Passive Income Dari Pasar Saham, Kenapa Tidak?

Jelang  musim bagi-bagi dividen saham, biasanya banyak sekali yang bertanya seputar dividen saham ini.

Boleh nggak sih beli saham cuma buat dapat dividen? Dan… bisa nggak, dividen saham bikin kita kaya raya? Kalau emang bisa, bagaimana caranya? Saham apa saja yang sebaiknya kita pilih? Boleh nggak, kalau kita beli saham jelang bagi dividen, dan jual saham tersebut setelah bagi dividen?

Sebelum saya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut… mungkin Anda yang masih awam dengan dunia pasar modal, bertanya2… “Apa sih yang dimaksud dengan dividen”?

Simpelnya, dividen adalah pembagian laba yang didapat oleh perusahaan.

Nah, strategi berinvestasi saham dengan tujuan untuk mendapat dividen ini, disebut dengan Income Investing.

Apa itu strategi Income Investing?

Strategi Income Investing ini, mungkin tidak sepopuler strategi investasi saham lainnya, seperti value investing, growth investing, ataupun trading saham, di mana trading saham bisa memberikan keuntungan berpuluh kali lipat lebih cepat daripada strategi investasi saham lainnya.

Apa bedanya Income Investing bila dibandingkan strategi investasi lain?

Jika strategi Value Investing fokus mencari saham-saham yang valuasinya murah, dan Growth Investing fokus pada investasi pada perusahaan yang sedang berkembang, maka Income Investing berfokus pada perolehan Dividen dan yang tidak kalah penting adalah kemampuan / komitmen perusahaan dalam membayar dividen.

Bagaimana Cara Memilih Saham untuk Income Investing?

  1. Pilih Perusahaan Mapan

Mengapa memilih perusahaan yang mapan? Logikanya, kalau perusahaan sedang berkembang, pasti butuh banyak modal untuk pengembangan ke depan. Perusahaan yang berkembang memang harga sahamnya akan naik cepat dalam jangka pendek dan menengah. Namun bukan itu fokus seorang investor jangka panjang.

Seorang investor jangka panjang fokus pada konsistensi.

Nah kalau perusahaan berkembang terus melakukan inovasi, pastinya butuh dana. Dan kalau uangnya banyak digunakan untuk inovasi, pastinya dividen yang dibagikan pun tidak banyak.

Terlepas dari strategi Income Investing, personally… saya sebenarnya lebih suka tipe perusahaan yang berkembang seperti ini. Asalkan tidak banyak menggunakan hutang.

Balik lagi ke strategi Income Investing ini. Kalau memang fokusnya mau dapat dividen, harus cari perusahaan yang sudah mapan, steady secara fundamental, mampu menghasilkan profit konsisten, dan bisa bagi-bagi dividen terus.

2. Pilih Perusahaan BUMN

Alangkah baiknya, jika Anda pilih Badan Usaha Milik Negara. Entah kenapa… perusahaan-perusahaan milik negara ini, getol banget bagi dividen.

Sebagai contoh perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selalu bagi dividen tiap tahun, dengan besaran Dividend Yield sekitar 2,24%, dan Dividend Payout Ratio sekitar 40%.

Beberapa perusahaan BUMN yang rajin bagi dividen antara lain BMRI, BBRI, BBNI, PTPP, WTON, WSBP, PPRO dan ADHI.

3. Hindari Perusahaan Siklikal

Nah, untuk keperluan investasi jangka panjang, hindari perusahaan yang bersifat siklikal.

Perusahaan komoditas, seperti minyak, gas, pertambangan, agrikultur, merupakan perusahaan yang sifatnya siklikal.

Naik turunnya pendapatan perusahaan juga dipengaruhi oleh kondisi eksternal, seperti kondisi geografis, suplai komoditas dan lain sebagainya, yang sangat mempengaruhi harga komoditas.

Beberapa perusahaan yang tergolong siklikal antara lain :

  • Dari sektor pertambangan : BUMI, INCO, MEDC, DOID
  • Dari sektor agrikultur: AALI, TBLA, GJTL, GZCO
  • Dari sektor migas : BIPI, ELSA, ESSA, ENRG

Perusahaan yang non siklikal adalah perusahaan yang terus dibutuhkan oleh masyarakat banyak meski kondisi apa pun.

Misalnya UNVR, GGRM, TLKM, KLBF, INDF dan lain-lain.

4. Pilih Perusahaan yang Cuan Terus

Cuan terus! Ini adalah syarat utama / wajib! Gimana bisa bagi dividen kalo rugi?

Bagaimana cara melihat cuan / laba perusahaan? Anda bisa melihat rasio EPS / ROE sebuah perusahaan selama minimal 5 tahun terakhir.

Beberapa perusahaan yang dipilih dalam buku Nabung Saham Sekarang dan sudah bisa menghasilkan keuntungan konsisten, dan memenuhi 3 kriteria sebelumnya untuk Income Investing di antaranya:

  • BBRI
  • UNVR
  • TLKM

5. Pilih Perusahaan yang Rajin Bagi Dividen

Perusahaan apa saja yang rajin bagi dividen tiap tahun… dan gede pula bagi dividennya.

Bagaimana kriteria dividen cukup besar untuk dibagikan?

Secara praktis, seringkali seorang investor saham menggunakan rasio Dividend Yield untuk menghitung seberapa cepat ia “BEP” alias balik modal setelah membeli sebuah saham.

Dividend Yield artinya, berapa besar dividen dibandingkan dengan harga saham.

Dividend Yield ini dihitung dengan

Misalnya perusahaan A mengumumkan akan membagikan saham dengan nilai Rp190 per lembar saham, sedangkan saham A diperdagangkan di harga Rp1,000. Maka, Dividend Yield saham ini ialah sebesar  = 0,19%

Namun, sebenarnya, dari kacamata seorang pemegang saham, untuk menilai pelit atau tidaknya perusahaan bagi dividen dilihat dari rasio Dividend Payout Ratio (DPR).

Dividend Payout Ratio ini dihitung dengan

Misalnya, saham B mengumumkan akan membagikan saham dengan DPS sebesar Rp505 dan EPS senilai Rp1,670 per lembar saham. Maka, Divident Payout Rationya sebesar  = 30,23%.

Nah berdasar 5 langkah tersebut, semoga Anda sudah bisa mencari saham mana yang bisa Anda jadikan sebagai pilihan untuk income investing.

Anyway, Anda bisa pelajari strategi investasi lainnya yang juga memberi imbal hasil lebih banyak, dan dalam waktu yang lebih singkat lagi seperti strategi Super Trader di supertrader.id

Salam profit!

Ellen May Institute

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *