Menjadi Trader Profesional (Bagian 1)
Last Updated on Monday, 02 January 2012 10:07 Written by Administrator Saturday, 07 July 2007 09:54
By : Ellen May
Seringkali seorang trader merasa bingung ketika harus mengambil keputusan dengan cepat dan tepat di saat yang penuh dengan ketidakpastian. Ketika harga saham mengenai level cut loss dan transaksi telah dieksekusi, ternyata market berbalik arah dan trader menyesal karena seharusnya dia memperoleh keuntungan. Ada pula trader yang merasa tidak percaya diri akan hasil analisanya sendiri, dan lebih memilih untuk mengikuti analisa trader lain yang dianggap lebih senior. Padahal tidak jarang, analisa yang sudah ia buat benar – benar terjadi dan seringkali trader menyesal karena sudah mengikuti analisa trader lain. Trader telah membekali dirinya dengan berbagai metode analisa baik teknikal maupun fundamental, namun kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan. Jika demikian, bagaimana caranya seorang trader pemula dapat menjadi seorang profesional ?
Menjadi Seorang Ahli
Beberapa penelitian menunjukkan adanya kecenderungan persamaan antara beberapa ahli dalam berbagai bidang, baik dalam trading maupun bidang lainnya. Seorang AHLI di bidang apa pun mempunyai sebuah ciri khas yang sama, yaitu refleks untuk mengolah informasi yang masuk dan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, bahkan saat ia sendiri belum sempat untuk dapat mendeskripsikannya secara verbal. Ketika muncul situasi yang penuh dengan ketidakpastian, tidak ada kesempatan untuk menenangkan diri, tidak mungkin berpikir secara rasional, dan tidak ada waktu lagi untuk mencari penyebab dari permasalahan yang sedang muncul, alam bawah sadar sang AHLI otomatis dapat mengambil keputusan dengan tegas, tepat, dan cepat.
Ketika muncul informasi baru yang bertentangan dengan keyakinannya, biasanya orang akan mencari konfirmasi yang mendukung pendapatnya, sehingga ia dapat mempertahankan pendapatnya dan mengabaikan informasi yang kontradiktif tersebut. Namun tidak demikian halnya para profesional, mereka dengan mudah menerima dan menyesuaikan informasi baru sekalipun bertentangan dengan keyakinannya jika terbukti keliru. Ketika seseorang bersikap kaku terhadap keyakinannya, maka ia tidak dapat mengintegrasikan informasi baru dan informasi lama, seperti yang dilakukan oleh para ahli. Hal itulah yang membuat mereka lambat dalam bereaksi terhadap data baru. Kesimpulannya, supaya dapat mengambil keputusan dengan cepat, para profesional harus bersikap fleksibel dalam menyaring informasi baru dan dalam merevisi keyakinan mereka. Menjadi cepat dan fleksibel, adalah ciri penting dari seorang profesional.
Menjadi Seorang Trader Profesional
Apa saja yang menjadi faktor penting dalam menjadi seorang trader profesional ? Dalam artikel ini kita akan membahas 2 dari 5 faktor untuk menjadi seorang ahli, di antaranya adalah :
1. Pembelajaran yang berkualitas,
2. Pembinaan dan pelatihan untuk meningkatkan motivasi.
Sedangkan 3 faktor lainnya akan kita bahas dalam artikel berikutnya.
1. Pembelajaran yang berkualitas
Seperti yang telah saya uraikan bahwa untuk menjadi seorang profesional, kita harus bersikap kritis dan fleksibel. Kemampuan untuk bersikap kritis dan fleksibel seorang trader sangat dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran dan banyaknya latihan yang telah dilakukannya. Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran implisit membutuhkan ribuan pengalaman yang berkualitas sebelum seseorang menjadi ahli di bidangnya. Sebagian besar trader gagal karena mereka tidak mau berkembang ketika dalam praktek trading muncul masa – masa sulit, yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh alam bawah sadar untuk menjadi umpang balik dan mengasah ketrampilan trader.
2. Pembinaan dan pelatihan untuk meningkatkan motivasi
Adanya tim atau komunitas yang berhubungan dengan trading sangat diperlukan untuk memberi model bagi pemula yang masih “buta”, serta untuk memotivasi trader dalam berfokus pada tujuan sehingga trader dapat mengembangkan rasa percaya diri yang dibutuhkan untuk bertahan dan melewati masa – masa pahit / loss. Oleh karena itu sangat penting bagi trader pemula untuk bergaul dengan trader profesional dan belajar dari mereka. Alangkah baiknya jika sang senior bersedia untuk berbagi pengalaman dengan Anda. Anda bisa mengikuti seminar, milis tertentu, forum, kursus, dan membaca buku – buku bagus. Selain berguru, tentunya Anda harus rajin berlatih menerapkan ilmu yang telah Anda peroleh tersebut, supaya tidak menjadi murid yang penuh ketergantungan.
Semoga apa yang saya bagikan ini dapat menjadi pembelajaran yang berguna bagi rekan trader sekalian, dan sampai jumpa pada artikel berikutnya, “Menjadi Trader Profesional (Bagian 2)”.
Salam trader, dan sukses selalu.

























