January Effect Akankah Terjadi di 2017 Ini?

January EffectDalam setiap pergantian tahun terdapat banyak peluang bagi investor yang cukup jeli dalam membaca dinamika pasar modal. Apabila Anda termasuk seorang investor yang gemar mengamati pergerakan harga saham di pasar modal, Anda akan berharap kedatangan sebuah fenomena yang dinamakan fenomena efek bulan Januari.

Hal menarik untuk dipahami bahwa perdagangan di pasar saham Amerika Serikat sudah jauh lebih mature apabila dibandingkan dengan perdagangan yang terjadi di Indonesia (Bursa Efek Jakarta maupun Bursa Efek Surabaya yang sudah merger menjadi IDX).

Walaupun kondisi goegrafis maupun budaya kedua negara cukup jauh berbeda, namun warna dari pasar saham Indonesia sedikit banyak mengikuti warna dari pasar di Amerika. Sehingga dengan mempelajari kondisi dan keadaan yang terjadi di pasar Amerika seorang trader bisa mendapatkan gambaran mengenai perdagangan yang terjadi di bursa Indonesia.

 

Apa itu January Effect ?

January Effect adalah fenomena di mana harga saham pada awal Januari cenderung naik. Mengapa?

Secara historis pada akhir tahun hingga bulan Januari biasanya bursa saham mengalami penguatan. Bahkan di Amerika seringkali trader mencuri start dengan membeli saham di akhir tahun yang memicu Santa Claus Rally. January Effect lebih dahulu dikenali di Amerika Serikat, dampaknya berbeda-beda pada masing-masing negara.


Apa yang menyebabkan terjadinya January Effect ?

Beberapa penyebabnya adalah Window Dressing, Tax Loss Selling. Apa itu? Fund manager menjual saham-saham yang rugi di penghujung tahun untuk mempercantik kinerja & buy back di tahun berikutnya. Selain itu, banyak orang yang mendapat bonus akhir tahun dan berinvestasi di pasar modal pada awal tahun, setelah berlibur.

Di Amerika, salah satu penyebab January Effect adalah Tax Loss Selling. Apa itu ? Perusahaan jual saham yang berkinerja tidak baik untuk hindari beban pajak (tax loss selling) dan beli lagi di awal tahun.

 

Bagaimana dengan Bursa Efek Indonesia ? Apakah January Effect juga terjadi di bursa kita ?

Berdasarkan pengamatan pada IHSG, January Effect terjadi pada bulan Januari tahun 2014, 2013, 2012, 2010, 2006, 2005, dan 2004. Sedangkan pada tahun 2009, 2011, dan 2008, January Effect terjadi sangat singkat, kenaikan harga hanya berkisar 1 sampai dengan 3 hari. Tahun 2008 kenaikan yang hanya 3 hari itu disusul dengan penurunan tajam sepanjang tahun 2008.

Hal berikutnya yang patut dicermati adalah efek bulan Januari tidak terbatas pada saham-saham lapis pertama, namun seringkali terjadi pula pada saham-saham lapis kedua dan lapis ketiga.

Sebuah perusahaan sekuritas pernah melakukan analisa terhadap data perdagangan IHSG dari tahun 2000 sampai tahun 2011 dan menemukan beberapa hal menarik:

  1. Dalam rentang 11 tahun, terjadi 8 kali kenaikan harga yang mendukung fenomena efek bulan Januari
  2. Dalam rentang yang sama, terjadi 3 kali penurunan harga
  3. Rata-rata return investasi IHSG pada rentang tersebut mencapai 2.4%
  4. Probabilitas kejadian efek bulan Januari pada rentang tersebut mencapai kira-kira 78%

 

Lalu, sebenarnya adakah pola atau teori yang mendasari terjadinya January Effect?

Diantara para trader, disepakati ada 3 teori yang mendasari efek bulan Januari.

Teori pertama, yaitu teori yang paling umum, menyatakan bahwa pergerakan pasar yang terjadi pada bulan Januari merupakan indikasi pergerakan pasar dalam tahun tersebut.

Pergerakan positif (dimana harga saham cenderung meningkat) mengindikasikan tahun yang menguntungkan; sementara apabila terjadi pergerakan yang cenderung melemah maka mengindikasikan tahun yang bearish. Dengan memperhatikan pergerakan harga yang terjadi di bulan Januari, seorang trader akan memiliki pedoman untuk berinvestasi dalam bulan-bulan berikutnya.

Teori kedua menyatakan pada kejadian efek bulan Januari, saham-saham lapis ketiga (small caps) akan cenderung outperform saham-saham lapis atas dan saham-saham yang sudah mengalami penguatan pada tahun sebelumnya.

Teori ketiga merupakan variasi dari teori kedua dimana dinyatakan pada efek bulan Januari, 5 hari pertama dalam bulan Januari sudah dapat menjadi indikasi yang cukup kuat terhadap tone perdagangan pada tahun tersebut. Dalam kata lain teori ketiga ini mengutarakan bahwa apabila 5 hari pertama perdagangan menunjukkan tone bullish, maka tren tersebut merupakan tren umum yang akan terjadi pada tahun tersebut; begitu pula sebaliknya.

 

Bagaimana dengan tahun ini ? Apakah January Effect akan terjadi tahun 2017?

Tahun 2016 diakhiri dengan candle hijau pada monthly chart, menunjukkan sinyal positif. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2016 mencapai 5%. Hal ini didukung oleh adanya perbaikan kondisi dibanding bulan November.

Adanya perbaikan harga komoditas ekspor andalan Indonesia jelang tutup tahun 2016 lalu menjadi faktor yang membuat pertumbuhan ekonomi bisa mencapai sesuai target. kondisi keuangan negara juga terjaga dengan baik di tahun 2016 dengan defisit anggaran sebesar 2,46%, hal itu kondisi fiskal yang masih terjaga.

Tax Amnesty juga turut menjadi sentimen katalis pendukung January Effect ini. Realisasi dana repatriasi dari program tax amnesty per 6 Januari 2016 tercatat sebesar Rp 100 triliun dari total komitmen dana repatriasi sebesar Rp 143 triliun.

Saat ini, likuiditas perbankan cenderung longgar karena dana program tax amnesty banyak yang masuk dan mengalir ke arus kas perbankan. Namun, dana ini diharapkan bertahan di sistem keuangan dalam negeri sehingga likuiditas di pasar dapat mendukung pertumbuhan kredit.

Jadi, berdasarkan sentimen-sentimen tersebut, kemungkinan IHSG kembali mengalami Januari effect, namun kenaikannya mungkin tidak terlalu besar karena masih ada beberapa hal yang mengganjal momentum di pasar.

Lalu apa yang menjadi pengganjal tidak maksimalnya January Effect tahun ini ?

Simak ulasan selengkapnya di video January Premium Insight lengkap dengan semua data dan report fundamental 2017, hanya di Premium Access.

Jika Anda member, silakan klik di sini untuk membuka video tersebut https://www.ellen-may.com/premiumaccess/january-2017-monthly-premium-insight/

Jika Anda belum menjadi member, segera daftar di bit.ly/premiumaccess dan dapatkan banyak manfaat menjadi member kami.

Salam profit !

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Sign up to our newsletter!