Window Dressing

window-dressing

 

Menjelang akhir tahun seperti saat ini, istilah window dressing  jadi sering sekali dibicarakan oleh para investor…

Memang kenapa ya ? Salah satu alasannya ialah karena window dressing ini sering diartikan sebagai kondisi di mana IHSG akan cenderung menguat menjelang penutupan akhir tahun. Tapi benarkah begitu ?

Mari kita lihat pada pada tabel pertumbuhan IHSG Tahun 2011-2015 di bawah ini :

ihsg-sd-2015

Dan benar saja, selama 11 tahun dari tahun 2005 sampai 2015, IHSG selalu positif di akhir tahun.  Di bulan Desember selama 11 tahun tersebut terlihat jika IHSG menguat sekitar 0.42% sampai dengan 9.2%.

Tak heran jika para investor saham menyambut bulan Desember dengan gembira ya 🙂

Tapi apa sih window dressing sebenarnya ? Dan bagaimana window dressing itu dilakukan ? Yuk langsung saja simak pembahasannya !

 

Apa itu Window Dressing ?

Window dressing diartikan sebagai usaha dari beberapa pihak untuk mempercantik nilai portofolio mereka pada akhir tahun.

Bahasa simpelnya, ibarat sekotak box polos, praktek window dressing adalah pita yang mempercantik kotak tersebut.

 

Apa sih Tujuan dari Window Dressing ?

Window dressing bertujuan untuk menyajikan gambaran keuangan yang lebih baik daripada yang dapat dibenarkan menurut fakta dan akuntansi yang lazim.

Selain itu, biasanya praktek window dressing bertujuan juga untuk mengangkat harga per lembar saham perusahaan tersebut menjadi tinggi.

 

Siapa yang Melakukan Window Dressing ini ?

Selain dilakukan Manajer Investasi reksa dana, aktivitas window dressing juga dilakukan emiten/perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

 

Bagaimana Window Dressing dilakukan ?

Windows dressing dilakukan dengan menetapkan aktiva/pendapatan terlalu tinggi dan menetapkan kewajiban/beban terlalu rendah dalam laporan keuangan. Akibatnya dalam laporan keuangannya, suatu perusahaan memperoleh laba yang lebih tinggi.

Hal ini tentu akan berefek ke harga saham. Apabila kita perhatikan laporan keuangan suatu perusahaan yang mempunyai laba tinggi, otomastis kita yakin bahwa perusahaan tersebut bonafit, yang akhirnya membuat kita yakin untuk membeli.

 

Kapan Biasanya Window Dressing Dilakukan ?

Window dressing biasanya dilakukan pada tiap akhir kuartal (per seperempat tahun atau per 3 bulan) yaitu ketika perusahaan merilis laporan keuangan kuartalan pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember.

Namun, window dressing yang paling signifikan terjadi yaitu window dressing pada akhir tahun. Fenomena ini seringkali disebut dengan Santa Claus Rally.

 

Bagaimana Cara Memanfaatkan Fenomena Window Dressing ini ?

Jika Anda berinvestasi pada akhir November dan menjualnya pada akhir Desember, besar kemungkinan Anda akan memperoleh keuntungan.

Untuk memanfaatkan fenomena window dressing, Anda harus memilih saham-saham yang menggerakkan indeks, yaitu saham-saham bluechips atau perusahaan berkapitalisasi besar dan tergabung dalam LQ-45.

Perlu diingat, jika window dressing terjadi di IHSG bukan berarti hal itu terjadi pula di semua saham. Pemilihan portofolio saham yang salah juga dapat menyebabkan kerugian.

Window dressing sebenarnya sah-sah saja dalam dunia pasar modal, selama tidak melanggar peraturan yang berlaku dan sesuai kinerja pasar/emiten dalam batas kewajaran.

Namun terlepas dari itu semua, sebaiknya tanpa window dressing peningkatan kinerja emiten tetap harus digencarkan agar profit yang diperoleh maksimal.

Lalu apa saja saham-saham yang potensial di bulan Desember ini dan juga Januari 2017 nanti ? Bagaimana statistik Window Dressing dan Santa Claus Rally selengkapnya ?

Simak ulasan akhir tahun tertajam melalui December Premium Insight pekan depan.  Daftar segera di bit.ly/daftarpremiumaccess

 

Semoga bermanfaat dan…

Salam profit !

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign up to our newsletter!