Overtrading : Kecanduan Trading Saham ?
Last Updated on Tuesday, 26 June 2012 10:26 Written by Administrator Tuesday, 26 June 2012 10:13
Oleh : Ellen May, dimuat di Kontan 16 juni 2012, kolom "Smart Traders Not Gamblers"
Seringkali, seorang trader tanpa sadar mengalami overtrading. Apa yang dimaksud overtrading adalah kondisi dimana trader melakukan beli jual, secara terus menerus, tanpa memperdulikan pertumbuhan dan kesehatan portofolionya.
Trader yang mengalami overtrading biasanya mengalami ketergantungan, ia tidak bisa berhenti melakukan transaksi baik disaat untung maupun disaat rugi. Ketika untung ia tidak tahan berlama-lama menyimpan keuntungan, harus segera profit taking.
Di level yang parah, trader yang overtrading mengabaikan kewajibannya dalam aktivitas sehari-hari. Ia sulit berkomunikasi dengan lingkungan dan keluarganya.
Seorang yang overtrading sudah pasti mengalami kelelahan secara fisik. Seorang yang overtrading juga karena mengalami kelelahan dalam pikiran, jiwa dan emosi. Overtrading juga membengkakkan cost karena frekuensi trading yang tinggi.
Seorang rentan mengalami overtading , jika tak paham tujuan trading atau investasi. Tanpa itu trader lebih mudah bimbang saat trading, saat memilih strategi dan sistim trading.
Idealnya seorang mengincar penghasilan ekstra dari trading, namun ada juga trader yang mencari “fun”. Fakta ini kerap di pungkiri trader karena identik dengan gambling. Hanya diri anda sendiri yang mengetahui jawaban sesungguhnya.
Untuk menghindari overtrading, trader pemula sebaiknya tidak melakukan daytrading. Sebaiknya pemula memilih timeframe berkisar satu hingga dua minggu, yang bisa menghasilkan profit sekitar 2%-6% di saat market bullish. Atau satu bulan hingga tiga bulan, dengan target profit sekitar 20%-30%.
Cara paling ampuh menghadang ovetrading adalah berani berhenti trading, ketika sedang untung besar maupun rugi. Disaat meraih profit spektakuler atau mencapai target akumulasi profit dalam periode tertentu, sebaiknya anda berhenti sesaat.
Setelah mencetak profit, seseorang akan mengalami euforia, sebuah rasa bangga dan percaya diri yang luar biasa. Situasi ini bisa mneyebabkan ia overconfident.
Seseorang yang overconfident cenderung gegabah, ceroboh dan terlalu berani dalam bertransaksi. Ia akan mudah membeli sebuah saham tanpa analisis dan persiapan seperti yang dilakukannya ketika emosinya sedang stabil.
Sebaliknya trader yang baru mengalami kerugian, akan sangat kecewa, marah dan tidak terima dan cenderung terburu-buru untuk mengembalikan uangnya. Seperti trader overconfident, trader yang depresi sangat emosional saat mengambil keputusan.
Situasi ini bisa terulang terus menerus. Rugi ingin balas ingin uang kembali. Rugi lagi marah dan terus demikian. Cara termudah memathakan siklus itu adalah berhenti trading, hingga emosi stabil. Lakukan evaluasi dan instrospeksi untuk membenahi transaksi berikutnya. Saran itu bisa jadi tidak mudah dilaksanakan bagi mereka yang sudah ovetrading
Saya pun pernah mengalami overtrading Forex beberapa tahun yang lalu dan saya berhenti untuk sementara sampai emosi stabil, baru kembali trading lagi. Keluar dari pasar memungkinkan saya untuk kembali trading dengan lebih bijaksana. Saya menjalankan trading plan dengan lebih disiplin. Transaksi pun menjadi lebih berkualitas.
Bagaimana dengan anda? Apakah anda mengalami overtrading? Jika ya beranilah untuk jeda dan melakukan evalusi diri. Salam profit.























