Kenali Profil Risiko Sebelum Investasi

risk_assessmentSaat ini ada banyak pilihan instrumen investasi yang dapat Anda pilih. Salah satu investasi yang menawarkan imbal hasil yang tinggi yaitu investasi pada saham.

Namun investasi pada saham adalah salah satu investasi yang cukup berisiko bila dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Oleh karena itu, Anda perlu menyesuaikan strategi investasi Anda dengan profil risiko Anda.

Lalu apa saja jenis-jenis profil risiko itu sih ? Dan bagaimana cara mengetahui dan menyesuaikan profil risiko kita ? Yuk simak pembahasannya !

 

Jenis-jenis Profil Risiko

Ada 3 macam investor menurut profil risikonya yaitu : Investor konservatif, Investor moderat, dan Investor agresif.

Investor konservatif adalah tipe investor yang cenderung menghindari resiko, tipe investor ini cenderung bermain di instrumen investasi yang aman dan resikonya rendah.

Investor moderat adalah investor yang memiliki tingkat toleransi terhadap resiko lebih tinggi asalkan imbal hasilnya sepadan.

Investor agresif adalah investor dengan tingkat toleransi resiko yang tinggi, prinsipnya high risk high return. Bahkan pada skala ekstrim, trader agresif bisa menjadi spekulan, kalau Anda ingin membeli saham-saham lapis tiga yang sifatnya spekulasi.

 

Apa yang Mempengaruhi Seseorang dalam Menentukan Profil Risiko ?

Ternyata faktor usia memiliki pengaruh yang cukup besar pada profil risiko investasi lho… Kalau begitu investor muda cenderung lebih agresif dong ? Benarkah?

Bila digolongkan, usia 20an-35 biasanya cenderung agresif. Usia 35-50 adalah tipe moderat. Sedangkan usia 50 dst cenderung tipe konservatif.

Namun sebenarnya, bukan masalah usia yang satu-satunya mempengaruhi profil risiko, namun bisa juga kepada  kondisi keuangan, waktu yang tersedia, dan juga watak seseorang.

Seseorang yang sudah berumur, memiliki kondisi keuangan mapan (bertansaksi saham memakai uang nganggur), bisa juga lho menjadi trader agresif dan cenderung gambling. Jadi, faktor usia bukan harga mati tentang profil risiko investor.

Banyak juga bos-bos yang sudah berumur yang suka nongkrong di sekuritas dan beli jual saham lapis tiga hanya untuk FUN / spekulasi, dan sangat agresif.

Jadi perhatikan diri Anda sendiri, apakah Anda memang punya nyali, punya waktu untuk terus mengikuti perkembangan saham dan memiliki keuangan yang mapan jika ingin trading agresif.

 

Bagaimana Strategi dari Masing-masing Profil Risiko ?

Untuk investor konservatif biasanya lebih cocok di reksadana atau obligasi.

Kalaupun ingin membeli saham, sebaiknya Anda membeli dalam timeframe dengan jangka waktu 1-3 tahun, dan pilihlah saham blue chip atau yang likuiditasnya tinggi.

Saham Blue Chips seperti ini biarpun turun suatu saaat kemungkinan besar akan naik lagi. Investor konservatif sebaiknya hindari saham saham yanng tidak jelas / saham lapis tiga.

Untuk investor moderat, selain Anda beli saham blue chip, Anda juga bisa membeli saham lapis kedua. Kira-kira porsi sahamnya, blue chip : lapis kedua = 70% : 30% atau 80%: 20%.

Bisa juga melakukan investasi jangka menengah yaitu memegang saham selama 3 bulan – 1 tahun. Selain itu, Anda juga dapat melakukan swing trading / trading untuk beberapa hari.

Sedangkan strategi untuk investor agresif, selain beli saham saham blue chip dan lapis kedua, bisa juga sesekali trading saham lapis tiga.

Namun yang terpenting di atas semua itu, cash is the king, tetap sediakan cash atau dana cadangan dan jangan habiskan apalagi hanya untuk beli saham lapis tiga.

 

Jumlah Dana untuk dialokasikan di Saham

Setelah Anda mengetahui profil risiko Anda, lalu muncul pertanyaan, seberapa banyak dana yang akan saya alokasikan di saham ya ?

Jawabannya akan sangat tergantung dari seberapa besar Anda “berani rugi”.

Loh apa maksudnya ya ?

Maksudanya ialah, alokasikan dana di mana jika Anda kehilangan dana tersebut, hidup Anda tidak akan terganggu.

Risiko terbesar dalam trading / investasi saham adalah ketika sebuah perusahaan mengalami delisting atau bangkrut.

Walau kemungkinannya sangat kecil, tetapi selalu ada. Contohnya seperti perusahaan bangkrut, terlibat skandal manajemen, terkena bencana alam dll.

Nah, setelah mengetahui berbagai profil risiko dan juga strateginya pastikan Anda mempraktekannya ya…  pastinya Anda akan semakin mantap dalam investasi.

Anda juga bisa mendapatkan ulasan tentang saham-saham yang potensial untuk long term investing, yang bagus secara fundamental, dan murah secara valuasi, serta ulasan / review kinerja emiten kuartal 3 melalui Monthly Premium Insight November 2016. Dapatkan ulasan tersebut dengan klik bit.ly/daftarpremiumaccess

Salam profit !

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign up to our newsletter!