Thursday, May 23, 2013
   
Text Size

Transaksi Saham Tanpa Abaikan Fundamental

Artikel ini dikutip dari majalah SWA Edisi XXVII 15-28 Maret 2012, ditulis oleh Ellen May


Bagi saya saham adalah istrumen favorit .Berawal dari laju inflasi yang cukup tinggi dan bunga deposito tidak mengalami peningkatan yang signifikan, saya akhirnya ingin mencari instrumen investasi lain yang mampu memberi hasil yang praktis dan dapat dipantau dari rumah. Maka mulailah saya berinvestasi saham tahun 2006.

Dalam berinvestasi di pasar modal, saya membagi portofolio menjadi 2 rekening.Yakni 50% dialokasikan unutk investasi jangka panjang,dan 50% sisanya trading jangka pendek.Untuk investasi jangka panjang,saham yang dipilih adalah saham yang berkarakter defensif,memiliki pangsa pasar besar dan cenderung bersifat “monopoli”.misalnya PT. Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dan PT Astra Internasional Tbk (ASII).

Intinya, perlu diingat bahwa dalam berinvestasi di saham, berarti kita membeli perusahaan. Tips yang pertama sebelum memulai saham: tentukan dulu rentang waktu atau time frame yanag akan anada inginkan. Rentang waktu ini berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung power atau uang yang dimiliki untuk investasi, serta kebutuhan atau tujuan investasi tersebut.

Jika tujuan investasi untuk jangka panjang seperti dana pensiun atau dana pendidikan, anda cocok untuk berinvestasi untuk jangka atau tahunan. Dalam hal ini disarankan jangka waktu 3-5 tahun, karena periode lima tahun telah melewati masa bullish & bearish,dan dalam jangka panjang tren tetap naik.Namun tujuan unutk membeli saham dengan tujuan untuk mendapatkan pendapatan tambahan tiapa bulan,dan ingin lebih likuid atau malah jadi sumber penghasilan utama, anda lebih cocok menjadi seorang trader.


Untuk memilih saham yang akan menjadi sarana investasi jangka panjang, sebaiknya investor cermat dalam memeriksa laporan keuangan dan fundamental perusahaan. Jangan sampai kita berinvestasi di saham yang fundamentalnya tidak sehat, dan pada akhirnya 305 tahun ditunggu bukannya profit tapi malah merugi, contoh nyatanya saham PT BUMI Resources Tbk. (BUMI).

Faktor fundamental yang perlu diperhatikan antara lain price to earning ratio (P/E Ratio) saham tersebut saat ini masih lebih murah daripada P/E ratio sektoral-nya, earning per share nya persahaan itu tumbuh naik dalam lima tahun terakhir, return on equity nya juga bertumbuh dengan baik selama 20% selama lima tahun terakhir dan perusahaan itu cenderung rajiin berinovasi. Selain itu sebaiknya pilih perusahaan yang mempunyai pangsa besar.

Tak hanya penting untuk investasi jangka panjang, bagi saya, mempertimbangkan fundamental perusahaan tetap penting unut, trading jangka pendek, meskipun biasanya trader cenderung menggunakan analisis teknis,karena yang lebih diperhatikan adalah fluktuasi harga. Mungkin bagi trader dengan strategi timeframe yang sangat pendek, seperti daytrading fundamental perusahaan bukan merupakan hal yang perlu diperhatikan. Namun jika anda adalah seorang trend follower trader atau trader jangka panjang jangka waktu beli dan jual satu-dua minggu seperti saya ad baiknya anda juga memperhatikan faktor fundamental, grafik dan tren. Prinsip yang selalau saya terapkan adalah sebelum trading, harus menetapkan trading plan, seperti diharga berapa harus beli, di harga berapa akan profit taking, berapa jumlah saham yang akan dibeli, dan yang terpenting diharga berapa anda akan membatasi kerugian jika tidak sesuai dengan harapan.

Unutk trading, saat ini saya lebih cenderung ke saham berbasis energi atau pertambangan, karena minyak dan komoditas lain naik cukup signifikan. Saham pilihan saya yang berbasis energi atau pertambangan, PT Indika Energy Tbk (INDY) adan PT Adaro Energy TBK (ADRO) yang belum banyak mengalami penguatan signifikan. Selain itu, saya juga mengkoleksi beberapa saham berbasis properti seperti Modernland Realty Tbk (MDLN), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) yang masih nampak manis karena tidak terlalu terpengaruh dampak BBM. Ditambah lagi, BI masih memberikan dukungan bagi sektor properti dan bank masih agresif memberikan KPR bagi penjualan apartemen dan perumahan.

Dan sektor yang selalu laris apapun kondisinya dan layak menjadi pilihan adalah perusahaan pengelola jalan tol, mengingat pesaingnya hanya sedikit. Tentu saja apalagi kalau bukan saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dan PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP).

Rugi? Jangan ditanya, tentu pernah. Tahun 2008, saat krisis ekonomi global turut mengempas bursa saham indonesia, harga beberpa saham yang saya miliki turut terkoreksi tajam. Sebenarnya ada beberapa saham, tetapi yang saya ingat adalah harga saham ASII dan BUMI. ASII yang saya beli di harga Rp 21 rb per saham , harganya turun terus menjadi Rp 7 rb per saham, dan BUMI yang saya beli di harga Rp 7rb dan Rp 6 rb juga tergerus hingga level Rp 425. Saat itu bagaikan mimpi buruk bagi saya.

Namun dari sana saya justru terpacu untuk belajar, dengan membaca berbagai tulisan beberapa penulis asing mengenai psikologi trading. Yang saya sukai adalah karya Alexander Elder dan Brett Steenbarger, psikolog yang mendalami trading dan valas.

Akhirnya karena telah banyak melakukan Cut loss di masa krisis 2008 itu dan kerugian telah mencapai 30%, saya memutuskan hold pada kedua saham tersebut. Alhasil terbuktilah apa yang dikatakan orang bahwa mutiara di dalam lumpur tetaplah mutiara. Itu adalah peribahasa yang tepat untuk ASII. Memang,harganya turun tajam karena krisis global.Namun, karena fundamentalnya memang bagus, setelah krisis reda,harga saham ASII pulih bahkan terus pulih,akhirnya saya putuskan menjualanya di harga Rp 3000,-an dan saya tukar ke saham lain yang lebih potensial. Sampai hari ini pun ternyata saham BUMU belum mampu melewati angka Rp 3.625 level tertinggi yang pernah ia capai setelah krisis 2008. Dari perbandingan tersebut, saya mengambil memperhatikan fundamnetal perusahaan tidak  hanya bagi investor, tetapi juga bagi trader.

Selain pengalaman merugi, pengalaman meraih keuntungan yang signifikan-pun pernah saya peroleh. Yang pertama ketika masih bullish 2009-20011, saya banyak memeproleh keuntungan dari sistem buy and hold atau following the trend until its end mengingat tren indeks saham waktu itu super bullish.

Pengalaman kedua saya dimasa sideway dan tren kurang bagus unutuk saham bluechip. Akhir-akhir ini, disaat saham blue chip dianggap valuasinya sudah terlalu mahal dari sisi P/E Ratio, saya memilih trading pada saham second liner yang bertumbuh, memiliki fundamental dan likuiditas yang bagus. Dan yang ketiga adalah pengalaman trading di saham third liner yang sering memebri lonjakan profit yang luar biasa. Hanya saja resikonya cukup besar dan haris disiplin. Tidak jarang level proteksi saya tersentuh .Tentu saja ,tidak trader yang terelepas dari kerugian, karena tidak ada seorang pun yang bisa memeprediksi jalannya pasar 100% benar.Namun hal yang lebih penting dari sekedar prediksi adalah money management. Konsisten dalam meminimalkan risiko akan memeberikan hasil yang baik dan profit yang lebih konsisten.

Meskipun latar belakang pendididkan saya adalah sarjana teknologi informasi (Universitas Bina Nusantara), saya sangat menikmati berinvestasi di saham.Return yang yang saya dapatkan , rata-rata sebesar 33% setiap tahun.Sementara trading, return total setiap tahun berkisar 60-70%  pada pasar sideway. Namun jika pasar sedang bullishreturn saham kadang lebih dari itu.

Selain saham, saya juga berinvestasi di emas dengan jumlah yang relatif lebih besar daripada investasi di saham sebagai diversifikasi portofolio. Sebelumnya, saya juga memilki reksadan, tetapi telah saya cairkan dan alokasikan ke saham dengam pertimbangan fee lebih rendah dan kinerja lebih bagus. Kini saya memiliki investasi di properti dan valas, tetapi saya tidak fokus pada produk tersebut. Bagi saya lebih baik fokus pada satu instrumen saja tetapi kponsisten menghasilkan profit, karena jika fokus pada banyak instrumen maka hasilnya tidak akan maksimal.



Training Saham


Seminar Trading Profits , Kayak MUJIJAT ! Buta melihat, tuli mendengar ! Gampang diterima dan PRAKTIKAL ! SALAM SUKSES !!

-Onggo Susilo, Surabaya-


Newsletter & info

Subscribe your emails to receive newsletter & more information about our events

National Best Selling



Facebook

Join IndonesiaInvest

Mau belajar saham & berdiskusi dengan trader & investor profesional ? Join milis ! Klik di sini ya

INDONESIAINVEST

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2828
mod_vvisit_counterYesterday2295
mod_vvisit_counterThis week14507
mod_vvisit_counterLast week18524
mod_vvisit_counterThis month56066
mod_vvisit_counterLast month120764
mod_vvisit_counterAll days5605448

Like this, share this !

JSX Intraday

Restore Default Settings