Info Saham 1 Juni 2016

PT PP Properti Tbk. (PPRO) akan menerbitkan obligasi sebanyak Rp600 miliar.Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan perseroan, Rabu (1/6/2016), Obligasi I PP Properti Tahun 2016 itu akan dibagi dalam dua seri yakni bertenor 36 bulan atau 3 tahun dan 60 bulan atau 5 tahun.Sektiar 70% dari perolehan dana obligasi (setelah dikurangi biaya emisi), akan digunakan untuk investasi dalam bentuk pengembangan usaha di bidang properti di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Lombok.

PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp19 per saham atau senilai total Rp891 miliar.Jumlah tersebut setara dengan rasio pembagian dividen sekitar 44% dari perolehan laba bersih tahun buku 2015.Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar pada 31 Mei 2016.

Lembaga pemeringkat Fitch Rating Indonesia menyematkan peringkat “AAA(idn)” dan “F1+” untuk obligasi senior yang diterbitkan PT BCA Finance, anak usaha PT Bank Central Asia Tbk.Peringkat “AAA(idn)” disematkan untuk obligasi bertenor 36 bulan sedangkan “F1+(idn)” merupakan peringkat untuk obligasi bertenor 370 hari. Dua seri obligasi itu merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan II BCA Finance sejumlah maksimum Rp4 triliun.

(Sumber : Bisnis)

Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan meraih dana Rp3,99 triliun dari aksi penerbitan saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Perseroan menawarkan 349,94 juta saham baru yang memiliki nilai nominal Rp500 per saham dengan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp11.425 per saham. Setiap pemegang sembilan saham lama berhak atas dua HMETD (9:2). Efek dilusi diperkirakan maksi mal 18,18%.

Pemerintah akan mengalihkan seluruh saham negara di Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) ke PT Pertamina (Persero) dalam rencana pembentukan perusahaan induk (holding) BUMN sektor energi.Berdasarkan draf Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke Pertamina, negara akan menambah penyertaan modal ke Pertamina melalui pengalihan seluruh saham Seri B milik negara pada PGN yang berjumlah 13,809 miliar.

Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) optimis penjualan tahun 2016 tumbuh 18% YoY yang disumbang ritel sebesar 20% dan distribusi sebesar 18% dengan memfokuskan pada retail modern. Ke depan perusahaan akan membuka lebih banyak toko lagi dengan proyeksi tahun 2020 sebanyak 50 toko.CSAP menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (Capex) tahun 2016 sebesar Rp500 miliar. Capex perseroan tahun 2016 lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2015 yang sebesar Rp200 miliar. Hal ini disebabkan perseroan akan terus mendorong pengembangan usahanya.

PT Duta Intidaya , pengelola minimarket Watsons, menawarkan harga perdana saham IPO sebesar Rp170-190 per saham . Perusahaan akan melepas 478.041.000 saham baru atau 23% dari total saham perseroan.Duta Intidaya telah menunjuk Trimegah Securities Tbk (TRIM) sebagai penjamin pelaksana emisi efek (Lead Underwriter). Masa penawaran awal atau bookbulding akan dilangsungkan pada 31 Mei – 1 Juni 2016. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada 15 Juni 2016. Masa penawaran umum dijadwalkan pada 17-21 Juni 2016 dan pencatatan perdana (listing) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada tanggal 28 Juni 2016.

(Sumber : Britama)

PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) membagikan dividen final tahun 2015 sebesar Rp50 per lembar saham pada 24 Juni 2016 mendatang.Menurut keterangan perseroan Rabu disebutkan cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 7 dan 8 Juni 2016 dan di pasar tunai 10 dan 13 Juni 2016 dengan DPS hingga 10 Juni 2016

PT PP Properti Tbk (PPRO) akan melakukan Penawaran Obligasi I Tahun 2016 sebesar Rp600.000.000.000 yang terdiri dari dua seri.Menurut keterangan perseroan Rabu disebutkan bahwa seri A memiliki jangka waktu 36 bulan sedangkan seri B memiliki jangka waktu 60 bulan.

PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp3 per saham pada 1 Juli 2016 mendatang kepada pemegang sahamnya.Menurut keterangan perseroan Rabu disebutkan cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 6 dan 7 Juni 2016 dan di pasar tunai pada 9 dan 10 Juni 2016 dengan DPS hingga 9 Juni 2016.

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk bekerja sama dengan perusahaan asuransi PT AIA Financial memberikan proteksi jiwa untuk nasabah atau pemegang polis melalui produk asuransi perbankan “Provestara Ultima Link”.

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) telah memperoleh fasilitas pinjaman dari dua bank pemerintah yakni PT Bank Rakyat Indonesia dan PT Bank Central Asia, Tbk.Hadi Susilo, Sekretaris Perusahaan Perseroan dalam keterangan Rabu menyebutkan Waskita meraih fasilitas pinjaman sebesar Rp4.402.546.486.568.

PT Intan Baruprana Tbk (IBFN) alami penurunan laba bersih tajam menjadi Rp567,56 juta hingga Maret 2016 dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp17,51 miliar.

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, meraih pendapatan sebesar Rp1,06 triliun hingga periode 31 Maret 2016 turun jika dibandingkan dengan pendapatan periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,38 triliun.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar program “Socio Digi Leaders”, ajang mendorong sekaligus menjaring talenta muda berbakat yang memiliki kepekaan sosial untuk mengimplementasi ide serta gagasannya dalam wadah aplikasi digital.”Melalui program Socio Digi Leaders diharapkan muncul pemimpin digital yang nantinya mampu berkontribusi memecahkan masalah sosial di Indonesia dengan kreativitas dan inovasi berbasis digital,” kata Direktur Human Capital Management Telkom .Herdy Harman, dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Kalbe Farma Tbk menyepakati untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp891 miliar atau sekitar 44 persen dari laba bersih tahun buku 2015.

(Sumber : IQ plus)

Direktur WINS, Marc Thomson kembali menambah kepemilikan pada saham WINS senilai Rp272 juta. Marc memperoleh tambahan 1,2 juta saham melalui fasilitas MSOP, sehingga total kepemilikannya terhadap saham WINS bertambah menjadi 2,55 juta saham atau mewakili 0,06 persen dari seluruh saham.Transaksi saham dilakukan pada tanggal 26 Mei 2016 dengan harga pembelian Rp220 per saham. Saat ini harga saham WINS masih berada di posisi yang sama. Menyusutnya harga minyak mentah membuat harga saham WINS terjun 44 persen dalam satu tahun terakhir.

ATPK telah melakukan PHK terhadap 850 pekerja sejak Januari 2016. Pemutusan kerja tersebut dilakukan karena aktivitas operasional tambang batu bara yang semakin tertekan akibat rendahnya harga minyak serta kondisi ekonomi China yang masih belum stabil.

Rata-rata volume penjualan bulanan batu bara sepanjang Januari-April 2016 ambrol menjadi hanya 43 ribu MT per bulan. Angka itu hanya sepertiga dari pencapaian tahun lalu yakni 150 ribu MT per bulan. Saat ini perusahaan hanya bertahan oleh kontrak pembelian Best Land Corporation senilai US$6 juta sepanjang tahun ini.

BRI akan segera meluncurkan satelit yang dinamakan BRIsat pada 9 Juni 2016 mendatang. BRI menggelontorkan investasi US$250 juta atau setara Rp 3,375 triliun untuk pembelian satelit itu. BRI akan mengoperasikan 45 transponder melalui satelit itu sehingga akan menghemat biaya koneksi hingga Rp200 miliar per bulan atau turun 40 persen dari biaya sebelumnya.

Satelit ini akan menghubungkan kantor cabang hingga unit BRI yang mencapai 10.300 unit di seluruh Indonesia dan di daerah terpencil yang sulit terjangkau jaringan fiber optic. BRI juga ingin mengoptimalkan digitalisasi perbankan di pasar-pasar tradisional melalui Teras Pasar serta memaksimumkan potensi agen Laku Pandai yang saat ini mencapai 59 ribu agen.

Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang memenangkan gugatan nelayan atas izin reklamasi Pulau G oleh PT Muara Wisesa Samudera, anak usaha APLN dinilai Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak akan menghentikan proyek reklamasi di pulau itu.Ahok mengatakan proyek reklamasi pulau tersebut masih bisa dilanjutkan oleh perusahaan lain, oleh karena itu Ahok berencana untuk memindahkan tanggung jawab ke BUMD DKI yaitu Jakarta Propertindo.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah merumuskan aturan perizinan terintegrasi melalui Aplikasi Sistem Elektronik Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) bagi perizinan, pendaftaran, perpanjangan izin dan pelaporan di Pasar Modal.

SPRINT dibuat untuk kemudahan kepada stakeholder karena ada fitur pemantauan atau tracking document sehingga bisa diketahui proses sudah sampai mana dan kalau ada masalah bisa diketahui sehingga bisa diulang atau dilakukan proses lagi.

Pengajuan izin penerbitan reksa dana, wakil perusahaan efek, hingga pengajuan Initial Public Offering (IPO) dapat dilakukan melalui aplikasi itu.

(Sumber : Bareksa)

PT PP Properti Tbk. (PPRO) akan menerbitkan obligasi sebanyak Rp600 miliar. Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan perseroan, Rabu (1/6/2016), Obligasi I PP Properti Tahun 2016 itu akan dibagi dalam dua seri yakni bertenor 36 bulan atau 3 tahun dan 60 bulan atau 5 tahun.

Sekitar 70% dari perolehan dana obligasi (setelah dikurangi biaya emisi), akan digunakan untuk investasi dalam bentuk pengembangan usaha di bidang properti di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Lombok. Selanjutnya, 15% akan digunakan untuk modal kerja, dan 15% untuk pembayaran sebagian utang perseroan (refinancing) kepada PT Aneka Bangun Mulia Jaya sebesar Rp90 miliar.

Masa penawaran awal atau book building obligasi anak usaha PT PP Tbk. (PTPP) itu dilakukan mulai hari ini hingga 10 Juni 2016. Pernyataan efektif diharapkan dapat diperoleh pada 21 Juni 2016, masa penawaran dijadwalkan 22-23 Juni 2016, tanggal penjatahan pada 24 Juni 2016, tanggal distribusi obligasi secara elektronik pada 28 Juni 2016, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 29 Juni 2016. (Sumber : Bisnis)

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Kalbe Farma Tbk menyepakati untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp891 miliar atau sekitar 44 persen dari laba bersih tahun buku 2015.Direktur dan Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Vidjongtius dalam siaran pers di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa pembagian dividen itu setara dengan Rp19 per saham. Pembayaran dividen akan dilakukan dalam waktu selambat-lambatnya 30 hari setelah pengumuman hasil RUPST dengan jadwal dan tata cara yang akan segera diumumkan.

“Ke depannya, perseroan akan berupaya mempertahankan kebijakan untuk membagikan dividen sekitar 40-50 persen dari laba bersih, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan dan rencana pengembangan perseroan,” paparnya. (Sumber : IQPlus)

Emiten properti, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) berniat untuk menerbitkan Dana Investasi Real Estate (DIRE) sebagai salah satu alternatif pendanaan tahun ini. Total aset komersial perseroan yang berpotensi dialihkan ke DIRE mencapai Rp 15 triliun. (Sumber : Kontan)

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) meraih fasilitas pinjaman hingga Rp 4,4 triliun dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). “Fasilitas pinjaman akan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha perseroan,” kata Sekretaris Perusahaan Waskita Karya Hadi Susilo dalam keterangan resmi, Selasa (31/5).Sebagai informasi, sepanjang tahun ini, perseroan membutuhkan dana cukup besar untuk mengembangkan bisnis jalan tolnya. Dari total capex sebesar Rp 10 triliun, Waskita mengalokasikan dana sebesar Rp 8 triliun untuk ekspansi jalan tol.Secara umum, proyek-proyek tol perseroan sebagain besar adalah kontrak multiproyek. Hal itu membutuhkan modal yang jauh lebih besar daripada kontrak kerja yang konvensional. Waskita total memiliki 15 proyek jalan tol sepanjang 750 km. (Sumber : Investor Daily)

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PT BA) Persero selama triwulan I 2016 membukuan laba bersih sebesar Rp264,34 miliar, turun 25,78 persen dibanding triwulan I 2015 yang mencapai Rp356,17 miliar. Laporan keuangan interim PTBA yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Selasa menyebutkan pada triwulan I 2016 perusahaan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,54 triliun naik dari periode sama 2015 sebesar Rp3,28 triliun.

Namun tingginya beban pokok penjualan dan pendapatan yang mencapai Rp2,73 triliun dibanding sebelumnya yang hanya Rp2,51 triliun, mengakibatkan laba kotor naik tipis dari Rp770,93 miliar menjadi Rp813,77 miliar.Meskipun perseroan membukukan laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp480,293 miliar, atau naik 7,31% dari sebelumnya Rp447,56 triliun, namun karena tingginya beban pajak yang mencapai Rp147,43 miliar mengakibatkan laba usaha tertekan. Selama triwulan I 2016, laba usaha tergerus 7,31% dari Rp340,38 miliar menjadi Rp332,86 miliar. (Sumber : Investor Daily)

Please follow and like us:

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Sign up to our newsletter!


 

Please follow and like us: