Banyak sekali trader yang masih awam dalam dunia trading hanya berfokus kepada profit yang besar dalam waktu yang sesingkat – singkatnya. Akan tetapi mereka melupakan satu hal yang tidak kalah penting, yaitu risiko.

Lantas mengapa risiko merupakan hal penting yang tidak boleh dianggap sepele?

Dalam trading pasti akan selalu ada risiko yang akan Anda hadapi. Anda tidak bisa sepenuh menghindari risiko dalam trading.

Lalu apa yang harus Anda lakukan, terutama sebagai seorang yang masih pemula dalam dunia trading?

Anda bisa meminimalisir risiko yang ada dan memegang kendali atas trading Anda. Jika Anda ingin meminimalisir risiko yang ada dengan efektif, Anda harus mengakui terlebih dahulu bahwa pasar saham tidak akan mengatur risiko Anda dengan sendirinya, Anda lah yang bertanggung jawab penuh atas transaksi yang Anda lakukan di market.

Anda juga harus menyadari dan mengakui, jika saja performa trading Anda yang masih kurang baik adalah karena kesalahan Anda sendiri, bisa jadi karena kurang disiplin, rasa malas menganalisis pergerakan harga dan tidak memiliki persiapan yang matang sebelum terjun ke dunia trading.

Setiap trade yang Anda lakukan sudah seharusnya risiko menjadi fokus utama Anda. Dengan menjadikan risiko sebagai fokus utama Anda, maka Anda akan mengetahui seberapa besar risiko yang Anda hadapi jika Anda salah dalam mengambil keputusan di dalam trading.

What to do?

Banyak sekali trader, terutama trader yang masih awam dalam dunia trading hanya berfokus pada mencari saham untuk dibeli dan berandai – andai berberapa banyak uang yang akan mereka hasil kan dari hasil transaksi mereka nanti, sehingga membuat mereka dikuasai oleh keserakahan.

Keserakahan akan mengantarkan Anda kepada rasa ketidaksabaran. Sehingga yang seharusnya mereka berfokus pada meminimalisir risiko, fokus mereka malah menjadi meraih profit yang besar dan melupakan risiko yang ada.

Padahal, agar Anda mampu menghasilkan keuntungan yang konsisten dan BERTAHAN di market, Anda harus bisa meminimalisir risiko yang akan Anda hadapai dari setiap transaksi Anda setiap hari.

Lalu bagaimana cara Anda meminimalisir risiko?

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan menentukan level stop loss.

Artinya setiap transaksi yang Anda lakukan, Anda sudah mengetahui dan sudah menentukan level stop lossnya, jika saja harga malah berbalik arah berlawanan dengan hasil analisis Anda.

Trading tanpa stop loss ibarat sebuah mobil tanpa rem. Mungkin Anda bisa mengendarai mobil tersebut dalam beberapa blok, akan tetapi jika Anda mengendarai mobil tanpa rem, seberapa jauh lagi Anda bisa mengendarai mobil tersebut sebelum mengelami kecelakaan?

Sama halnya dengan trading, trading tanpa stop loss sudah dipastikan cepat atau lambat Anda akan mengalami kerugian yang tak terbatas, ini hanya masalah waktu saja.

Jangan Anggap Remeh “Stop Loss”

Setiap kerugian besar diawali dengan kerugian yang kecil. Satu – satu nya cara untuk melindungi modal Anda dan mencegah agar kerugian Anda tidak membesar bagaikan bola salju adalah dengan menerima kerugian yang masih kecil tersebut dengan lapang dada untuk di jual saat itu juga jika sudah menyentuh level stop loss.

Waspadai Volatiltas

Jika suatu saham memiliki volatilitas yang cukup tinggi atau memiliki pergerakan yang liar, akan sangat suli bagi Anda untuk memasang level stop loss yang ketat. Karena dengan pergerakan saham yang liar tersebut besar kemungkinan level stop loss Anda akan disentuh lalu kemudian harga menguat kembali juga besar.

Maka dari itu Anda harus menetapkan level stop loss yang agak lebar dari biasanya, terutama untuk beberapa saham tertentu yang memiliki volatilitas yang cukup tinggi. Sehingga risiko yang akan Anda hadapi juga akan besar.

Untuk sebagian orang mungkin tidak nyaman dengan level stop loss yang lebar, dikarenakan kerugian yang akan dihadapai akan semakin besar pula jika harga bergerak tidak sesuai analisis kita. Maka dari itu ini kembali lagi kepada Anda, Anda lebih nyaman yang mana?

Jika Anda adalah seorang trader yang menyukai tantangan, dan ingin menguji adrenalin Anda maka saham yang bervolatilitas tinggi cocok untuk Anda, karena selain dapat memeberikan profit yang besar saham yang memiliki volatilitas tinggi juga dapat memberikan kerugian yang cukup besar pula.

Risk To Reward

Stop loss merupakan bagian terpenting dalam pemilihan saham, bahkan dalam pemilihan saham untuk dibeli harus bersamaan dengan penentuan level stop loss. Jangan membeli saham jika Anda belum menentukan dimana level stop lossnya.

Anda perlu mengetahui bahwa, Anda tidak mengendalikan risiko ketika Anda menjual sebuah saham, Anda mengenalikan risiko ketika Anda akan membeli sebuah saham. Karena level stop loss seharusnya ditentukan sebelum membeli sebuah saham dan memiliki rasio risk to reward yang masuk akal.

Lalu seperti apa rasio risk to reward yang masuk akal?

Coba Anda bayangkan, akankah Anda membeli sebuah saham dengan level stop loss sebesar 25%, namun target take profit hanya berkisar 10% sampai 15%?

Jika Anda membeli saham dengan reward yang lebih besar dibanding risiko secara konsisten, maka seiring berjalannya waktu portofolio Anda akan semakin membaik, dikarenakan Anda memiliki risk to reward yang masuk akal.

Akan tetapi jika Anda memiliki risk to reward tidak masuk akal, lebih besar risiko dibanding reward maka lebih baik Anda pergi ke Casino daripada trading.

Jika Anda ingin mempelajari lebih dalam mengenai pembatasan risiko dan money management lebih mendalam, Anda bisa join dalam Workshop Super Performance Trader di supertrader.id