[Kopisore 15 Juni 2017] Melonjak Hingga 25%, Seberapa Besar Potensi Saham AGRS?

IHSG pada perdagangan sore hari ini ditutup melemah 0,29% ke level 5,776.28. Pelemahan ini terutama terkait kenaikan suku bunga The Fed pada dini hari tadi, yang menaikkan suku bunganya dari 1,00% menjadi 1,25%. Sementara itu, asing hari ini kembali membukukan aksi net sell sebesar Rp270,06 miliar.

Pada perdagangan saham hari ini, AGRS mengalami lonjakan yang cukup signifikan ditengah pelemahan IHSG hari ini. Ada apakah sebenarnya dibalik penguatan tersebut? Apakah kenaikan tersebut menunjukkan lonjakan performa dari saham AGRS sendiri? Simak ulasannya, hanya di #Kopisore hari ini.

Kopisore 15 Juni 2017

Profil AGRS

Bank Agris Tbk (AGRS) didirikan pada tanggal 07 Desember 1970 dengan nama PT Finconesia (bergerak dalam bidang institusi keuangan).

Dalam perkembangannya sebelum menjadi Bank Agris, AGRS beberapa kali melakukan perubahan nama, antara lain:

1. PT Finconesia, per 07 Desember 1970
2. PT Bank Finconesia, per 26 Pebruari 1993
3. PT Bank Agris, per 2008

Saham AGRS sendiri masih didominasi oleh induk perusahaan (PT Dian Intan Perkasa), dengan porsi kepemilikan mencapai 82,59% dan UOB Kay Hian Pte. Ltd. (8,49%).

Kinerja Saham AGRS

Pada Q1 2017 kemarin, AGRS membukukan laba bersih hingga Rp4 miliar, atau naik hingga 10,7% jika dibandinkan laba tahun 2016 kemarin yang sebesar Rp3 miliar.

Meskipun mengalami kenaikan laba, namun pendapatan perseroan justru menurun -1% menjadi Rp 99 miliar.

Jika dilihat dari laporan keuangannya, AGRS masih belum mengalami kinerja yang terlalu bagus. Hal ini terutama terlihat dari Net Interest Margin (NIM) perseroan yang hanya sebesar 4,12%, padahal NIM rata-rata perbankan di Indonesia sudah berada di level 5,3%.

Sekedar informasi, besarnya rasio NIM suatu bank menunjukkan kemampuan bank tersebut dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga. Jadi, kinerja perusahaan ini masih berada di bawah rata-rata.

Selain itu, jika dibandingkan dengan bank BUKU I lainnya, kinerja AGRS tidak semenarik pergerakan sahamnya. Sejak IPO di bursa, bank ini juga tidak pernah membagikan dividen untuk para alasannya, demi mencapai tujuan perusahaan untuk naik level ke bank BUKU II.

Prospek AGRS

Jika kita perhatikan, saham AGRS sejak 25 April 2017 kemarin sudah melonjak hingga 141,67% dari Rp96 menjadi Rp 232 per saham.

Lonjakan ini bukan terjadi akibat kinerja perusahaan yang turut melonjak, namun lebih akibat isu yang terjadi antara bank ini dengan rencana akuisisi bank BCA.

Pada tahun ini, BBCA berencana untuk melakukan akuisisi terhadap 2 bank kecil di Indonesia, dengan jumlah dana mencapai Rp3 triliun dan salah satu bank yang sedang didekati oleh BCA ini ialah AGRS.

Tak heran, isu kedekatan BBCA dan AGRS ini, membuat terjadinya lonjakan dalam pergerakan saham AGRS.

Hingga saat ini, masih belum ada kepastian dari Bank BCA sendiri terkait akuisisi tersebut. Namun, jika kita lihat dari performa perusahaan sendiri, AGRS masih tidak terlalu bagus dijadikan sebagai saham investasi.

Gejolak pergerakan AGRS yang terus meningkat ini, masih dapat Anda manfaatkan untuk trading dalam jangka pendek.

Lantas, bagaimanakah rekomendasi trading saham ini?

Simak selengkapnya di Daily Hotlist yang diupdate setiap hari dan juga Real time Call to Action melalui Telegram Channel. Semua itu exclusive for Member Premium Access. Daftar sekarang di bit.ly/daftarpremiumaccess

Salam profit,

Ellen May

 

Anda ingin dapat ulasan saham berkualitas seperti ini setiap hari? Subscribe di bit.ly/kopipagisore

Please follow and like us:

 

Please follow and like us: