October Effect Part 2

October Effect  adalah istilah yang digunakan untuk menyebut penurunan harga saham yang kerap kali terjadi dalam rentang waktu bulan September – Oktober di kalangan pelaku pasar. Benarkah pasar saham Indonesia melemah di bulan Oktober? Apakah oktober effect terjadi di Indonesia?  Setelah Anda baca artikel http://bit.ly/octobereffect1 , yuk  kita mulai pelajari bagaimana history  October Effect di Indonesia.

IHSG Oktober 2008

Ketidakstabilan kondisi ekonomi global, terutama di Amerika Serikat (AS) berimbas pada perekonomian di kawasan Eropa dan Asia. Hal ini disebabkan oleh salah satu bank investasi terbesar di Amerika, Lehmann Brothers, mengalami kebangkrutan dan industri lainnya terkena imbasnya. Meskipun Kongres Amerika Serikat menyetujui pengucuran dana sebesar US$ 700 miliar untuk membiayai program penyelamatan yang diajukan pemerintah, sentimen tersebut tidak banyak membantu kondisi pasar saham dunia. Hal tersebut dapat dilihat dari indeks Dow Jones yang masih tetap terkoreksi menuju titik terendah baru sepanjang 2008.

 

Saham-saham Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok tajam hingga melebihi 10 persen. Selain itu, harga komoditas dunia, seperti batu bara, nikel, dan minyak kelapa sawit (crude palm oil / CPO) masih menunjukkan tren turun seiring dengan penurunan harga minyak dunia. Drastisnya penurunan harga ini membuat BEI menutup segala macam aktivitas di bursa saham pada jam 11.08 WIB, Rabu 8 Oktober 2008. Indeks jatuh 10,38 persen atau  168,052 poin ke level 1.451,669. Penutupan perdagangan saham untuk sementara ini baru pertama kalinya terjadi dalam sejarah pasar modal Indonesia.

 

Sebelum diberhentikan, tercatat saham yang turun sebanyak 171 saham, hanya 6 saham yang naik dan 9 saham stagnan. Transaksi saham yang dicatatkan sebelum bursa disuspensi sebanyak 27.494 kali dengan volume 1,129 miliar unit saham senilai Rp 988 miliar.

 

Saham-saham yang mengalami penurunan tajam di antaranya saham Telkom (TLKM) yang turun Rp 700 (9,79%) menjadi Rp 6.450, Indosat (ISAT) turun Rp 1.200 (23,3%) ke posisi Rp 3.950, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 110 (9,48%) menjadi Rp 1.050, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 3.200 (20%) ke harga Rp 12.800. Selain itu, saham-saham yang masuk dalam kelompok LQ45 mengalami penurunan nilai kapitalisasi pasar rata-rata sebesar 28,8 % dibanding perdagangan akhir pekan sebelumnya. Sungguh ini adalah peristiwa yang mengerikan.

 

October Effect di Indonesia

Dalam Monthly Exclusive Insight, analisa IHSG, peluang sektoral dan saham-saham potensial di bulan Oktober yang rilis setiap bulan. Free for Gold Premium Access member bit.ly/goldpremiumaccess, bulan Oktober  secara historis, dalam 13 tahun terakhir, IHSG di bulan Oktober menguat sebanyak 9 kali, dan melemah sebanyak 4 kali dengan probablitas penguatan sebesar 69%. Rata-rata return IHSG di bulan Oktober selama 13 tahun terakhir juga mengalami kenaikan hingga 0,52%. Berikut adalah datanya :

Berdasarkan data di atas, bulan Oktober di tahun 2008 menjadi yang terburuk dengan penurunan IHSG sebesar 31.44%.

Bagaimanakah kondisi IHSG saat ini?

Secara teknikal, IHSG sudah dua hari menguat. IHSG bahkan breakout dari masa konsolidasinya di level 5915 dan saat ini target selajutnya ke level 6000.

Saat ini, baik investor jangka panjang maupun trader masih diuntungkan dengan laju IHSG, di mana tahun 2017 masih menjadi tahun bullish. Meski demikian, mengutip kata bijak dari Warren Buffett, investor legendaris dunia, maka tidak ada salahnya jika kita berhati-hati ketika yang lain serakah, dan serakah ketika yang lain ketakutan.

Nikmati periode trend naik saat ini. Namun, saat ini bukanlah waktunya untuk serakah. Tetap berhati-hati. Untuk trader, peluang selalu datang dari mana pun, baik IHSG naik ataupun stagnan, terutama dari saham-saham berkapitalisasi menengah hingga kecil. Di akhir tahun volatilitas akan cenderung naik.

Naiknya volatilitas ini, meski risiko trading akan meningkat, tingginya range volatilitas saham bisa menjadi peluang untuk swing trader untuk trading dengan strategi beli jual jangka pendek / tik tok.

Bagaimana cara trading selengkapnya? Jika Anda ingin dibimbing secara personal setiap hari dan dapatkan edukasi lengkap, daftar sebagai Gold Member Premium Access di sini.

Https://bit.ly/goldpremiumaccess

Salah satu fitur yang ada di GOLD Premium Access adalah Monthly Premium Insight, di mana akan dibahas peluang saham selama Oktober baik secara sektoral serta didukung berita global dan Indonesia.

Semoga artikel ini bermanfaat. We make money, we change lives. Salam profit!!

 

Related Article:

Menjawab pertanyaan dan kebutuhan Anda dalam trading dan berinvestasi bit.ly/agendaedukasiPA

Apa itu Halloween Effect?  bit.ly/octobereffect1 

Luaskan Pangsa Pasar, Sudahkah Saatnya Beli Saham TINS? bit.ly/sahamtins1

 

Please follow and like us:

You might also like More from author

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

 

Please follow and like us: