyetir mobil tidak usah terlalu banyak berpikir ini itu.

Ketika Anda sudah terbiasa masak, Anda tidak perlu mikir bagaimana cara masaknya tanpa perlu melihat resep, Anda masih bisa tetap melakukan aktifitas lain.

Demikian juga trader yang sudah masuk ke level conscious competence ini sudah tidak perlu lagi berpikir panjang, begitu melihat grafik si trader ini akan langsung tahu kapan beli , jual di mana dan stop loss di level berapa.

Perjalanan trader dari level 1 sampai 4 ini butuh yang namanya kesadaran diri bahwa untuk mencapai suatu keberhasilan butuh proses. Maka dari itu jangan berhenti belajar dan terus berlatih agar kesuksesan yang Anda impikan dapat tercapai.

 

Salam Profit!
Ellen May Institute