[Kopisore 12 Juni 2017] Alami Penurunan Laba, Bagaimanakah Prospek Saham EXCL?

Setelah beberapa hari terus melemah, akhirnya hari ini IHSG mengalami penguatan sebesar 0,28% ke level 5,691.44. Penguatan hari ini terutama didukung oleh sektor aneka industri yang menguat hingga 0,85%. Selain itu, investor asing hari ini juga tercatat membukukan net buy sebesar Rp 617,72 miliar.

Sebagai salah satu provider terbesar di Indonesia, kini EXCL masih mengalami persaingan sengit dengan berbagai provider di lini usaha tersebut. Seperti apakah kondisinya saat ini? Lalu, bagaimana prospeknya? Simak selengkapnya, hanya di #Kopisore hari ini.

Kopisore 12 Juni 2017

Profil EXCL

XL Axiata Tbk (dahulu Excelcomindo Pratama Tbk) (EXCL) didirikan tanggal 06 Oktober 1989 dengan nama PT Grahametropolitan Lestari dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1996.

Perusahaan sendiri bergerak di bidang penyelenggaraan jasa telekomunikasi, dengan lini usaha utama untuk menyediakan layanan data dan telepon seluler dengan teknologi GSM 900/DCS 1800 dan IMT-2000/3G di Indonesia.

Saat ini, pemegang saham utama XL Axiata Tbk masih dipegang oleh induk perusahaan, yakni Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd. (66,36%) sedangkan sisanya dimiliki oleh publik.

Performa Perusahaan

Per kuartal I 2017, PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatat penurunan laba bersih menjadi Rp46,5 miliar atau turun -72,5% dari laba tahun tahun lalu yang mencapai Rp169,2 miliar.

Penurunan laba bersih ini, terutama terjadi akibat beban operasional perusahaan yang meningkat hingga Rp347,08 miliar dari Rp133,7 miliar, serta pendapatan perseroan yang turun menjadi Rp5,2 triliun dari pendapatan tahun kemarin yang mencapai angka Rp5,6 triliun.

Setelah sempat mempertahankan predikat di posisi kedua sebagai perusahaan operator dengan pangsa operator terbesar di Indonesia. Terjadinya penurunan laba dan performa EXCL pada beberapa tahun terakhir menyebabkan posisinya terlempar ke posisi keempat dengan 46 juta pelanggan per 2016 kemarin.

Prospek perusahaan

Meskipun mengalami penurunan kinerja pada tahun ini, EXCL masih berkemungkinan mengalami pertumbuhan pada kuartal II 2017 ini. Hal tersebut terutama didukung oleh beberapa sentimen positif, antara lain:

  1. Pendapatan internet EXCL masih merupakan yang terbesar, mencapai 53% dari pendapatan perseroan (Telkomsel :35%, Indosat :50%).
  2. XL sedang menyelesaikan penataan frekuensi 1.800 MHz (4G), di mana pada segmen ini pangsa pasar XL sekitar 9,5%.
  3. Adanya pembangunan 94 Base Transceiver Station (BTS) di Kalimantan Barat, dan pengadaan Capex hingga Rp1 triliun

Dengan adanya sentimen tersebut, saya perkirakan EXCL masih memiliki prospek yang cukup menjanjikan untuk kedepannya, meskipun tengah mengalami penurunan performa tahun ini.

Lalu, bagaimanakah key action strategynya? Temukan jawabannya dalam Monthly dan Daily Hot list yang berisi berbagai macam saham ajaib dari second liner, lengkap dengan key action strategy yang bisa Anda lakukan. Dapatkan segera analisanya, hanya di bit.ly/premiumaccess.

Salam profit,

Ellen May

 

Anda ingin dapat ulasan saham berkualitas seperti ini setiap hari? Subscribe di bit.ly/kopipagisore

Please follow and like us:

 

Please follow and like us: