Banyak yang masih bingung istilah-istilah dalam saham termasuk nama-nama dari strategi – strategi yang ada. Bahkan tidak banyak yang mencampurkan mindset antara investing dan juga trading sehingga menjadi bingung apakah saham ini layak untuk dibeli atau tidak karena memiliki dua view yang berbeda.

Apa maksudnya view yang berbeda?

Maksudnya adalah cara melakukan analisa yang berbeda. Dalam cara melakukan analisa, setidaknya pelaku pasar modal terbagi menjadi dua kategori si investor dan si trader. Loh bukannya kedua orang ini sama? Tidak. Investor dan trader adalah dua mindset yang berbeda.

Menjadi seorang investor berarti berpikir seperti seorang pemilik perusahaan, ibarat seperti pemilik kebun. Kalau Anda adalah pemilik kebun, katakanlah kebun tomat. Anda harus tahu tingkat kesuburan tanah Anda, Anda harus tahu perairannya gimana, pupuk, bibit, dsb. Dalam saham, menjadi seorang investor Anda harus tahu kondisi perusahaan Anda bagaimana. Apakah sedang mengalami keuntungan, pertumbuhannya gimana, tingkat utangnya gimana, dsb.

Sedangkan menjadi seorang trader Anda berpikir seperti PEDAGANG tomat, bukan pemilik kebun. Apakah Anda sebagai pedagang tomat perlu berpikir tingkat kesuburan tanah, perairan, dsb? Tentu tidak perlu sedetail itu kan? Yang penting focus Anda sebagai pedagang tomat adalah bisa menjual barang dagangan Anda.

Menjadi seorang investor juga berarti berfokus pada jangka panjang. Bisa jadi 3 tahun ke atas. Sedangkan menjadi seorang trader fokusnya adalah jangka pendek, biasanya dibawah setahun sudah bisa profit taking dan potential profit puluhan hingga ratusan%.

Apa saja strategi dalam trading saham?

Ada banyak strategi dalam trading saham berdasarkan timeframe (jangka waktu). Analisanya sama saja menggunakan analisis teknikal, Cuma yang membedakan adalah pada saat melakukan pembelian dan penjualannya saja.

  1. Day Trading
    Banyak dari kita berpikir menjadi seorang trader berarti menjadi seorang day trader yang melakukan eksekusi trading dengan cepat. Ternyata tidak seperti itu dan itu hanya salah satu strategi saja.Dalam melakukan day trading, seorang trader itu berfokus pada range pergerakan harian dari sahamnya. Day trader adalah trader yang masuk beli dan jual pada hari yang sama. Bisa jadi pada pagi hari dia beli, kemudian sudah jualan pada sore harinya. Menjadi day trader juga Anda memerlukan waktu untuk memantau saham-saham Anda di

     

    Mungkin Anda pernah mendengar istilah scalping, ya scalping adalah trading dengan range jangka pendek yang fokusnya adalah melakukan hit and run. Range profit takingnya bisa 3%-7% per transaksi. Trading dengan cara seperti ini berarti Anda sudah tidak boleh sayang-sayang untuk melakukan cut loss. Kita di Ellen May Institute tidak merekomendasikan trading dengan cara seperti ini.

  2. Swing Trading
    Setidaknya jika Anda ingin mulai trading, mulailah melakukan swing trading. Swing trading tidak berfokus pada range pergerakan harian dan mulai melihat arah trend jangka menengah (2-3 bulan).Dengan melakukan swing trading, Anda menjadi lebih santai dan tidak terlalu terburu-buru karena focus Anda adalah trend bulanan. Range profit taking Anda pun cukup lebar antara 10%-30%. Disebut swing trading karena focus seorang swing trader adalah mengincar satu kali ayunan ke atas dari pergerakan harga saham tersebut.

     

    Mindsetnya menjadi seorang swing trader adalah begitu kena target maka akan dilakukan penjualan, meskipun trendnya masih naik. Jadi seorang swing trader berfokus pada target yang telah dia tentukan. Terkadang bisa saja harga saham naik melampaui targetnya, dan itu adalah konsekuensi yang harus diterima oleh seorang swing trader.

  3. Trend Following
    Inilah rahasianya Anda bisa profit puluhan sampai ratusan% dari trading, yaitu menggunakan strategi trend following. Trend following (position trading) kita berfokus pada pergerakan trend yang lebih besar tapi masih dibawah setahun.Berbeda dengan swing trading, menjadi seorang trend follower akan terus hold sahamnya sampai saham tersebut patah trend. Jadi, selama trendnya masih naik trend follower tidak peduli harga sahamnya naik dan turun yang penting trendnya jelas masih naik dan baru akan jualan ketika trend tersebut menunjukkan tanda-tanda pelemahan dan mulai berbalik arah.

     

    Biasanya trend follower baru akan profit taking setelah hold saham tersebut di atas 4 bulanan. Memang tidak menutup kemungkinan ada saham-saham yang harus profit taking karena trendnya sudah patah lebih cepat. Tapi kebanyakan yang profitnya bisa menyentuh ratusan persen membutuhkan waktu.

    Mana Strategi Terbaik?

    Diantara sekian banyak strategi di atas, manakah strategi trading yang terbaik yang profitnya paling maksimal?

     

    Kalau secara persentase, jelas menjadi trend following (position trading) jauh melampaui strategi trading yang lainnya. Tapi ada satu hal yang harus dimiliki oleh seorang trend follower, yaitu kesabaran.

     

    Meskipun panennya seorang trader itu tergolong cepat, tapi tetap membutuhkan waktu agar profitnya bisa nendang juga. Menjadi trend follower itu ibarat kerja proyek, sekali profit taking langsung banyak tapi perlu waktu.

     

    Sebenarnya tidak ada strategi yang terbaik, yang ada adalah strategi yang paling sesuai dengan karakter dan tujuan Anda.

    Jika Anda ingin trading dengan swing trading berarti Anda harus puas menerima profit sesuai target Anda. Terkadang adakalanya harga malah lanjut bablas ke atas setelah kita profit taking. Jika ini terjadi, yang Anda harus lakukan adalah bersyukur terhadap profit Anda dan TIDAK KEJAR HARGA LAGI. Lebih baik menunggu saham tersebut untuk membentuk trading setup yang biasa kita gunakan, bisa menggunakan pattern atau price action pada support resistance.

    Bagaimana cara kita tahu saham yang cocok untuk Trend Following atau Swing Trading?

    Sering sekali member menanyakan hal ini baik dalam morning briefing maupun dalam ticketing. Bisakah kita tahu saham tersebut bisa untuk trend following atau lebih cocok untuk swing trading. Tentu kalau kita tahu ini untuk trend following, kita bisa hold saja saham ini sampai trendnya selesai dan kalau saham tertentu cocok untuk swing trading, kita bisa swing saja.

     

    Jawabannya adalah, semua saham bisa untuk trend following maupun swing trading. Jadi sebenarnya Anda harus memilih. Ketika trend harga saham turun, trend following sama sekali tidak bisa masuk dan harus menunggu konfirmasi breakout dan perubahan trend terlebih dahulu, tapi swing trader bisa masuk hanya untuk mengambil koreksi kecil.

     

    Jika harga sedang berada pada fase akumulasi (siap-siap mau naik) maka begitu akumulasinya selesai, Anda bisa gunakan strategi trend following untuk menangkap awal mula terbentuknya trend tersebut dan di hold sampai trend tersebut selesai. Atau Anda sebagai swing trader mengambil hanya satu sampai dua tarikan ke atas dalam trendnya tersebut.

     

    Bagaimana jika Anda tidak tahu strategi mana yang paling sesuai untuk Anda?

    Jika Anda tidak tahu harus menggunakan strategi yang mana, Anda bisa ikuti 3 langkah ini

  • Kenali goals Anda
    Apa tujuan Anda trading? Jika tujuannya adalah untuk perkembangan asset, maka trend following itu cocok untuk Anda karena Anda tidak berniat untuk melakukan withdrawal ditengah jalan. Jika ditengah jalan Anda ingin withdraw tentu profitnya tidak akan maksimal.Kalau tujuan Anda untuk pendapatan tambahan, maka swing trading itu cocok untuk Anda karena waktu yang diperlukan untuk profit taking lebih pendek.
  • Kenali karakter Anda
    Coba saja Anda bayangkan diri Anda menjadi seorang swing trader, ketika harga menyentuh target jual Anda dan sudah +20%, kemudian Anda segera profit taking sesuai target tersebut dan harga malah lanjut naik lebih tinggi. Apakah Anda bisa menerima hal ini?Sekarang coba bayangkan jika Anda sudah hold suatu saham selama 3 bulan, harga sudah naik dengan baik, eh malah tiba-tiba berbalik arah dan keuntungan Anda tergerus dan kembali ke harga modal. Apakah Anda bisa menerima hal ini?

     

    Apakah Anda orangnya lebih sabar dan santai? Atau Anda orangnya lebih gesit dan cenderung tidak sabaran?

  • Test aja
    Kalau dari cara di atas Anda tidak tahu harus pakai yang mana, Anda bisa tes saja. Bukalah dua account, account A untuk swing dan account B untuk trend following. Coba saja selama setahun, mana yang paling menguntungkan bagi Anda? Mana yang paling nyaman untuk Anda? Mana style yang Anda sukai, bisa jadi itu adalah style yang cocok untuk Anda.

Sebelum Anda betul-betul terjun dengan uang besar, belajarlah terlebih dahulu strategi-strateginya secara mendalam tentang bagaimana meraih profit dari saham. Jika Anda memperlengkapi diri dengan cara “menjala” profit itu secara utuh dengan belajar di workshop Super Performance Trader, maka trading saham tidak hanya memberi tambahan keuntungan / tambahan penghasilan, bahkan bisa menjadi sumber penghasilan utama Anda.

Give a man a fish and you’ll feed him for a day. Teach a man to fish and you’ll feed him for a lifetime.

Salam Profit!