Peluang Pengetatan Suku Bunga Terhadap Saham CTRA

Rilis data ekonomi Indonesia beberapa bulan terakhir membuat BI berkemungkinan memberikan sentimen untuk sektor properti yang sudah terkoreksi cukup dalam selama ini. Sentimen apakah yang dimaksud? Lalu, seperti apakah prospek saham CTRA saat ini? Simak semuanya, hanya di #Kopisore hari ini.

Jangan lupa, simak review IHSG hari ini.

IHSG sore ini ditutup menguat 0,23% ke level 5,824.01. Penguatan ini terutama didorong oleh sektor properti dan industri dasar yang menguat lebih dari 1%. Transaksi saham asing hari ini masih tercatat sebesar Rp157,93 miliar.

Peluang Saham CTRA

Sebagai salah satu saham properti di Indonesia, CTRA memiliki prospek yang cukup menarik, terutama memasuki kuartal III 2017. Setelah merilis laporan keuangan, saham CTRA hanya mampu membukukan penjualan sebesar Rp2,9 triliun atau berkurang -1% YoY pada tahun 2017 ini.

Penurunan penjualan properti ini terutama diakibatkan oleh penurunan penjualan pada bulan Juni yang dipengaruhi oleh hari libur Idul Fitri.

Meskipun tercatat menurun, penjualan saham CTRA pada kuartal III 2017 ini diperkirakan akan terus meningkat. Terutama didukung oleh beberapa proyek baru yang akan diluncurkan di Jakarta dan Bali.

Selain kinerja yang masih terus bertumbuh, saham-saham di sektor properti terutama saham CTRA berkemungkinan akan terpengaruh sentimen positif dari BI, yang berpeluang untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat ini.

Optimisme penurunan suku bunga ini terutama terjadi akibat rilis data beberapa sektor ekonomi seperti inflasi yang rendah, pasar obligasi yang kuat dan juga rupiah yang stabil sehingga memungkinkan BI untuk melakukan penurunan suku bunga.

Rilis data PDB kemarin yang masih terlihat flat sebesar 5,01%, masih sama dengan kuartal I 2017 kemarin, menunjukkan masih lemahnya daya beli konsumen Indonesia.

Penurunan suku bunga ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester 2 tahun ini, dan sekaligus memberikan stimulus untuk saham di sektor properti.

Namun, meskipun berpotensi menurunkan suku bunga, hal ini tidak akan langsung meningkatkan penjualan properti-properti di Indonesia. Tapi setidaknya, hal ini akan dapat menjadi faktor pendorong untuk saham sektor properti, termasuk saham CTRA yang sudah terlalu lama mengalami konsolidasi.

Saham CTRA sendiri sudah menguat sebesar 8% pada hari ini dan sudah kami rekomendasikan di premium access untuk speculative buy dalam range 1130-1180 beberapa hari kemarin. Lalu, bagaimana jika ingin beli saham CTRA di harga sekarang? Temukan jawabannya, hanya di bit.ly/premiumaccess

Salam profit.

PS: Kemudahan trading merupakan hal utama yang dibutuhkan oleh seorang trader. Tidak hanya mudah, informasi merupakan hal yang utama untuk meraih profit maksimal. Ingin trading saham dengan semua kemudahan tadi? Langsung saja simak ulasannya di bit.ly/bukaakunsaham

Anda ingin dapat ulasan saham berkualitas seperti ini setiap hari? Subscribe di bit.ly/kopipagisore

Please follow and like us:

 

Please follow and like us: