IHSG dan Bulan October, Bagaimana Strategynya?

Seperti kebal terhadap October Effect, IHSG di awal bulan Oktober ini berhasil break all time high dan bahkan sempat menyentuh level tertingginya di 5967. Seperti yang sudah Anda baca sebelumnya di bit.ly/octobereffect1 dan bit.ly/octobereffect2 , di bulan October ada sebuah fenomena October Effect. Pasar saham biasanya cenderung terkoreksi di bulan Oktober.

Nah, bagaimana dengan prospek IHSG dan pasar di bulan Oktober ini?

IHSG di Bulan Oktober

Bursa Amerika semakin cerah dengan aktivitas Presiden Donald Trump yang mulai fokus untuk menerapkan kebijakan pemangkasan pajaknya. Alhasil, Dow Jones terkerek ke level tertinggi baru. Data terakhir menunjukkan Dow Jones saat ini berada di level tertingginya, di kisaran 22775,39. Tentunya penguatan bursa global menjadi sentiment positif untuk mendorong kenaikan di bursa Asia termasuk juga di Indonesia.

Dari dalam negeri sendiri, pemangkasan suku bunga Bank Indonesia pada bulan lalu kemungkinan masih akan terasa pada bulan Oktober ini. Pemangkasan suku bunga yang dilakukan oleh BI ini dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sempat melambat.

Efek pemangkasan suku bunga ini mulai terlihat, terutama dari rilis data inflasi Indonesia kemarin yang setelah sempat deflasi -0,07%, akhirnya naik hingga 0,13%. Meskipun naik cukup tinggi, level kenaikan inflasi ini masih dalam batas wajar, sehingga memberikan efek yang positif untuk IHSG.

Tentunya sentiment-sentimen di atas menjadi sentiment positif yang akan mendorong IHSG. Belum lagi di pertengahan bulan Oktober ini, emiten-emiten akan merilis laporan keuangan kuartal III yang kinerjanya berpotensi lebih baik daripada kuartal sebelumnya. Hari inipun, pelaku pasar menunggu rilisnya data cadangan devisa negara Indonesia yang saat ini berada di peringkat ke 13 terbesar di dunia.

Namun, walaupun dipenuhi dengan sentiment positif, saat ini kami masih melihat IHSG dalam keadaan cautious bullish. Bulan Oktober hingga November inipun IHSG masih akan bergerak cukup volatile.

Mengapa kita perlu waspada?

Tahun 2017 ini masih merupakan tahun bullish untuk IHSG. Namun, ada beberapa hal yang perlu kita cermati.

Per Agustus 2017, pasar saham Indonesia masih didominasi oleh investor asing sebesar 52,62%. Oleh karena itu dapat kita simpulkan bahwa pergerakan investor asing cukup signifikan untuk IHSG. Pada umumnya jika asing melakukan aktivitas net sell, maka IHSG akan terdorong naik. Sebaliknya jika investor asing melakukan net sell, IHSG cenderung terkoreksi.

 

Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, meskipun aktivitas asing hingga hari ini terus melakukan net sell, IHSG masih terus melanjutkan kenaikannya. Jika kita perhatikan data di atas, sejak awal bulan Februari hingga akhir bulan Mei tahun 2017 ini, IHSG terus naik 8,22% seiring dengan aksi net buy investor asing yaitu sebesar Rp 31,9 Triliun. Sementara itu sejak awal Juni investor asing terus melakukan net sell dan sampai artikel ini dibuat, investor asing sudah membukukan net sell sebesar Rp 28,64 triliun.

 

Selain itu mengutip data  dari Bloomberg, harga saham-saham di Indonesia sudah cukup mahal. Hal ini terlihat dari rasio harga terhadap laba per saham (Price Earning Ratio/PER) di BEI mencapai 13,5 kali.

 

Oleh karena itu, sebagai pelaku pasar kita masih harus waspada. Kami melihat IHSG pada akhir tahun ini berpotensi menguji target 6100. Namun, perjalanan menuju target ini tidak akan mudah karena angka 6000 merupakan resisten yang cukup kuat untuk ditaklukan IHSG.

 

Nah, bagaimana strategy sebagai pelaku pasar?

 

Strategy di Bulan Oktober

Untuk Anda investor, saat ini walaupun IHSG masih bullish, belum saatnya kita serakah dalam mengakumulasi saham. Kecuali Anda menggunakan strategy “Dollar Cost Averaging” atau nabung saham. Strategy lengkapnya bisa Anda baca di buku Miss Ellen May berjudul “Nabung Saham Sekarang”. Minggu depan kami akan buka pre ordernya. Limited stock, jadi jangan sampai ketinggalan infonya. Stay tuned di telegram channel t.me/ellenmayinstitute

 

Nah, bagi Anda para trader, peluang masih ada di pasar saham. Salah satunya adalah dari sektor mining.

 

Setelah sempat tertekan oleh rencana PLN untuk mengubah harga acuan batubara domestik, saham sektor mining terlihat mulai kembali menguat. Hal ini terutama terkait keputusan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jonan Ignisius yang dengan tegas menolak rencana PLN tersebut.

Selain itu, untuk memperlancar proses divestasi yang akan dilakukan Freeport, pemerintah berencana untuk memberikan insentif terhadap emiten sektor tambang, dengan mengurangi PPh untuk perusahaan di level 25%.

Nah, saat ini beberapa saham mining berpeluang untuk swing trading jangka pendek seperti pada saham PTBA, DOID, dan INCO.

Sementara saham INDY sejak direkomendasikan Premium Access pada 21 Agustus lalu sudah menguat sekitar 110%. Strategy selanjutnya untuk saham INDY adalah untuk hold dan surf the trend. Dalam Premium Access, kami lebih merekomendasikan saham-saham untuk trend following. Dengan strategy trend following ini, member mampu buy and hold saham dalam rentang waktu jangka menengah dengan profit hingga tiga digit! Join di bit.ly/goldpremiumaccess

Nah, bagaimana dengan saham ASII?

Saham ASII merupakan saham yang paling banyak ditanyakan oleh member. Saat ini kami sedang mengembangkan polling saham yang akan kami analisa, kupas tuntas hingga ke strategy tradingnya. Jadi stay tuned di telegram t.me/ellenmayinstitute yah. Ajak juga teman dan rekan Anda untuk join.

Saham ASII saat ini setelah terkoreksi mulai mengalami masa konsolidasi atau masa sideways. Saat strateginya adalah wait for breakout. Jika ASII breakout level 8025, maka target swing trading di area 8600-8700. Proteksi jka harga turun dari area support 8025.

Nantikan update saham ASII secara realtime lewat telegram channel Gold Premium Access. Selain itu, Anda juga bisa tanya jawab langsung melalui platform Stocks Q&A secara dua arah. Daftar sekarang di bit.ly/goldpremiumaccess untuk menikmati fitur-fitur ini. Salam profit!

 

Related Article:

Menjawab pertanyaan dan kebutuhan Anda dalam trading dan berinvestasi bit.ly/agendaedukasiPA

Apa itu Halloween Effect?  bit.ly/octobereffect1 

Luaskan Pangsa Pasar, Sudahkah Saatnya Beli Saham TINS? bit.ly/sahamtins1

Please follow and like us:

You might also like More from author

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

 

Please follow and like us: